Ruqyah tidak ngaruh sama sekali

 

Ada seorang pasien terkena gangguan jin berkata:

“Saya loh sudah diruqyah tapi tidak ngefek. Jin tetap kembali lagi dalam tubuhku. Peruqyahnya kalah sakti dengan jinnya.”

Saya jawab:

Itu ngaco. Tidak mungkin Al-Quran kalah dengan jin. Al-Quran kalau dibacakan kepada gunung saja bisa hancur (QS. 59/21), masak manusia yang lembek dan jin yang hanya seperti itu, tidak bisa dikalahkan. Mengapa tidak ngefek? Karena banyak kemungkinan. Di antaranya:

  1. Untuk kesembuhan harus dari dua pihak. Selain peruqyah juga pasien yang diruqyah. Kalau satu pihak saja maka ruqyah tidak semanjur biasanya. Kalau peruqyahnya ahli tauhid, tapi pasien tidak mau meninggalkan syirik, klenik dan kebiasaan buruk lainnya, maka ruqyah tidak akan berpengaruh sama sekali.

  2. Kemungkinan lainnya, ruqyah kurang lama dan kurang sering. Ingat, ada sahabat yang meruqyah dengan al fatihah, hingga tiga hari berturut-turut. Itupun setiap pagi dan petang. Dan yang dibaca adalah Al-Fatihah antara lima hingga tujuh kali. Seperti dijelaskan dalam sunan Abi Dawud, no. 3898. Bayangkan, Anda datang ke dokter, apakah dokter hanya memberi satu butir pil saja, dan diminum hanya dalam sehari saja?! Tentu tidak. Maka seperti itu pula ruqyah. Ketahuilah! Gangguan jin, ada yang sudah lama dan berjalan puluhan tahun. Ada pula yang baru menempel, dan itu sangat beda kasus serta penyembuhannya.

  3. Karena sang pasien gemar melakukan maksiat. Habis diruqyah, kemudian melakukan maksiat, tentu jin langsung masuk. Ingat, jin bisa masuk dalam tubuh manusia dengan sekedar makan tanpa membaca bismillah. Bisa masuk tubuh manusia dengan sekedar makan dengan tangan kiri. Bisa masuk dalam tubuh dengan sekedar tidak menutup mulut saat menguap. Maka bagaimana kalau pasien berzina, melihat porno, minum khamar, atau melakukan kemaksiatan yang lain. Sudah barang tentu, jin langsung masuk dan malah tambah kuat. Karena kuatnya jin adalah dengan maksiat dan lemahnya jin adalah dengan ketaatan kepada Allah.

Inilah jawaban saya. Jadi intinya tidak ada jin yang sakti atau kuat. Pasti ada salah satu dari tiga kemungkinan di atas, maka camkan. Jangan bilang Al-Quran tidak mujarab, jangan bilang kalau jinnya lebih sakti. Tapi lihat dirimu. Sudah benar belum selama ini. Jangan-jangan masih bergelimang dosa. Jangan-jangan masih bolong shalatnya. Jangan-jangan buruk hubungannya dengan orang tua. Jangan-jangan suka minum khamar. Dan lain sebagainya. Wallaahu a’lam.

Share This: