cabang iman

Kita semua tentu sudah mendengar sabda Rasulillah shallallahu alaihi wasallam dalam hadis riwayat imam Muslim:

((الإِيمَانُ بِضْعٌ وَسَبْعُونَ أَوْ بِضْعٌ وَسِتُّونَ شُعْبَةً فَأَفْضَلُهَا قَوْلُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَدْنَاهَا إِمَاطَةُ الأَذَى عَنِ الطَّرِيقِ وَالْحـَيَاءُ شُعْبَةٌ مِنَ الإِيمَانِ))

“Iman itu ada tujuh puluh sekian atau enam puluh sekian cabang. Cabang yang paling utamaadalah ucapan Laa ilaaha illallah dan cabang yang paling ringan adalah menghilangkan gangguan dari jalan. Sementara rasa malu adalah satu cabang dari iman.”

Hadis ini sungguh jelas menunjukkan bahwa cabang iman yang paling rendah adalah menghilangkan gangguan dari jalan.

Mari kita perhatikan, betapa banyak kita melihat di jalan-jalan, orang-orang yang menaruh muatannya atau kendaraannya di jalan dengan seenaknya sehingga membuat macet. Atau meletakkan apa pun dari barang pribadinya di fasilitas umum, yang tentu bukan milik kakek buyutnya. Tapi dengan seenaknya ia menumpuk pasirnya misalnya hingga lama, sampai membuat orang lain tidak nyaman.

Ketahuilah saudaraku, itu adalah prilaku orang yang tidak punya iman. Sebab pada Hadis ini Nabi shallallahu alaihi wasallam menegaskan bahwa cabang iman yang paling rendah adalah menghilangkan gangguan dari jalan. Sementara pelaku yang kita lihat, bukannya menghilangkan gangguan dari jalan, tapi malah menutup jalan atau membuat macet jalanan.

Karena itu lihatlah apa yang diberikan Allah kepada seseorang yang menghilangkan gangguan dari jalan. Dalam Hadis riwayat imam Muslim, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

((لَقَدْ رَأَيْتُ رَجُلاً يَتَقَلَّبُ فِى الْـجَنَّةِ فِى شَجَرَةٍ قَطَعَهَا مِنْ ظَهْرِ الطَّرِيقِ كَانَتْ تُؤْذِى النَّاسَ)) [مسلم: 6837]

“Saya melihat seorang lelaki bergelimang nikmat dalam Surga, karena pohon yang dia potong dari tengah jalan, sebelumnya ia mengganggu manusia.”

Mari kita berlomba-lomba menjadi orang yang mempunyai iman….

Share This: