minta cerai karena suami selingkuh

 

Mohamamd Inaamulillah Bin Ashaari centre, Rohaiza Esa, Ummu Habibah Raihaw , Nurul Azwa Mohd Ani,  Ummu Ammarah Asmis

In this Aug. 15, 2009 photo, polygamist Mohammad Inaamulillah Bin Ashaari, center, is shown with his four wives, from left, Rohaiza Esa, Ummu Habibah Raihaw , Nurul Azwa Mohd Ani,and Ummu Ammarah Asmis at the “Ikhwan Polygamy Club Family Day” in Rawang, north of Kuala Lumpur, Malaysia. Polygamy is legal for Muslims in Malaysia, though not widespread. The Ashaari clan believes it should be. Last month, the sprawling family launched a Polygamy Club that seeks to promote plural marriages for what it says are noble aims, such as helping single mothers, prostitutes and older women find husbands. (AP Photo/Mark Baker)

(828) Suami saya karena saya tidak bisa melahirkan, ingin menikah dengan wanita lain. Saya menolak keinginannya untuk menikah lagi, bukan karena suatu apapun selain rasa cemburu. Maka apakah dibenarkan secara syariat jika saya pergi ke pengadilan untuk menceraikan saya dari suami saya. Karena peraturannya: Suami tidak boleh menikah dengan wanita lain kecuali ada izin dari isteri pertama?

Jawab: Lelaki boleh menikah dengan lebih dari satu orang wanita. Batasan paling banyaknya adalah empat orang wanita, dan itu tanpa meminta izin isterinya. Bahkan tidak disyaratkan harus ada persetujuan isteri pertama untuk menikah dengan wanita lain.

Seharusnya wanita ini bersyukur dan banyak memuji Allah SWT, meski dirinya mandul, tidak bisa melahirkan, tetapi sang suami tetap mencintai dan tidak ingin mencerainya. Seandainya wanita ini dibiarkan tertalak, ia tidak akan menikah dengan suami kedua.

Maka hendaknya setiap wanita mengetahui bahwasanya tidak halal baginya mengikuti rasa cemburu yang kemudian memasukkannya ke dalam perkara batil yang diharamkan.

Perkara batil yang diharamkan –bahkan termasuk dosa besar- adalah menuntut suami untuk menceraikannya tanpa ada sebab syar`i yang mewajibkannya. Sebab yang memajibkan suami harus menceraikan isteri sudah jelas. Misalnya suami tidak mampu menafkahi isterinya, terkena penyakit gila yang bisa membahayakan isteri sehingga tidak merasa aman atas dirinya, atau suami mengidap penyakit yang sangat ditakutkan, dan lain sebagainya.

Ini adalah beberapa aib yang disebutkan para ulama` dalam kitab-kitab mereka. Seandainya wanita menuntut suami untuk menceraikannya karena sebab-sebab tadi, maka tidak menjadi masalah.

Adapun jika isteri menuntut dicerai hanya karena suami hendak menikah dengan wanita lain, apalagi sang isteri mengakui bahwa alasan penolakannya hanya karena cemburu, maka saya peringatkan wanita tadi dengan Hadis sahih yang diriwayatkan Ahmad dan Ashabussunan kecuali An-Nasai, dari Tsauban RA bahwa Rasulullah SAW bersabda:

((أَيُّمَا امْرَأَةٍ سَأَلَتْ زَوْجَهَا الطَّلاَقَ مِنْ غَيْرِ مَا بَأْسٍ فَحَرَامٌ عَلَيْهَا رَائِحَةُ الْجَنَّةِ))

“Wanita manapun yang menuntut ditalak oleh suaminya tanpa ada sebab yang membolehkan, maka haram baginya bau Surga.”

Kemudian perlu kami tambahkan disini, jika anda menuntut cerai tanpa sebab yang mewajibkan, maka hakim yang Muslim tidak akan menceraikan anda. Karena bukan termasuk kekuasaan hakim untuk menceraikan secara syar`i. Sesungguhnya yang memutuskan tertalak dan tidaknya seorang wanita adalah Rabb semesta alam.

Seandainya seribu orang hakim menceraikan anda dari suami tanpa ada sebab yang mewajibkan talak, maka ketahuilah bahwa talak itu selamanya tidak terjadi. Dan seandainya anda menikah dengan lelaki lain, maka pernikahan anda adalah batil. Sehingga selamanya anda hidup dalam perzinahan. Inilah point penting dalam masalah ini.

Intinya seseorang yang meninggalkan syariat Allah SWT dan berlindung kepada undang-undang buatan manusia, mau tidak mau Allah SWT pasti menghinakannya di dunia dan menyiksanya di Akhirat. Kecuali jika Allah SWT menghendaki hal lain. Karena itu berhati-hatilah anda. Karena ini adalah fitnah. (Syaikh Muhammad bin Abdul Maqshud)

Share This: