SUARA WANITA ADALAH AURAT

suara-wanita-aurat-www.madanitv.net_

Pertanyaan:

Apakah suara wanita adalah aurat?

 

Jawab:

Siapa pun yang mengamati dalil-dalil dalam Al-Kitab dan As-Sunnah niscaya mendapati bahwa suara wanita bukanlah aurat. Di antaranya:

Firman Allah ta’ala ketika memanggil istri-istri Nabi SAW, Allah berfirman:

فَلا تَخْضَعْنَ بِالْقَوْلِ فَيَطْمَعَ الَّذِي فِي قَلْبِهِ مَرَضٌ وَقُلْنَ قَوْلاً مَعْرُوفاً

 

“Hai isteri-isteri Nabi, kamu sekalian tidaklah seperti wanita yang lain, jika kamu bertakwa. Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya, dan ucapkanlah perkataan yang baik.” (QS. Al-Ahzab: 32)

 

Ketika Allah melarang istri-istri Nabi tunduk dalam pembicaraan dan boleh berkata-kata yang baik, ini menunjukkan bahwa suara wanita bukanlah aurat. Karena jika suara wanita adalah aurat, tentu sekedar ngomong dan berucap bisa menjadi perkara yang mungkar dan tidak ada kata-kata yang baik atau makruf.

 

Sedangkan dalil sunnah: Banyak riwayat menyebutkan bahwa para wanita yang datang kepada Nabi SAW kemudian berbicara dengan beliau di hadapan para lelaki dan Nabi tidak melarang mereka bicara, juga tidak memerintah kaum lelaki untuk beranjak pergi, menunjukkan bahwa suara bukanlah aurat.

 

Sekiranya suara wanita adalah aurat, niscaya sekedar mendengarnya menjadi perkara yang mungkar dan Nabi pasti menegur hal itu. Karena beliau tidak pernah membenarkan kemungkaran.

 

Para fuqaha’ Hanabilah menyatakan bahwa suara wanita bukan aurat. Silakan dilihat: Syarah Al-Muntaha, 3/11, Syarah Al-Iqna’, 3/8, Ghayatul Muntaha, 3/8, dan Al-Furu’, 5/157.

 

Sedangkan sabda Nabi shallallahu alaihi wasallam:

إِذَا نَابَكُمْ شَىْءٌ فِى الصَّلاَةِ فَلْيُسَبِّحِ الرِّجَالُ وَلْيُصَفِّحِ النِّسَاءُ

 

“Jika terjadi suatu kesalahan dalam shalat maka hendaknya kaum lelaki bertasbih dan hendaknya kaum wanita menepuk tangan.” (HR. Abu Dawud, no. 942)

 

Maka Hadis ini khusus dalam shalat. Dan sesuai makna lahir dari Hadis, tidak ada perbedaan apakah wanita itu sedang bersama kaum lelaki atau berada dalam rumahnya yang tidak dihadiri kecuali kaum wanita atau lelaki mahram.

 

Jadi intinya, suara wanita bukanlah aurat. Allahu a’lam.

 

Sumber:

مجموع فتاوى ورسائل الشيخ محمد صالح العثيمين – المجلد الثاني عشر – باب ستر العورة.

 

Majmu’ fatawa dan Rasail Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin, jilid 12, bab: Menutup aurat.

Share This: