PUASA SEMBILAN HARI PERTAMA BULAN DZUL HIJJAH

USTAD! ADAKAH DALIL TENTANG PUASA SEMBILAN HARI PERTAMA PADA BULAN DZUL HIJJAH?!

JAWAB:

Segala puji hanya bagi Allah semata…

Ada dalilnya. Yaitu Hadis berikut:

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم: ((مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهَا أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ هَذِهِ الأَيَّامِ)). يَعْنِى أَيَّامَ الْعَشْرِ. قَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ، وَلاَ الْجِهَادُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ؟ قَالَ: ((وَلاَ الْجِهَادُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ، إِلاَّ رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ فَلَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَىْءٍ)) (البخاري: 969 وهذا لفظ أبي داود)

Dari Ibnu Abbas dia berkata: Rasulullah saw bersabda: “tiada hari-hari yang amal shalih paling dicintai Allah daripada hari-hari ini.” Maksudnya: sepuluh pertama dzul hijjah. Para sahabat bertanya: “Wahai Rasulillah! Bahkan lebih baik daripada jihad fi sabilillah?” Rasulullah saw menjawab: “HIngga jihad fi sabilillah. Kecuali seseorang yagn keluar dengan jiwa dan hartanya, kemudian tidak kembali dengan sesuatu pun dari itu.” (HR. Al-Bukhari, no. 969 dan ini lafadz Abi Dawud)

Berdasarkan Hadis ini, bahwa seluruh amal shalih sangat dicintai Allah, maka sudah barang tentu kalau puasa masuk dalam amal shalih ini. Hanya saja pada tanggal sepuluh dzul hijjah yang bertepatan dengan hari idul adha, kita tidak boleh berpuasa. Karena ia hari raya kaum muslimin.

Berdasarkan Hadis ini pula, kita disyariatkan takbir mulai tanggal pertama. Karena takbir termasuk dzikir. Dan dzikir termasuk amal shalih. Karena itu para sahabat dan tabi’in semenjak tanggal satu hingga akhir hari tasyriq pada sore harinya, mereka senantiasa bertakbir. Baik di jalanan, di pasar-pasar dan lain sebagainya.

Juga ada hadis lain yang menyatakan:

عَنْ هُنَيْدَةَ بْنِ خَالِدٍ عَنِ امْرَأَتِهِ عَنْ بَعْضِ أَزْوَاجِ النَّبِىِّ صلى الله عليه وسلم قَالَتْ: ((كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَصُومُ تِسْعَ ذِى الْحِجَّةِ، وَيَوْمَ عَاشُورَاءَ، وَثَلاَثَةَ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْر: أَوَّلَ اِثْنَيْنِ مِنَ الشَّهْرِ، وَالْخَمِيْسَيْنٍ)) [رواه أبو داود: 2439 وصححه الألباني]

Dari Hunaidah bin Khalid dari isterinya, dari sebagian isteri Nabi saw dia berkata: “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam biasa berpuasa pada sembilan hari pertama bulan dzul hijjah, pada hari Asyura’ (10 Muharram), dan pada tiga hari dalam setiap bulan: yaitu setiap senin pertama pada setiap bulan dan dua hari kamis.” (HR. Abu Dawud, no. 2439 dan disahihkan Al-Albani)

            Dengan demikian mengerjakan puasa pada sembilan pertama bulan dzul hijjah adalah sesuatu yang masyru’ (disyariatkan) karena Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam biasa melakukannya. Allahu a’lam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *