Dzikir dan Doa Sebelum Tidur: Agar Hamba Bahagia Dunia dan Akhirat

10-Dzikir-Dzikir Saat Tidur

Yang diucapkan ketika hendak tidur,

1-Mengumpulkan kedua telapak tangan, lalu meniup keduanya dan membaca surat Al-Ikhlash dan Al-Mu`Awwidzatain (Al-Falaq dan An-Naas). Setelah itu mengusapkannya kepada seluruh tubuh yang mampu untuk diusap. Ia memulai kepala dan wajahnya terlebih dahulu, baru mengusap seluruh anggota tubuh yang bisa diusapnya. Ia melakukan hal ini sebanyak tiga kali.[1]

2-Membaca ayat kursi,[2] yaitu surat ke-255 dari surat Al-Baqarah. Yaitu,

       )اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ لَهُ مَا فِي السَّمَوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضَ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ
الْعَظِيمُ(

     3-Membaca surat Al-Kafirun sampai selesai.[3] Yaitu,

       )قُلْ يَاأَيُّهَا الْكَافِرُونَ، لَا أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ، وَلَا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ، وَلَا أَنَا عَابِدٌ مَا عَبَدْتُمْ، وَلَا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ، لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ( (الكافرون: 1-6)

“Katakanlah: “Hai orang-orang yang kafir, aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah. Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah. Untukmulah agamamu, dan untukkulah, agamaku”.”

4-Membaca dua ayat terakhir dari surat Al-Baqarah.[4] Yaitu ayat 285 dan 286.

)ءَامَنَ الرَّسُولُ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مِنْ رَبِّهِ وَالْمُؤْمِنُونَ كُلٌّ ءَامَنَ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْ رُسُلِهِ وَقَالُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ،
لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ(  (البقرة: 285-286)

“Rasul telah beriman kepada Al Qur’an yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan): “Kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan yang lain) dari rasul rasul-Nya”, dan mereka mengatakan: “Kami dengar dan kami ta`at”. (Mereka berdo`a): “Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali”. Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdo`a): “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri ma`aflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir”.” (Al-Baqarah: 285-286)

5-Nabi r tidak tidur sampai beliau membaca surat As-Sajdah dan tabarokalladzi biyadihil mulku (Al-Mulk).[5]

6-Pernah Nabi r tidak tidur sampai beliau membaca surat
Al-Isra` dan Az-Zumar.[6]

7-Adalah Nabi r tidak tidur sampai beliau membaca
Al-Musabbihat.[7]

Al-Musabbihat adalah surat-surat yang dimulai dengan “Sabbaha Lillaahi”, “Yusabbihu Lillaahi” dan “Sabbihisma Robbika”. Surat-surat itu adalah: Al-Hadid, Al-Hasyr, Ash-Shaff, Al-Jumu`ah, At-Taghabun dan Al-A`la.

8-Mengucapkan,

((بِاسْمِكَ رَبِّ وَضَعْتُ جَنْبِي، وَبِكَ أَرْفَعُهُ، إِنْ أَمْسَكْتَ نَفْسِي فَارْحَمْهَا،[8] وَإِنْ أَرْسَلْتَهَا فَاحْفَظْهَا بِمَا تَحْفَظُ بِهِ عِبَادَكَ الصَّالِحِينَ))[9]

“Dengan menyebut nama-Mu Wahai Rabbku, saya meletakkan sampingku.[10] Dan dengan menyebut nama-Mu pula saya mengangkatnya. Jika Engkau menahan diriku,[11] maka rahmatilah ia. Dan jika Engkau melepasnya kembali[12] maka jagalah ia seperti Engkau menjaga para hamba-Mu yang saleh.”

9-Mengucapkan doa dibawah ini sebanyak tiga kali.

((اَللَّهُمَّ قِنِي عَذَابَكَ يَوْمَ تَبْعَثُ عِبَادَكَ))[13]

“Ya Allah! Jauhkanlah saya dari siksa-Mu saat Engkau membangkitkan para hamba-Mu.”

­10-Mengucapkan,

((بِسْمِكَ اللَّهُمَّ أَمُوْتُ وَأَحْياَ))[14]

“Dengan menyebut nama-Mu ya Allah, saya mati dan hidup.”

11-Mengucapkan,

((الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَطْعَمَنَا، وَسَقَانَا، وَكَفَانَا، وَآوَانَا، فَكَمْ مِمَّنْ لَا كَافِيَ لَهُ وَلَا مُؤْوِيَ))[15]

“Segala puji bagi Allah yang telah memberi kami makan, memberi kami minum, memberi kecukupan kepada kami, dan memberi kami tempat berteduh. Betapa banyak orang yang tidak mendapat Pemberi kecukupan dan tidak pula mendapat Pemberi tempat berteduh.”

12-Mengucapkan,

((اللَّهُمَّ عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ، فَاطِرَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ، رَبَّ كُلِّ شَيْءٍ وَمَلِيكَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ نَفْسِي، وَ مِنْ شَرِّ الشَّيْطَانِ وَشِرْكِهِ، وَأَنْ أَقْتَرِفَ عَلَى نَفْسِيْ سُوْءاً أَوْ أَجُرَّهُ إِلَى مُسْلِمٍ))[16]

“Wahai Allah! Dzat yang mengetahui segala hal gaib dan terlihat, pencipta langit dan bumi, Rabb segala sesuatu dan pemiliknya, saya bersaksi bahwa tiada ilah yang patut diibadahi selain hanya Engkau. Saya berlindung kepada-Mu dari keburukan jiwaku, dan dari keburukan syetan beserta para prajuritnya. Juga berlindung kepada-Mu jangan sampai saya berbuat dosa atau melancarkan (keburukan itu) kepada seorang muslim pun.”

13-Mengucapkan,

((اللَّهُمَّ أَنْتَ خَلَقْتَ نَفْسِي، وَأَنْتَ تَتَوَفَّاهَا، لَكَ مَمَاتُهَا وَمَحْيَاهَا، إِنْ أَحْيَيْتَهَا فَاحْفَظْهَا، وَإِنْ أَمَتَّهَا فَاغْفِرْ لَهَا، اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَافِيَةَ))[17]

“Ya Allah! Engkaulah yang telah menciptakan diriku, dan Engkau pula yang bakal mematikannya. Milik-Mulah kematian dan kehidupannya. Jika Engkau menghidupkannya maka peliharalah, dan jika Engkau mematikannya maka ampunilah. Ya Allah! Saya memohon pada-Mu al-`afiyah (perlindungan dari segala gangguan).”

14-Mengucapkan,

((اللَّهُمَّ رَبَّ السَّمَاوَاتِ السَّبْعِ، وَرَبَّ الْأَرْضِ، وَرَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ، رَبَّنَا وَرَبَّ كُلِّ شَيْءٍ، فَالِقَ الْحَبِّ وَالنَّوَى، وَمُنْزِلَ التَّوْرَاةِ وَالْإِنْجِيلِ وَالْفُرْقَانِ، أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ كُلِّ شَيْءٍ، أَنْتَ آخِذٌ بِنَاصِيَتِهِ، اللَّهُمَّ أَنْتَ الْأَوَّلُ فَلَيْسَ قَبْلَكَ شَيْءٌ، وَأَنْتَ الْآخِرُ فَلَيْسَ بَعْدَكَ شَيْءٌ، وَأَنْتَ الظَّاهِرُ فَلَيْسَ فَوْقَكَ شَيْءٌ، وَأَنْتَ الْبَاطِنُ فَلَيْسَ دُونَكَ شَيْءٌ، اِقْضِ عَنَّا الدَّيْنَ، وَأَغْنِنَا مِنَ الْفَقْرِ))[18]

“Ya Allah! Rabb langit yang tujuh, Rabb bumi, dan Rabb Arsy yang agung. Wahai Rabb kami, dan Rabb segala sesuatu. Pembelah bijian dan biji kurma. Penurun taurat, injil, dan al-furqan. Saya berlindung kepada-Mu dari keburukan segala sesuatu, yang Engkau memegang ubun-ubunnya. Ya Allah! Engkaulah yang maha pertama, tiada sebelummu sesuatupun. Yang maha terakhir, tiada sesudahmu sesuatupun. Yang maha nampak, tiada diatas-Mu sesuatupun. Dan Engkaulah yang maha tersembunyi, tiada dibawah-Mu sesuatupun. Bayarkanlah hutang kami dan jauhkan kami dari kefakiran.”

15-Mengucapkan,

((الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي كَفَانِي، وَآوَانِي، وَأَطْعَمَنِي، وَسَقَانِي، وَالَّذِي مَنَّ عَلَيَّ فَأَفْضَلَ، وَالَّذِي أَعْطَانِي فَأَجْزَلَ، الْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى كُلِّ حَالٍ، اللَّهُمَّ رَبَّ كُلِّ شَيْءٍ وَمَلِيكَهُ، وَإِلَهَ كُلِّ شَيْءٍ، أَعُوذُ بِكَ مِنَ النَّارِ))[19]

“Segala puji bagi Allah yang telah mencukupi (kebutuhan)ku, memberiku tempat berteduh, memberiku makan, memberiku minum, yang memberiku banyak kenikmatan hingga berlebihan, dan yang memberiku banyak pemberian hingga melimpah. Segala puji bagi Allah atas semua keadaan. Ya Allah! Rabb dan pemilik segala sesuatu. Ilah segala sesuatu, saya berlindung kepada-Mu dari neraka.”

16-Mengucapkan,

((بِسْمِ اللهِ وَضَعْتُ جَنْبِيْ، اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي ذَنْبِي، وَأَخْسِئْ شَيْطَانِي، وَفُكَّ رِهَانِي، وَاجْعَلْنِي فِي النَّدِيِّ الْأَعْلَى))[20]

 “Dengan menyebut nama Allah, saya meletakkan tubuhku. Ya Allah! Ampunilah dosaku, jauhkan syetan dariku, bebaskan segala hutangku, dan jadikan saya bersama para malaikat yang dekat dengan-Mu.”

17-Membaca “Subhaanallooh” tiga puluh tiga kali, “Alhamdulillaah” tiga puluh tiga kali, dan “Alloohu Akbar” tiga puluh empat kali.[21]

18-Mengucapkan doa dibawah ini,

((اللَّهُمَّ أَسْلَمْتُ نَفْسِي إِلَيْكَ، وَفَوَّضْتُ أَمْرِي إِلَيْكَ، وَأَلْجَأْتُ ظَهْرِي إِلَيْكَ، رَغْبَةً وَرَهْبَةً إِلَيْكَ، لَا مَلْجَأَ وَلَا مَنْجَا مِنْكَ إِلَّا إِلَيْكَ، آمَنْتُ بِكِتَابِكَ الَّذِي أَنْزَلْتَ، وَبِنَبِيِّكَ الَّذِي أَرْسَلْتَ))[22]

“Ya Allah! Saya serahkan diriku pada-Mu. Saya pasrahkan urusanku pada-Mu. Saya hadapkan wajahku pada-Mu. Dan saya sandarkan punggungku pada-Mu, dengan penuh pengharapan dan ketakutan pada-Mu. Tiada tempat bersandar dan mencari keselamatan kecuali pada-Mu. Saya telah beriman dengan kitab yang Engkau turunkan, juga kepada Nabi yang telah Engkau utus.”

 

Doa saat terbangun di waktu malam

((لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَه،ُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، يُحْيِي وَيُمِيتُ، بِيَدِهِ الْخَيْرُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، سُبْحَانَ اللَّهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ، وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ الْعَظِيْمِ))[23]

“Tiada ilah yang patut diibadahi selain hanya Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya segala kerajaan dan puji. Yang mematikan dan menghidupkan. Di tangan-Nya terdapat semua kebaikan dan Dia Mampu atas segala sesuatu. Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah. Tiada ilah yang patut diibadahi selain hanya Allah, Allah Maha Besar dan tiada daya serta kekuatan kecuali dari Allah yang Maha Agung.”

Kemudian jika dia beristighfar atau berdoa, niscaya dikabulkan doanya. Jika dia bangkit mengambil air wudhu, kemudian terus mengerjakan shalat, pasti shalatnya diterima oleh Allah I.

 

Doa yang diucapkan seseorang ketika tidak bisa tidur di waktu malam.

Yang diucapkan adalah,

((لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ اْلوَاحِدُ الْقَهَّارُ، رَبُّ السَّمَوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَماَ بَيْنَهُماَ الْعَزِيْزُ الْغَفَّارُ))[24]

“Tiada ilah yang patut diibadahi selain hanya Allah yang Maha tunggal dan Maha Perkasa. Pencipta langit bumi, dan apapun diantara keduanya, Yang Maha Perkasa dan Maha pengampun.”

 

Doa ketika terkejut saat tidur, atau merasa ketakutan di waktu malam.

((أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ غَضَبِهِ، وَعِقَابِهِ، وَشَرِّ عِبَادِهِ، وَمِنْ هَمَزَاتِ الشَّيَاطِينِ وَأَنْ يَحْضُرُونِ))[25]

“Saya berlindung dengan kata-kata Allah yang sempurna dari kemurkaan-Nya, siksa-Nya, keburukan hamba-Nya dan dari bisikan syetan, juga saya berlindung jangan sampai mereka mendatangiku.”

 

Ketika Mendapat Mimpi Indah

Yang dilakukan seorang hamba ketika mendapat mimpi indah dalam tidurnya adalah, memuji Allah I atas mimpi itu. Kemudian ia dilarang menceritakannya kepada siapapun, kecuali orang yang ia cintai.[26]

 

Ketika melihat mimpi yang dibenci

Jika melihat mimpi buruk atau mimpi yang kita benci, yang harus dilakukan adalah: Meludah tiga kali ke arah kiri,[27] lalu berlindung kepada Allah dari syetan dan keburukan yang kita lihat sebanyak tiga kali. Kita tidak boleh menceritakan mimpi ini kepada siapapun, dan kita harus merubah posisi tidur kita.[28] Setelah itu sebaiknya kita bangun untuk berwudhu lalu mengerjakan shalat.[29]

 

Ketika bangun malam kemudian keluar rumah.

Yang dilakukan seorang muslim ketika bangun malam, lalu keluar rumah adalah melihat ke langit, kemudian membaca ayat-ayat terakhir dari surat Ali `Imran, ayat 190 sampai 200, yaitu:

)إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَآيَاتٍ لِأُولِي الْأَلْبَابِ، الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَى جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَذَا بَاطِلًا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ، رَبَّنَا إِنَّكَ مَنْ تُدْخِلِ النَّارَ فَقَدْ أَخْزَيْتَهُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ، رَبَّنَا إِنَّنَا سَمِعْنَا مُنَادِيًا يُنَادِي لِلْإِيمَانِ أَنْ ءَامِنُوا بِرَبِّكُمْ فَآمَنَّا رَبَّنَا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَكَفِّرْ عَنَّا سَيِّئَاتِنَا وَتَوَفَّنَا مَعَ الْأَبْرَارِ، رَبَّنَا وَءَاتِنَا مَا وَعَدْتَنَا عَلَى رُسُلِكَ وَلَا تُخْزِنَا يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِنَّكَ لَا تُخْلِفُ الْمِيعَادَ، فَاسْتَجَابَ لَهُمْ رَبُّهُمْ أَنِّي لَا أُضِيعُ عَمَلَ عَامِلٍ مِنْكُمْ مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى بَعْضُكُمْ مِنْ بَعْضٍ فَالَّذِينَ هَاجَرُوا وَأُخْرِجُوا مِنْ دِيَارِهِمْ وَأُوذُوا فِي سَبِيلِي وَقَاتَلُوا وَقُتِلُوا لَأُكَفِّرَنَّ عَنْهُمْ سَيِّئَاتِهِمْ وَلَأُدْخِلَنَّهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ ثَوَابًا مِنْ عِنْدِ اللَّهِ وَاللَّهُ عِنْدَهُ حُسْنُ الثَّوَابِ، لَا يَغُرَّنَّكَ تَقَلُّبُ الَّذِينَ كَفَرُوا فِي الْبِلَادِ، مَتَاعٌ قَلِيلٌ ثُمَّ مَأْوَاهُمْ جَهَنَّمُ وَبِئْسَ الْمِهَادُ، لَكِنِ الَّذِينَ اتَّقَوْا رَبَّهُمْ لَهُمْ جَنَّاتٌ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا نُزُلًا مِنْ عِنْدِ اللَّهِ وَمَا عِنْدَ اللَّهِ خَيْرٌ لِلْأَبْرَارِ، وَإِنَّ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ لَمَنْ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَمَا أُنْزِلَ إِلَيْكُمْ وَمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِمْ خَاشِعِينَ لِلَّهِ لَا يَشْتَرُونَ بِآيَاتِ اللَّهِ ثَمَنًا قَلِيلًا أُولَئِكَ لَهُمْ أَجْرُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ اللَّهَ سَرِيعُ الْحِسَابِ، يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اصْبِرُوا وَصَابِرُوا وَرَابِطُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ( (آل عمران: 190-200)

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka. Ya Tuhan kami, sesungguhnya barangsiapa yang Engkau masukkan ke dalam neraka, maka sungguh telah Engkau hinakan ia, dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolongpun. Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami mendengar (seruan) yang menyeru kepada iman (yaitu): “Berimanlah kamu kepada Tuhan-mu”, maka kamipun beriman. Ya Tuhan kami ampunilah dosa-dosa kami dan hapuskanlah kesalahan-kesalahan kami, dan wafatkanlah kami beserta orang-orang yang berbakti. Ya Tuhan kami, berilah kami apa yang telah Engkau janjikan kepada kami dengan perantaraan rasul-rasul Engkau. Dan janganlah Engkau hinakan kami di hari kiamat. Sesungguhnya Engkau tidak menyalahi janji.” Maka Tuhan mereka memperkenankan permohonannya (dengan berfirman), “Sesungguhnya Aku tidak menyia-nyiakan amal orang-orang yang beramal di antara kamu, baik laki-laki atau perempuan, (karena) sebagian kamu adalah turunan dari sebagian yang lain. Maka orang-orang yang berhijrah, yang diusir dari kampung halamannya, yang disakiti pada jalan-Ku, yang berperang dan yang dibunuh, pastilah akan Ku-hapuskan kesalahan-kesalahan mereka, dan pastilah Aku masukkan mereka ke dalam surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya sebagai pahala di sisi Allah. Dan Allah pada sisi-Nya pahala yang baik.” Janganlah sekali-kali kamu terpedaya oleh kebebasan orang-orang kafir bergerak di dalam negeri. Itu hanyalah kesenangan sementara, kemudian tempat tinggal mereka ialah Jahannam; dan Jahannam itu adalah tempat yang seburuk-buruknya. Akan tetapi orang-orang yang bertakwa kepada Tuhan-nya bagi mereka surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya, sedang mereka kekal di dalamnya sebagai tempat tinggal (anugerah) dari sisi Allah. Dan apa yang di sisi Allah adalah lebih baik bagi orang-orang yang berbakti. Dan sesungguhnya di antara ahli kitab ada orang yang beriman kepada Allah dan kepada yang diturunkan kepada kamu juga yang diturunkan kepada mereka sedang mereka berendah hati kepada Allah dan mereka tidak menukarkan ayat-ayat Allah dengan harga yang sedikit. Mereka memperoleh pahala di sisi Tuhan-nya. Sesungguhnya Allah amat cepat perhitungan-Nya. Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu beruntung.” (Ali `Imran: 190-200)

 


[1]HR. Al-Bukhari no, 5017 dan Muslim no, 2192 dari Aisyah radhiyallahu anha.

[2]HR. Al-Bukhari no, 2311 dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu.

[3]Sahih Abu Dawud no, 5055 dan sahih al-jami` no, 1161 dari Urwah bin Naufal dari ayahnya radhiyallahu anhu.

[4]HR. Al-Bukhari no, 5008 dan Muslim no, 808

[5]Sahih tirmidzi no, 2892, 3404 dan sahih al-jami` no, 6472 dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu anhuma.

[6]Sahih Tirmidzi no, 4920 dan silsilah sahihah no, 641 dari Aisyah radhiyallahu anha.

[7]Sahih Tirmidzi no, 3406.

[8]Dalam buku asli yang arab dengan lafadh “Faghfir laha”, disini kami tulis dengan “farhamha”, karena menurut riwayat yang kami temukan dalam hadits adalah “farhamha”. Allahu a`lam.

[9]HR. Al-Bukhari no, 7393 dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu.

[10]Kata “Janb” disini kami artikan dengan samping, karena rasulullah ketika tidur, beliau meletakkan samping kanannya di bagian bawah, sedangkan samping kirinya di bagian atas, sambil beralas pada tangan kanan.

[11]Maksudnya menahannya dalam genggaman tangan Allah. Jika demikian berarti nyawa sang hamba tidak kembali ke raganya dan wafatlah ia.

[12]Melepasnya kembali adalah mengembalikan nyawa tersebut ke raga orang yang tidur, sehingga ia bisa bangun kembali.

[13]sahih Abu Dawud no, 5045, sahih tirmidzi no, 3398, sahih Ibnu Majah no, 3141 dan as-sahihah no, 2754 dari Hudzaifah dan Bara` bin Azib radhiyallahu anhuma.

[14]HR. Al-Bukhari no, 6312 dari Hudzaifah bin al-Yaman radiyallahu anhu. Lihat pula, sahih Abu Dawud no, 5049 dan sahih tirmidzi no, 3417

[15]HR. Muslim no, 2715 dari Anas bin malik radhiyallahu anhu.

[16]Sahih Abu Dawud no, 5076 dan sahih tirmidzi no, 3392 dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu.

[17]HR. Muslim no, 2712 dari Abdullah bin Umar radhiyallahu anhu.

[18]HR. Muslim no, 2713 dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu.

[19]Sahih Abu Dawud no, 5058

[20]Sahih Abu Dawud no, 5054 dari Azhar Al-Anmari radhiyallahu anhu.

[21]HR. Al-Bukhari no, 3705, 5362 dari Ali bin Abi Thalib radhiyallahu anhu.

[22]HR. Al-Bukhari no, 6313 dan Muslim no, 2710 dari Bara` bin `Azib radhiyallahu anhu.

[23]HR. Al-Bukhari no, 1154. lihat pula, sahih tirmidzi no, 3414

[24]Sahih al-jami` no, 4569 dan as-sahihah no, 2066

[25]Sahih Abu Dawud no, 3893, sahih tirmidzi no, 3528 dan sahih al-jami` no, 714

[26]HR. Al-Bukhari no, 6985 dari Abu Said Al-Khudriy radhiyallahu anhu.

[27]HR. Al-Bukhari no, 5747 dan Muslim no,   2261 dari Abu Qatadah radhiyallahu anhu.

[28]HR. Muslim no, 2262 dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu anhuma.

[29]HR. Muslim no, 2263 dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu.

Share This: