tata cara sujud tilawah dan sujud syukur

sujud-bun2

Sujud Tilawah:

Waktunya:

Sujud ini disunnahkan apabila orang yang membaca Al-Qur’an melewati ayat sajdah kapan pun, baik malam maupun siang, pada waktu shalat atau di luar shalat, dan tidak disyaratkan mempunyai wudhu. Sehingga orang yang tidak punya wudhu melakukannya maka tidak masalah.

Sifatnya:

Membaca takbir sebelum bersujud, kemudian membaca pada saat sujud, doa yang biasa dibaca dalam sujud. Apakah itu:

سُبْحَان رَبِّيَ الْأَعْلَى

“Maha suci Rabbku, Dialah yang Maha tinggi.”

Atau membaca doa ini:

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِيْ

“Maha suci Engkau ya Allah dan dengan memujiMu ya Allah, ampunilah saya.”

            Setelah itu engkau berdoa kepada Allah sekehendakmu. Tapi jika engkau membaca doa di bawah ini, seperti yang dicontohkan Nabi r maka sangat bagus. Seperti dalam Hadis:

Dari Aisyah i dia berkata: Adalah Rasulullah SAW bisa membaca dalam sujud Al-Quran (sujud tilawah) pada waktu malam:

((سَجَدَ وَجْهِي لِلَّذِي خَلَقَهُ وَشَقَّ سَمْعَهُ وَبَصَرَهُ بِحَوْلِهِ وَقُوَّتِهِ)).

“”Wajahku bersujud kepada Rabb yang menciptakannya, membelah pendengaran dan penglihatannya. Dengan daya dan kekuatannya semata.” (HR. At-Tirmidzi, no. 580 dengan sanad hasan)

Kemudian tambahkan doa berikut:

((اللَّهُمَّ اكْتُبْ لِي بِهَا عِنْدَكَ أَجْرًا، وَضَعْ عَنِّي بِهَا وِزْرًا، وَاجْعَلْهَا لِي عِنْدَكَ ذُخْرًا، وَتَقَبَّلْهَا مِنِّي كَمَا تَقَبَّلْتَهَا مِنْ عَبْدِكَ دَاوُدَ))

“Ya Allah! Catatlah sujud ini di sisiMu sebagai pahala. Dengannya hilangkan dosa saya. Jadikan ia tabungan amal bagiku di sisiMu. Dan terimalah ia sebagaimana Engkau menerima dari hambaMu Dawud.” (HR. At-Tirmidzi, no. 579)

Kemudian bertakbir ketika hendak bangkit dari sujud. Ini jika terjadi dalam shalat. Tapi jika di luar shalat maka langsung berdiri tanpa takbir dan tanpa salam.

Share This: