Bahaya makan berlebihan

gendut

عن المقدام بن معد يكرب قال: سمعتُ رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول: (ما ملأ آدميٌّ وعاءً شرًّا من بطن، بحسب ابن آدم أكلات يُقمن صلبَه، فإن كان لا محالة، فثُلثٌ لطعامه، وثلثٌ لشرابه، وثلثٌ لنفَسِه) رواه أحمد والترمذي والنسائي وابن ماجه، وقال الترمذي: “حديث حسن“.

Dari Miqdam bin Ma’dikarib ia berkata: aku mendengar Rosululloh SAW bersabda: “Tidaklah bani adam mengisi suatu wadah yang lebih buruk dari perut, cukuplah bagi bani adam beberapa suap yang dapat menegakkan sulbinya. Jika ia harus makan lebih dari itu, maka bolehlah sepertiga untuk makanannya, sepertiga untuk minumnya, dan spertiga untuk nafasnya.” HR. Ahmad, Attirmidzi, Annasa’i, dan Ibnu Majah. Attirmidzi berkata: ini hadits hasan.

“Wahai anak cucu Adam, pakailah pakaianmu yang bagus-bagus pada setiap (memasuki) masjid. Makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan. Seseunguhnya Allah tidak menyukai sesuatu yang berlebihan.”(Q.S Al A’raf(7): 13).

Perut nabi itu berbentuk (six pack)
Dari Ummu Hani, ia menuturkan, “Saya tidak melhat bentuk perut Rasulullah kecuali saya ingat lipatan kertas-kertas yang digulung antara satu dengan yang lain.” (HR. Ath-Thabarani) dalam riwayat lain: “perutnya bagai batu-batu yang bersusun”

Dari Al-Hasan, dari Hindi, ia berkata, “Rasulullah itu berdada lebar. Antara perut dan dada berukuran sama.” (HR. Ath-Thabarani dan Az-Zabidi)

Makanan adalah sumber utama energi tubuh, akan tetapi makanan juga bisa menjadi racun untuk tubuh jika kita tidak mampu menjaga kualitas dan porsinya. Makan secara berlebihan berawal dari pola hidup yang tidak sehat, yang pada akhirnya akan mengundang datangnya berbagai macam jenis penyakit berbahaya.

Berikut adalah resiko penyakit dari makan berlebih:

1. Kegemukan: Bisa dialami oleh orang dewasa dan anak-anak, umumnya terjadi karena ketidakmampuan untuk mengontrol nafsu makan. Makanan yang dikonsumsi sudah lebih dari cukup dan tubuh tidak memerlukannya lagi. Akhirnya zat-zat yang terkandung dalam makanan tidak mampiu dimanfaatkan secara maksimal oleh tubuh dan menumpuk menjadi lemak.
Obesitas ini dapat berperan sebagai media datangnya penyakit terhadap tubuh, misalnya jantung koroner penyakit ini disebabkan terhambatnya aliran darah yang menuju kejantung akibat pembuluh darah tersumbat oleh lemak. Diabetes melitus tipe 2, berdasarkan data 80-90% penderita dibetes mellitus tipe 2 adalah penderita obesitas.

2. Kencing manis: Fungsi pankreas adalah menghasilkan hormon insulin untuk membawa gula dalam darah masuk ke dalam sel-sel tubuh menjadi energi. Pola makan yang tidak terkontrol, bisa menyebabkan kadar gula yang melonjak dan gangguan pada pankreas.

3. Kolesterol meningkat: Risiko menderita penyakit kolesterol tinggi meningkat, sehingga memungkinkan seseorang terserang darah tinggi, serangan jantung, maupun stroke di usia muda.

4. Asam urat tinggi: Makan berlebihan terutama yang mengandung zat purin tinggi (hidangan laut, cokelat, daging merah, dll) bisa meningkatkan asam urat. Asam urat yang tinggi bisa mempengaruhi fungsi organ ginjal dan penyebab jantung koroner (penyempitan pembuluh darah kecil yang memasok darah dan oksigen ke jantung).

5. Gangguan pencernaan: Berbagai macam keluhan pencernaan seperti mual, diare, dan sembelit sering dialami oleh mereka yang memiliki pola makan berlebihan, karena makanan yang dikonsumsi hanya mengandung karbohidrat tinggi, tetapi sedikit mengandung vitamin dan serat yang diperlukan dalam proses pencernaan.

6. Radang lambung: Kapasitas lambung orang dewasa umumnya berkisar antara 1-1,5 liter (tergantung dari ras dan tinggi badan seseorang). Ketika seseorang makan secara berlebihan dan lambung dipaksa menampung makanan di luar batas kemampuan, maka lambung dapat mengalami peradangan akibat luka-luka yang disebabkan oleh kelebihan makanan.

Poin 1 sampai 6 di atas adalah penyakit-penyakit yang disebabkan karena berlebihan dalam hal makan. Pantaslah jika  alharits bin kaldah, seorang dokter muslim yang hidup pada zaman Rosul dan Abu Bakar berkata:

“الْمَعِدَةُ بَيْتُ الدَّاءِ وَالْحِمْيَةُ رَأْسُ الدَّواءِ”

“Perut adalah rumah penyakit, dan sedikit makan adalah pokok obat”

7. Menimbulkan rasa malas: Apabila makan yang terlalu berlebihan maka tubuh juga cenderung akan malas dalam melakukan aktifitas. Bahkan kita sendiri sering merasakan bahwa jika perut sudah terisi maka akan terasa mengantuk, sehingga malas dalam beraktifitas.

Ada sebuah perkataan yg disandarkan kepada Umar bin Khottob  (akan tetapi ada yg mengatakan riwayat ini tidak valid):

قال عمر رضي الله عنه:”إياكم و البطنة، فإنها مفسدة للجسم، مورثة للسقم، مكسلة عن الصلاة، و عليكم والقصد فإنه أصلح للجسد، و أبعد عن السرف، و إن الله تعالى ليبغض الحبر السمين” رواه أبو نعيم.

“Hindarilah oleh kalian terlalu kenyang, sesungguhnya itu merusak tubuh, mewariskan penyakit, membuat malas sholat. Dan hendaklah kalian makan secukupnya, karena itu lebih baik bagi tubuh, jauh dari berlebih-lebihan. Sesungguhnya Alloh tidak menyukai orang berilmu tetapi gendut.”

 

Share This: