Alam jin dalam pandangan aqidah Ahlussunnah

1-Jin adalah salah satu makhluk dari makhluk-makhluk ciptaan Allah I. Allah I Menciptakan mereka dari api sebelum menciptakan nabi Adam u. Allah I Berfirman,

“Sesungguhnya kami telah menciptakan manusia (Adam) dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk.  Dan kami telah menciptakan jin sebelum (Adam) dari api yang sangat panas.” (QS. Al-Hijr: 26-27)

2-Dan sebagaimana Adam u memiliki anak keturunan, maka demikian halnya dengan Iblis. Ia juga memiliki anak keturunan. Sebagaimana firman Allah I tentang Iblis,

“Patutkah kamu mengambil dia dan turunan-turunannya sebagai pemimpin selain daripada-Ku, sedang mereka adalah musuhmu? Amat buruklah Iblis itu sebagai pengganti (dari Allah) bagi orang-orang yang zalim.” (QS. Al-Kahfi: 50)

3-Allah I Menciptakan jin dan manusia agar mereka beribadah kepada-Nya. Barangsiapa taat kepada Allah I, ia pasti masuk surga. Dan barangsiapa bermaksiat kepada-Nya, ia pasti masuk neraka.

“Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku. Aku tidak menghendaki rezki sedikitpun dari mereka dan Aku tidak menghendaki supaya mereka memberi-Ku makan. Sesungguhnya Allah, Dialah Maha pemberi rezki yang mempunyai kekuatan lagi sangat kokoh.” (QS. Adz-Dzaariyat: 56-58)

4-Jin juga diberi tanggungan sebagaimana halnya para manusia. Di antara mereka ada yang beriman, ada yang kafir, ada yang taat, dan ada yang bermaksiat. Sebagaimana Allah I mengkisahkan perkataan mereka,

“Sesungguhnya di antara kami ada orang-orang yang saleh dan di antara kami ada (pula) yang tidak demikian halnya. Adalah kami menempuh jalan yang berbeda-beda.” (QS. Al-Jinn: 11)

5-Jadi, balasan yang diperoleh bangsa jin di akhirat, sama seperti balasan yang diperoleh bangsa manusia. Sebagaimana difirmankan Allah I,

“Sesungguhnya di antara kami ada orang-orang yang taat dan ada (pula) orang-orang yang menyimpang dari kebenaran. Barangsiapa yang taat, maka mereka itu benar-benar telah memilih jalan yang lurus. Adapun jin-jin yang menyimpang dari kebenaran, maka mereka menjadi kayu bakar bagi neraka jahannam.” (QS. Al-Jinn: 14-15)

6-Jin dan manusia, semuanya akan berdiri untuk dihisab pada hari kiamat di hadapan Rabbul Alamin. Tiada seorang pun dari jin dan manusia itu, yang bakal terlambat atau bisa melarikan diri dari hisab tersebut.

“Hai jama’ah jin dan manusia! Jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah. Kamu tidak dapat menembusnya kecuali dengan kekuatan.” (QS. Ar-Rahman: 33)

7-Barangsiapa dari jin dan manusia mencoba melarikan diri dari hisab, maka mustahil baginya untuk melakukan hal itu. Sebagaimana Allah I Berfirman tentang mereka berdua,

“Kepada kamu, (jin dan manusia) dilepaskan nyala api dan cairan tembaga. Maka kamu tidak dapat menyelamatkan diri (dari padanya).” (QS. Ar-Rahman: 35)

8-Dan ketika rasulullah r berada di Makkah, Allah I mendatangkan kepada beliau sekelompok orang dari jin. Maka mereka pun mendengarkan Al-Qur`an dan tersentuh hatinya kepada Al-Qur`an tersebut.

“Ingatlah ketika kami hadapkan serombongan jin kepadamu yang mendengarkan Al-Quran. Maka tatkala mereka menghadiri pembacaan (nya), mereka berkata, ‘Diamlah kamu (untuk mendengarkannya).’ Ketika pembacaan telah selesai mereka kembali kepada kaumnya (untuk) memberi peringatan.” (QS. Al-Ahqaaf: 29)

9-Beberapa kelompok jin telah beriman ketika mereka mendengarkan Al-Qur`an. Seperti dikisahkan Allah I dalam firman-Nya,

“Katakanlah (hai Muhammad): “Telah diwahyukan kepadamu bahwasanya: Telah mendengarkan sekumpulan jin (akan Al-Quran), lalu mereka berkata: Sesungguhnya kami telah mendengarkan Al-Quran yang menakjubkan.  (Yang) memberi petunjuk kapada jalan yang benar, lalu kami beriman kepadanya. Dan kami sekali-kali tidak akan mempersekutukan seseorang pun dengan Tuhan kami.” (QS. Al-Jinn: 1-2)

10-Setiap golongan, baik Adam maupun Iblis, keduanya terperosok dalam maksiat. Tetapi Adam menyesali perbuatannya dan bertaubat. Maka Allah I menerima taubat itu darinya.

“Kemudian Adam menerima beberapa kalimat[1] dari Tuhannya, maka Allah menerima taubatnya. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Baqarah: 37)

Adapun Iblis, maka ia menolak untuk bertaubat. Ia merasa sombong, akibatnya ia menjadi orang-orang yang kafir.

“Ingatlah ketika kami berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah kamu kepada Adam.” Maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur, sehingga ia termasuk golongan orang-orang yang kafir.” (QS. Al-Baqarah: 34)

11-Dan siapa saja yang bermaksiat kepada Allah I karena sombong, baik dari golongan jin atau manusia, maka ia adalah pengikut syetan. Ia bakal dikumpulkan bersama syetan di neraka jahannam jika tidak bertaubat. Sebagaimana firman Allah I kepada Iblis,

“Allah berfirman, ‘Maka yang benar (adalah sumpah-Ku) dan hanya kebenaran itulah yang Ku-katakan.’ Sesungguhnya Aku pasti akan memenuhi neraka Jahannam dengan jenis kamu dan dengan orang-orang yang mengikuti kamu di antara mereka kesemuanya.” (QS. Shaad:
84-85)

12-Wali-wali Allah I, baik dari golongan jin maupun manusia, senantiasa bekerja sama dalam kebaikan dan ketaqwaan. Sedangkan wali-wali syetan, baik dari golongan jin dan manusia, mereka senantiasa tolong menolong dalam dosa dan permusuhan. Allah I Berfirman,

“Demikianlah kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu syaitan-syaitan (dari jenis) manusia dan (dari jenis) jin. Sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia).[2] Jikalau Tuhanmu menghendaki, niscaya mereka tidak mengerjakannya, maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka ada-adakan.” (QS. Al-An`am: 112)

13-Dulu para jin memiliki tempat duduk-tempat duduk di langit untuk mencuri pendengaran. Namun setelah Allah I mengutus rasulullah Muhammad r, mereka pun dilarang dari hal itu. Barangsiapa dari mereka yang mencuri dengar, ia pasti terbakar oleh panah api (meteor). Allah I Berfirman tentang perkataan bangsa jin,

“Sesungguhnya kami telah mencoba mengetahui (rahasia) langit, maka kami mendapatinya penuh dengan penjagaan yang kuat dan panah-panah api. Dan Sesungguhnya kami dahulu dapat menduduki beberapa tempat di langit itu untuk mendengar-dengarkan (berita-beritanya). Tetapi sekarang[3] barangsiapa yang (mencoba) mendengar-dengarkan (seperti itu) tentu akan menjumpai panah api yang mengintai (untuk membakarnya).” (QS. Al-Jinn: 8-9)

14-Jin ada bersama kita di bumi ini. Dan berkat rahmat
Allah I, mereka bisa melihat kita tetapi kita tidak bisa melihat mereka. Allah I Berfirman tentang Iblis dan bala tentaranya,

“Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka.” (QS. Al-A`raaf: 27)

Dan siapa pun yang bisa melihat anda, sedangkan anda tidak bisa melihatnya, padahal dia adalah musuh anda, maka ia lebih berbahaya dibandingkan yang lain. Karena itu kita wajib berhati-hati, senantiasa waspada darinya, serta selalu membuat penjagaan dari syetan jin dan manusia.

[1] Tentang beberapa kalimat (ajaran-ajaran) dari Tuhan yang diterima oleh Adam sebahagian ahli tafsir mengartikannya dengan kata-kata untuk bertaubat.

[2] Maksudnya syaitan-syaitan jenis jin dan manusia berupaya menipu manusia agar tidak beriman kepada nabi.

[3] Yang dimaksud dengan sekarang, ialah waktu sesudah nabi Muhammad r diutus menjadi rasul.

Share This: