Jin Qarin

Selama ini kebanyakan orang meyakini bahwa yang selalu mendampinginya di mana pun dan kapan pun adalah jin qarin. Tidaklah ia melakukan apa pun, kecuali jin qarin ada di sampingnya. Dan tidaklah pergi ke mana pun kecuali jin qarin juga selalu mengikutinya.

Saudara… saya katakan: Memang keyakinan ini ada benarnya. Tapi tidak harus seperti itu. Karena yang mengikuti kita bukan hanya jin qarin. Tapi juga Malaikat. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

((مَا مِنْكُمْ مِنْ أَحَدٍ إِلَّا وَمَعَهُ قَرِيْنُهُ مِنَ الْمَلَائِكَةِ وَمِنَ الْجِنِّ))، قَالُوْا: وَأَنْتَ يَا رَسُوْلَ اللهِ؟ قَالَ: ((وَأَنَا إِلَّا أَنَّ اللهَ أَعَانَنِيْ عَلَيْهِ فَأَسْلَمَ فَلَا يَأْمُرُنِيْ إِلَّا بِخَيْرٍ)) [رواه أحمد، رقم: 3591]

“Tiada seorang pun dari kalian kecuali bersamanya ada pendamping dari Malaikat dan dari jin.” Para sahabat bertanya: “Bahkan anda sekali pun wahai Rasulullah?” beliau menjawab: “Bahkan saya sekalipun. Hanya saja Allah membantu saya mengalahkan jin itu maka dia pun masuk Islam, sehingga tidak memerintahku kecuali yang baik.” (HR. Ahmad, no. 3591)

Dari Hadis ini kita bisa menangkap dengan jelas, bahwa setiap orang ada pendampingnya, baik dari bangsa Malaikat atau pun bangsa jin. Jadi seharusnya, kita juga harus meyakini bahwa di samping ada jin qarin yang mengikuti kita, sesungguhnya Malaikat juga mengikuti kita.

Hanya saja, semua urusan ini kembali kepada masing-masing kita. Dalam artian, kitalah yang bisa memperbesar unsur jin qarin atau memperbesar unsur Malaikat. Jika kita senantiasa mengerjakan amal shalih, senantiasa istighfar, menghindari maksiat dan dosa dengan segala macamnya, selalu mengerjakan shalat tepat waktu, selalu berdzikir termasuk wirid harian dan dzikir pagi petang, maka Malaikatlah yang bakal mendominasi dan jin qarin menjadi sangat kecil atau hampir tidak ada kekuatan sedikit pun.

Sebaliknya, jika kita rajin bermaksiat, malas mengerjakan shalat berjamaah, ketika shalat tidak khusyu’, banyak melihat yang haram, banyak makan barang haram, pacaran, dan mengerjakan dosa serta maksiat apa pun bentuknya, maka tentu yang paling mendominasi dalam diri kita adalah jin qarin ini.

Salah satu dalil bahwa jin menjadi sangat lemah karena dzikir adalah Hadis Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam berikut. Dari Abul Maliih dia berkata:

كُنْتُ رَدِيْفَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَعَثَرَتْ دَابَّةٌ، فَقُلْتُ: تَعِسَ الشَّيْطَانُ، فَقَالَ: ((لَا تَقُلْ تَعِسَ الشَّيْطَانُ، فَإِنَّكَ إِذَا قُلْتَ ذَلِكَ تَعَاظَمَ حَتَّى يَكُوْنَ مِثْلَ الْبَيْتِ، وَيَقُوْلُ: بِقُوَّتِيْ، وَلَكِنْ قُلْ: بِسْمِ اللهِ، فَإِنَّكَ إِذَا قُلْتَ ذَلِكَ تَصَاغَرَ حَتَّى يَكُوْنَ مِثْلَ الذُّبَابِ)) [سنن أبي داود، رقم الحديث: 4982]

Saya pernah dibonceng di belakang Nabi shallallahu alaihi wasallam. Kemudian ada satu kendaraan yang terpeleset. Saya pun berkata: “Kurang ajar setan itu.” Beliau pun bersabda: “Jangan ucapkan: kurang ajar setan. Jika engkau mengatakannya, niscaya Setan menjadi besar hingga seperti rumah dan berkata: Demi kekuatanku. Tapi katakan: Bismillah. Sesungguhnya jika engkau mengatakannya, Setan menjadi kecil hingga seperti lalat.” (Sunan Abi Dawud, no. 4982)

Pesan moral:
Mari kita memperbanyak ketaatan kepada Allah dan menghindari segala bentuk maksiat, agar Malaikat senantiasa mengerumuni kita dan Setan-Setan serta jin qarin, mengecil dan jauh dari kita.

Share This: