Selamat natal

By: Ust. Hasan Al-Jaizy

Funny how…

Kita boleh mengucapkan “Selamat Natal” pada orang-orang kafir itu, selama kita tidak meyakini kebenaran natal itu dan isinya.

berarti:

Kita juga boleh mengikuti tradisi khusus agama mereka, selama kita tidak meyakini kebenaran tradisi agama tersebut. (Selamat Natal merupakan tradisi mereka)

berarti:

Kita juga boleh ikutan mereka masuk ke lubang biawak -misalnya-, selama kita tidak meyakini itu memang lubang biawak.

Minimal:

Ketika ada seorang pezina akan berzina, kita tidak masalah mengatakan ‘selamat berzina yaa’, selama kita tidak meyakini bahwa berzina itu benar.

Oh ya, bagaimana jika yang dizinahi adalah ibumu sendiri?

Oh ya, bagaimana jika yang dihina dalam agama Kristen adalah Tuhanmu sendiri?

Kecemburuanmu masihkah ada? Atau memang lagi-lagi kita menemukan tukang diskusi yang sekadar menambah wacana, maklumat dan teori mirip orang liberal itu?

Funny how…

How could it be fun?

Share This: