sedih

sedih

Saudara….

semua orang pasti bersedih, bukan engkau saja….

semua orang pasti mendapat musibah… bukan engkau saja… bahkan monyet pun sedih. padahal dia tidak melakukan dosa apa pun..

ketahuilah! musibah, malapetaka, penderitaan, dan lain sebagainya adalah tabiat kehidupan di dunia. Jangan hidup di dunia kalau tidak ingin mendapat musibah.

Allah ta’ala sudah menjelaskan bahwa ujian itu pasti ditimpakan kepada setiap hamba. justru itulah

{ أَحَسِبَ النَّاسُ أَنْ يُتْرَكُوا أَنْ يَقُولُوا آمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ } [العنكبوت: 2]

Apakah manusia menduga mereka akan dibiarkan mengatakan kami telah beriman, dan mereka tidak diberi cobaan?! (QS. Al-Ankabut: 2)

ingatlah! dengan bersedih justru anda semakin dekat kepada Allah. perhatikan saja doa anda, antara saat dalam musibah dengan saat dalam kenikmatan. tentu jauh berbeda…

kemudian yang perlu juga anda ketahui… sebenarnya masih banyak orang yang penderitaannya jauh lebih besar dari anda. dengan mengetahui hal ini, maka akan terasa ringan penderitaan yang lagi menimpa itu.

ketahuilah! di dunia ini tidak akan terjadi apa pun kalau bukan ALlah yang sudah menakdirkan. jika tidak ada catatannya itu tidak bakalan terjadi.

{مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي أَنْفُسِكُمْ إِلَّا فِي كِتَابٍ مِنْ قَبْلِ أَنْ نَبْرَأَهَا} [الحديد: 22]

“TIada musibah yang menimpa di bumi dan tidak pula pada diri kalian, kecuali itu sudah tercatat dalam kitab (lauh mahfudz) sebelum kami menciptakan bumi.” (Al-Hadid: 22)

tetapi musibah yang datang itu, terkadang memang karena kesalahan kita. dan itu sisi positifnya menjadikan anda bertaubat dan kembali kepada ALlah.

{وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ } [الشورى: 30]

“Tiada musibah yang menimpa kalian kecuali karena akibat perbuatan tangan kalian sendiri.” (QS. Asy-Syuura: 30)

yang terpenting, dengan mendapat kesedihan, hal itu menjadikan kita berpahala. tentunya jika kita bersabar. Rasulullah SAW bersabda:

مَا يُصِيبُ الْمُسْلِمَ مِنْ نَصَبٍ وَلَا وَصَبٍ وَلَا هَمٍّ وَلَا حُزْنٍ (حَزَنٍ) وَلَا أَذًى وَلَا غَمٍّ حَتَّى الشَّوْكَةِ يُشَاكُهَا إِلَّا كَفَّرَ اللهُ بِهَا مِنْ خَطَايَاهُ

Tiada apa pun yang menimpa seorang muslim, apakah itu kecapaian, penyakit, kesedihan, kegelisahan, gangguan, dan petaka bahkan duri yang menancap pada dirinya, kecuali dengannya Allah menghapus kesalahan-kesalahannya.” (Al-Bukhari, no. 5642)

Semoga bermanfaat…keep smile 🙂

 

 

 

Share This: