Iman kepada Malaikat

1-Allah I Menciptakan para malaikat dari cahaya. Nabi r bersabda,

((خُلِقَتِ الْمَلاَئِكَـةُ مِنْ نُوْرٍ، وَخُلِقَ الْجَانُّ مِنْ مَارِجٍ مِنْ نَارٍ، وَخُلِقَ آدَمُ مِمَّا قَدْ وُصِفَ لَكُمْ))[1]

“Para malaikat diciptakan dari cahaya. Para jin diciptakan dari nyala api. Dan Adam diciptakan dari sesuatu yang telah dijelaskan kepada kalian.”

2-Para malaikat diciptakan hanya untuk berbuat taat kepada Allah I.

“Mereka tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS. At-Tahrim: 6)

3-Mereka para makhluk yang tidak makan dan tidak minum. Makanan mereka adalah tasbih dan tahlil. Sebagaimana Allah I menjelaskan mereka dengan firman-Nya,

“Mereka selalu bertasbih pada malam dan siang tiada henti-hentinya.” (QS. Al-Anbiya`: 20)

4-Para malaikat telah bersaksi dengan kewahdaniyahan (keesaan) Allah I. Sebagaimana disebutkan Allah I dalam firman-Nya,

“Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan melainkan Dia (yang berhak disembah), yang menegakkan keadilan. Para malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). Tak ada Tuhan melainkan dia (yang berhak disembah), yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. Ali `Imran: 18)

5-Sedangkan pada maqom at-tasyrif (posisi penghormatan), Allah I juga Memilih rasul-rasul dari para malaikat, sebagaimana Ia Memilih rasul-rasul dari para manusia.

“Allah memilih utusan-utusan-(Nya) dari malaikat dan dari manusia. Sesungguhnya Allah Maha mendengar lagi Maha Melihat.” (QS. Al-Hajj: 75)

6-Setelah Allah I Menciptakan nabi Adam u dan hendak memuliakannya, Allah I memerintahkan para malaikat agar bersujud kepada beliau.

“Ingatlah ketika kami berfirman kepada para malaikat, ‘Sujudlah[2] kamu kepada Adam.” Maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur. Ia adalah termasuk golongan orang-orang yang kafir.” (QS. Al-Baqarah: 34)

7-Para malaikat adalah makhluk yang agung. Mereka memiliki tugas yang bermacam-macam. Mereka juga kelompok-kelompok yang sangat banyak. Tidak ada yang mengetahui jumlah mereka selain hanya Allah I. Di antara mereka ada yang bertugas untuk memegang arsy.

“Malaikat-malaikat yang memikul ‘Arsy dan malaikat yang berada di sekelilingnya bertasbih memuji Tuhannya dan mereka beriman kepada-Nya serta memintakan ampun bagi orang-orang yang beriman.” (QS. Ghaafir: 7)

8-Di antara mereka ada yang menurunkan wahyu kepada para rasul. Dia adalah Jibril u. Malaikat inilah yang menurunkan Al-Qur`an kepada nabi Muhammad r.

“Dia dibawa turun oleh Ar-Ruh Al-Amin (Jibril). Ke dalam hatimu (Muhammad) agar kamu menjadi salah seorang di antara orang-orang yang memberi peringatan.” (QS. Asy-Syu`ara`: 193-194)

9-Di antara mereka ada Mikail, malaikat yang dipasrahi masalah hujan dan tumbuh-tumbuhan. Juga ada Israfil, yang dipasrahi untuk meniup terompet pada saat bangkitnya hari kiamat.

10-Di antara mereka ada para hafadzah. Yaitu para malaikat yang ditugasi menjaga bani Adam dan amal-amal mereka.

“Sesungguhnya bagi kamu ada (malaikat-malaikat) yang Mengawasi (pekerjaanmu). Yang mulia (di sisi Allah) dan mencatat (pekerjaan-pekerjaanmu itu). Mereka mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Infithar: 10-12)

11-Di antara mereka ada yang ditugasi mencatat segala perbuatan hamba. Yang baik maupun yang buruk.

“Ketika dua orang malaikat mencatat amal perbuatannya, seorang duduk di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kiri. Tiada suatu ucapan pun yang diucapkan hamba melainkan ada di dekatnya malaikat Pengawas yang selalu hadir.” (QS. Qaaf: 17-18)

12-Di antara mereka ada yang ditugasi untuk mencabut nyawa orang-orang yang beriman.

“(Yaitu) orang-orang yang diwafatkan dalam keadaan baik[3] oleh para malaikat dengan mengatakan (kepada mereka), ‘Salaamun’alaikum,[4] masuklah kamu ke dalam syurga itu disebabkan apa yang telah kamu kerjakan’.” (QS. An-Nahl: 32)

13-Di antara mereka ada yang ditugasi mencabut nyawa orang-orang kafir.

“Kalau kamu melihat ketika para malaikat mencabut jiwa orang-orang yang kafir seraya memukul muka dan belakang mereka (seraya berkata), ‘Rasakanlah olehmu siksa neraka yang membakar.’ (Tentulah kamu akan merasa ngeri).” (QS. Al-Anfaal: 50)

14-Di antara mereka ada yang menjadi penjaga-penjaga surga dan para pelayan bagi penduduk surga.

“… Sedang para malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu. Sambil mengucapkan, ‘Salamun ‘alaikum bima shabartum.’[5] Maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu.” (QS. Ar-Ra`du: 23-24)

15-Di antara mereka ada yang ditugasi menjaga neraka.

“Hai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka, yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu. Penjaganya malaikat-malaikat yang kasar lagi keras.” (QS. At-Tahrim: 6)

16-Di antara mereka ada yang ditugasi berjihad bersama kaum mukminin.

“(Ingatlah), ketika Tuhanmu mewahyukan kepada para malaikat, ‘Sesungguhnya Aku bersama kamu, maka teguhkan (pendirian) orang-orang yang Telah beriman.’ Kelak akan Aku jatuhkan rasa takut ke dalam hati orang-orang kafir. Maka penggallah kepala mereka dan pancunglah tiap-tiap ujung jari mereka[6].” (QS. Al-Anfaal: 12)

17-Sedangkan pada malam lailatul qadar di bulan ramadhan, para malaikat turun untuk menyaksikan kebaikan bersama kaum muslimin. Sebagaimana difirmankan Allah I,

“Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan.” (QS. Al-Qadr: 3-4)

18-Para malaikat tidak memasuki rumah yang ada patung, gambar (lukisan), atau ada anjingnya. Nabi r bersabda,

((لاَ تَدْخُلُ الْمَلاَئِكَةُ بَيْتاً فِيْهِ كَلْبٌ وَلاَ صُوْرَةٌ))[7]

“Para malaikat tidak memasuki rumah yang di dalamnya ada anjing dan gambar (lukisan)nya.”

19-Beriman kepada para malaikat adalah salah satu rukun iman. Barangsiapa menentang keberadaan mereka, berarti ia telah kafir.

“Barangsiapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari Kemudian, maka sesungguhnya orang itu telah tersesat sejauh-jauhnya.” (QS. An-Nisa`: 136)

[1] HR. Muslim, no. 2996

[2] Sujud disini berarti menghormati dan memuliakan Adam, bukan sujud memperhambakan diri. Karena sujud memperhambakan diri, hanya semata-mata kepada Allah I.

[3] Maksudnya: wafat dalam keadaan suci dari kekafiran dan kemaksiatan. Atau dapat juga berarti mereka mati dalam keadaan senang karena ada berita gembira dari malaikat bahwa mereka akan masuk syurga.

[4] Artinya selamat sejahtera bagimu.

[5]  Artinya: keselamatan atasmu berkat kesabaranmu

[6] Maksudnya: ujung jari disini ialah anggota tangan dan kaki.

[7] HR. Muslim, no. 2106

Share This: