keluarga syiah lebih baik dari keluarga Rasulullah SAW

Kiriman dari anggota grup masjid alirsyad 1 :
♥SANG HABIB SUKSES MENYADARKAN SYIAH

Saya punya teman seorang habib yg ternyata juga merasa prihatin thd gerakan syiah dewasa ini.
Baru-baru ini beliau kedatangan tamu seorang teman dari kota Pasuruan yg lama tak jumpa, konon dulunya ia sunni tapi kini diketahui menjadi Syiah. Terjadilah dialog antara ke2nya sebagai berikut:

HABIB:
Apa kabar Antum dan keluarga? Dan dimana Antum sekarang?

SYI’I:
Bikhoir Bib, ana sekarang di Pasuruan, keluarga semua ala kulli hal, mabsuthin. Alhamdulillah Bib, ana bersyukur dikaruniai Allah keluarga yg baik2. Dapat isteri shalihah kalo emas sih 24 karat, mertua ana juga masyaallah.

HABIB:
Alhamdulillah ya, anak Antum berapa?

SYI’I:
Tiga Bib, dan ketiganya juga sudah nikah dan ana pun dapat menantu2 yang luar biasa akhlak…..shollallahu ala Muhammad wa aalih.

HABIB:
Luar biasa ya, kalo begitu Antum ini lebih hebat dari Rasulullah saw…..

SYI’I:
Apa Bib? Astaghfirullahaladzim, jangan begitu Bib, Allahumma sholli ala Muhammad wa aalih! Yang bener ’ammi…. , ana dibanding Rasulullah?…. Sholli alaih, sholli alaih wa aalih…!

HABIB:
Kenapa enggak ya Akhi….Bukankah keluarga Antum ideal. Antum bisa dapat isteri yang shalihah, mertua dan besan2 serta menantu2 yang tidak ada cela, semuanya masyaAllah istimewa.
Sementara Rasulullah saw. mendapatkan isteri2 yg jahat (Aisyah dan Hafshah) , mertua2 yg murtad khianat (Abubakar dan Umar), menantu yg murtad juga khianat (Ustman)….dst…

Seketika sang teman yg Syi’i itu pun terhenyak dan terpaku oleh jurus dakwah sang Habib yg cerdas diplomatis namun tetap santun itu.

Singkat cerita, teman syi’i itu pun mulai sadar akan kesalahannya seraya merunduk sambil terus beristighfar dan bershalawat, ia pun akhirnya kembali ke jalan ahlussunnah wal jama’ah. Allahu Akbar………

(Seperti dituturkan kpd sy, IB.)

Share This:

  • al faqir ila Rahmati Rabbih

    Sebenarnya ana juga punya pengalaman yang sama, menghadapi seorang Habib yang ana tdk jelas apakah dia syi’ah atau tidak. Tapi keluarganya banyak yang syi’ah. Ana bercerita sama dia bahwa ana dulu pernah baca buku judulnya Fathimah Azzahro, karangan Hamid Bin Gholib. Dalam buku itu berceritera mengenai tanah Fadaq. Tanah itu dimiliki Rasulullah hasil dari rampasan perang Khaibar sampai Beliau meninggal dunia. Ada satu hukum Allah swt. bahwa semua Nabi tidak mendapatkan warisan dan pula tidak mewariskan hartanya. Oleh karena itu oleh khalifah Abubakar ra. tanah tsb diambil negara. Diceriterakan dalam buku itu bahwa Ali dan Fatimah marah dan terjadi percekcokan yang hebat. Saya heran informasi ini kok lain dengan yang diajarkan Abah. Kemudian saya tanyakan kepada Abah mengenai hal ini. Abah langsung mengambil buku itu dan dibakar. Kemudian Abah menjelaskan mengenai hal ini. Ana disuruh merenungkan siapa sosok Fathimah, Ali dan Abubakar. Mereka itu adalah manusia manusia yang sdh dijamon masuk jannah. Dihadapannya sdh terlihat apa Jannah itu, sehingga terlihat dunia ini tdk ada harganya dihadapan mereka apalagi sebidang tanah Fadaq. Fathimah dan Ali sosok keluarga yang kehidupannya paling sederhana di Madinah padahal kalau Beliau mau jadi orang terkaya di Madinah bisa aja, tapi tidak mau. Beliau sdh mengimpikan Jannah. Abubakar adalah seorang milyarder di Madinah. Tapi semua hartanya diinfakkan utk sabilillah. Kata Abah, mereka ini bukan mau membela Fathimah dan Ali. Tetapi mereka telah menghina beliau. Dianggap Beliau adalah orang yang materialis. Tampaknya sadar setelah saya ceriterakan itu. Mungkin dengan jalan demikian kita bisa menyadarkan mereka.

    Balasan dari pak Abdurrahman Baraja