Perpisahan

فراق

Kita tidak mampu mengubah masa lalu…

Juga tidak mampu melukis masa depan…

Kalau begitu mengapa kita harus bunuh diri dengan banyak menyesal… terhadap sesuatu

yang kita tidak mampu mengubahnya?

Hidup sangat sebentar, tapi tujuannya banyak…

Maka lihatlah ke langit.. jangan lihat ke tanah.

Jika semua jalan menjadi buntu, maka menghadaplah kepada Rabb yang membuka semua jalan buntu…

Katakan: Al-Hamdulillah terhadap segala sesuatu yang menimpa..

Kapal Titanic, diciptakan ratusan orang

Sementara kapal Nabi Nuh hanya diciptakan satu orang saja.

Yang pertama tenggelam sementara yang kedua membawa umat manusia.

Ingatlah… taufiq itu datangnya hanya dari Allah ta’ala.

Kita bukan penduduk asli bumi ini…

Karena kita semua akan kembali ke Surga.

Sebagaimana tempat asal bapak kita “Adam”…

Pada asalnya tinggal di Surga… jadi kita tinggal di sini hanyalah sementara.

Hanya untuk menjalani ujian yang tidak lama.. setelah itu kita langsung kembali.

Karena itu, gigihlah dalam beramal sekuat tenagamu… untuk bergabung dengan kafilah orang-orang shalih.

Yang akan kembali ke tanah air yang indah nan luas.

Sungguh, jangan sia-siakan waktumu dalam planet yang sempit ini…

Ketahuilah… perpisahan itu bukan ketika melakukan safar.

Bukan pula ketika tidak saling cinta.

Bahkan kematian pun bukan perpisahan…

Karena kita semua akan berkumpul di Akhirat.

Perpisahan adalah:

Jika seorang dari kita berada di Surga…sementara yang lain ada di Neraka.

Semoga Allah menjadikan saya dan anda semua, penghuni SurgaNya.

Ketahuilah! Amarah itu awalnya kegilaan, dan akhirannya penyesalan.

Lisan tidak punya tulang, tapi bisa membuat ribuan nyawa melayang.

Hidup tidak lain adalah cerita yang sangat singkat..

Dari tanah… di atas tanah… kemudian ke dalam tanah..

Setelah itu hisab (perhitungan), lalu pahala atau siksaan.

Nikmati hidup anda, agar menjadi makhluk Allah yang paling bahagia…

Allah berfirman: “Jika kalian bersyukur, niscaya akan Ku tambah untuk kalian.”

Ya Allah! bagiMu segala puji yang sebanding dengan keagungan wajah dan mulianya keagunganMu.

(Dr. Aidh Al-Qarni)

Share This: