Pengetahuan tentang Islam adalah bukti seorang hamba dicintai Allah.

كيف يحبني ربي

((إِنَّ اللهَ قَسَّمَ بَيْنَكُمْ أَخْلَاقَكُمْ كَمَا قَسَّمَ بَيْنَكُمْ أَرْزَاقَكُمْ، وَ إِنَّ اللهَ يُعْطِي الدُّنْيَا مَنْ يُحِبُّ وَمَنْ لاَ يُحِبُّ، وَلَا يُعْطِي الْإِيْمَانَ إِلَّا مَنْ أَحَبَّ، فَمَنْ ضَنَّ بِالْمـَالِ أَنْ يُنْفِقَهُ وَخَافَ الْعَدُوَّ أَنْ يُجَاهِدَهُ وَهَابَ اللَّيْلَ أَنْ يُكَابِدَهُ، فَلْيُكْثِرْ مِنْ قَوْلِ: سُبْحَانَ اللهِ، وَالْحَمْدُ لِله وَلاَ إِلَهَ إِلَّا اللهُ، وَاللهُ أَكْبَرُ))

“Sesungguhnya Allah membagi akhlaq di antara kalian sebagaimana membagi rizqi. Dan Allah memberikan dunia kepada siapa pun yang Dia cintai dan tidak Dia dicintai. Tapi Dia memberikan iman (agama) hanya kepada orang yang dicintaiNya. Barangsiapa sulit menginfakkan harta, takut dalam berjihad melawan musuh, dan sulit melakukan shalat malam hendaknya memperbanyak ucapan: Subhaanallahi walhamdulillah, walaa ilaaha illallahu, wallahu akbar.”

 

Hadis ini sahih tapi bukan riwayat Muslim. Ia diriwayatkan oleh Al-Baihaqi dalam Syuabul iman, 1/348-349, Al-Bukhari dalam Al-Adab Al-Mufrad, no. 275, dan disahihkan Al-Albani dalam As-Silsilah Ash-Sahihah, 6/213, no. 2714

Untuk mengetahui lebih detail silakan merujuk web berikut:

http://fatwa.islamweb.net/fatwa/index.php?page=showfatwa&Option=FatwaId&Id=134163

 

Syarah Hadis:

 

Hadis ini senada dalam riwayat Al-Bukhari bahwa Rasulillah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

((مَنْ يُرِدِ اللهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّينِ))

“Barangsiapa yang Allah menghendaki kebaikan (Surga) baginya maka dia dijadikan faqih (paham) tentang urusan Agama.” (HR. Al-Bukhari, no. 71 dan Muslim, no. 1037)

Syaikh Ibnul Utsaimin rahimahullah berkata:

هذا الحديث يدل بوضوح إن كثرة الدنيا وتنعيم العيش بها ليس علامة على أن الله يحبه فإن الله يعطي الدنيا من يحب ومن لا يحب وهاهم الكفار يتمتعون بما يتمتعون به من الدنيا وهم أعداء الله وموضع سخطه وبغضه ولكن العلامة لمحبة الله للعبد هو الدين الذي يلتزم به العبد شرائع الله في عباداته ومعاملاته وآدابه وأخلاقه

Hadis ini menunjukkan secara tegas bahwa banyaknya dunia dan hidup yang penuh kemewahan bukan pertanda bahwa Allah mencintai seorang hamba.  Karena Allah memberikan dunia kepada siapa pun yang Dia cintai dan tidak Dia cintai. Lihatlah kondisi orang-orang kafir. Mereka berpuas-puas dengan dunia padahal mereka adalah musuh Allah, serta orang yang dimurkai dan dibenciNya.

Tapi tanda kecintaan Allah kepada hamba adalah agama. Dalam arti: Jika seseorang senantiasa berpegang kepada agama dalam menjalankan ibadah, muamalah, adab, dan akhlaqnya.”

 فإذا رأيت الرجل ذا دين فإن الله يحبه لأن الله تعالي لا يعطي الدين إلا من يحب قال الله عز وجل

Karena itu jika anda melihat seseorang mempunyai agama, maka itu pertanda Allah mencintainya. Karena Allah tidak memberikan agama kecuali kepada siapa pun yang Dia cintai. Dia berfirman:

{قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ } [آل عمران: 31]

“Katakanlah: ‘Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah maka ikutilah saya (Nabi Muhammad). Niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu’. Allah Maha pengampun lagi Maha penyayang.” (QS. Ali Imran: 31)

Lihat: Adh-Dhiya’ Al-Laami’ min Al-Khutab Al-Jawami’, Syaikh Ibnul Utsaimin, 3/205

 

 [youtube=http://www.youtube.com/watch?v=41fDmfVZI9g&feature=player_detailpage]

 

Share This: