kapan datang pertolongan Allah

Allah menyatakan bahwa diri-Nya akan menolong para kekasih-Nya. Tapi Dia mengkaitkannya dengan hal-hal berikut:
a. Kesempurnaan hakikat iman dalam hati mereka. Firman Allah Ta’ala,

وَكَانَ حَقًّا عَلَيْنَا نَصْرُ الْمُؤْمِنِينَ (47)

“Dan Kami selalu berkewajiban menolong orang-orang yang beriman.”(QS. Ar-Rum: 47)

b. Memenuhi konsekuensi iman berupa amal shaleh dalam kehidupan mereka. Firman Allah Ta’ala, “Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha kuat lagi Maha perkasa. (Yaitu) orang-orang yang jika Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi niscaya mereka mendirikan shalat, menunaikan zakat, menyuruh berbuat ma’ruf dan mencegah dari perbuatan yang mungkar; dan kepada Allah-lah kembali segala urusan.”(QS. Al- Hajj: 40-41)
c. Menyempurnakan kekuatan (persenjataan) sesuai kemampuan mereka. Firman Allah Ta’ala,

وَأَعِدُّوا لَهُمْ مَا اسْتَطَعْتُمْ مِنْ قُوَّةٍ وَمِنْ رِبَاطِ الْخَيْلِ تُرْهِبُونَ بِهِ عَدُوَّ اللَّهِ وَعَدُوَّكُمْ (60)

“Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu.” (QS. Al-Anfal: 60)
d. Mencurahkan segala upaya sesuai kemampuan mereka. Firman Allah Ta’ala,

وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا وَإِنَّ اللَّهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِينَ

“Orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar- benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan kami. Dan Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Al-Angkabut: 69)
Dan firman Allah Ta’ala,
“Hai orang-orang yang beriman. apabila kamu memerangi pasukan (musuh), maka berteguh hatilah kamu dan sebutlah (nama) Allah sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung. Taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu. Bersabarlah, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Anfal: 45-46)
Dengan demikian kebersamaan Allah mengiringi mereka dan pertolongan-Nya akan turun kepada mereka, sebagaimana turun kepada para nabi dan rasul. Juga turun kepada Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam dan para sahabatnya Radhiyallahu Anhu dalam peperangan.
e. Bila seorang muslim menegakkan kebenaran, dan melakukannya atas perintah dan hanya karena Allah, dan bukan karena sesuatu yang lain, niscaya Allah akan memberikan kecukupan atas segala keperluannya walaupun langit dan bumi beserta isinya menghalangi. Jika dia melakukan kebenaran bukan karena Allah akan tetapi mencari pujian dan sanjungan manusia, niscaya tidak akan mendapatkan pertolongan, karena pertolongan hanya bagi orang yang berjihad demi tegaknya kalimat Allah.
f. Bila kedua pasukan bertemu maka tidak boleh melarikan diri dari peperangan kecuali dalam dua kondisi. Firman Allah Ta’ala,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا لَقِيتُمُ الَّذِينَ كَفَرُوا زَحْفًا فَلَا تُوَلُّوهُمُ الْأَدْبَارَ (15)
وَمَنْ يُوَلِّهِمْ يَوْمَئِذٍ دُبُرَهُ إِلَّا مُتَحَرِّفًا لِقِتَالٍ أَوْ مُتَحَيِّزًا إِلَى فِئَةٍ فَقَدْ بَاءَ
بِغَضَبٍ مِنَ اللَّهِ وَمَأْوَاهُ جَهَنَّمُ وَبِئْسَ الْمَصِيرُ (16)

“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bertemu dengan orang-orang yang kafir yang sedang menyerangmu, Maka janganlah kamu membelakangi mereka (mundur). Barangsiapa yang membelakangi mereka (mundur) di waktu itu, kecuali berbelok untuk (sisat) perang atau hendak menggabungkan diri dengan pasukan yang lain, Maka Sesungguhnya orang itu kembali dengan membawa kemurkaan dari Allah, dan tempatnya ialah neraka Jahannam. dan Amat buruklah tempat kembalinya.” (QS. Al-Anfal: 15-16)

Share This: