KEUTAMAAN SURAT AL MULK

surat al mulk

Segala puji bagi Allah, dan shalawat beriring salam semoga senantiasa terlimpahkan atas Rasulillah shallallahu alaihi wasallam, keluarga, dan para sahabat. Amma ba’du:


Untuk keutamaan surat Al-Mulk, banyak Hadis yang menjelaskan bahwa ia bisa memberi syafaat bagi pembacanya, juga menyelamatkannya dari azab kubur. Secara lahir, Allahu a’lam, syafaat ini didapat oleh orang-orang membutuhkannya dari mereka yang mempunyai dosa dan maksiat.


Dikatakan: surat Al Mulk ini menghalangi pelaku dari perbuatan maksiat yang mendatangkan azab kubur. disebutkan dalam Hadis bahwa Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda:


سُوْرَةُ تَبَارَكَ هِيَ الْمَانِعَةُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ. رواه الحاكم، وقال: صحيح الإسناد ـ ووافقه الذهبي.

“Surat Tabaarak, dia menghalangi dari azab kubur.” (HR. Al-Hakim, dia berkata: Sahih sanadnya dan disetujui oleh Adz-Dzahabi)


Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu dari Nabi shallallahu alaihi wasallam beliau bersabda:


إِنَّ سُوْرَةً فِي الْقُرْآنِ ثَلَاثُوْنَ آيَةً شَفَعَتْ لِرَجُلٍ حَتَّى غُفِرَ لَهُ، وهي: تبارك الذي بيده الملك. رواه أبو داود والترمذي، وحسنه الألباني.

“Ada satu surat dalam Al Quran, ia berjumlah tiga puluh ayat. Ia memberi syafaat kepada seserang hingga diampuni. Ia adalah surat: Tabaarakalladzi biyadihil mulk.” (HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi, dan dihasankan Al-Albani)

Dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu anhu dia berkata:


يُؤْتَى الرَّجُلُ فِيْ قَبْرِهِ فَتُؤْتَى رِجْلَاهُ فَتَقُوْلُ رِجْلَاهُ: لَيْسَ لَكُمْ عَلَى مَا قِبَلِيْ سَبِيْلٌ، كَانَ يَقُوْمُ يَقْرَأُ بِيْ سُوْرَةَ الْمُلْكِ، ثُمَّ يُؤْتَى مِنْ قِبَلِ صَدْرِهِ ـ أَوْ قَالَ: بَطْنِهِ ـ فَيَقُوْلُ: لَيْسَ لَكُمْ عَلَى مَا قِبَلِيْ سَبِيْلٌ، كَانَ يَقْرَأُ بِيْ سُوْرَةَ الْمُلْكِ، ثُمَّ يُؤْتَى رَأْسُهُ فَيَقُوْلُ: لَيْسَ لَكُمْ عَلَى مَا قِبَلِيْ سَبِيْلٌ، كَانَ يَقْرَأُ بِيْ سُوْرَةُ الْمُلْكِ. قَالَ: فَهِيَ الْمَانِعَةُ تَمْنَعُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، وَهِيَ فِيْ التَّوْرَاةِ: سُوْرَةُ الْمُلْكِ ـ مَنْ قَرَأَهَا فِيْ لَيْلَةٍ فَقَدْ أَكْثَرَ وَأَطْيَبَ. أخرجه الحاكم وقال: صحيح الإسناد ـ ووافقه الذهبي.

“Seseorang dalam kuburannya didatangi. Ia didatangi pada kedua kakinya. Maka kedua kakinya berkata: Tidak ada jalan bagi kalian lewat saya. Karena dia biasa shalat malam denganku membaca surat AL-Mulk. Kemudian ia didatangi melalui dada, atau dikatakan melalui perutnya. Maka perut atau dada berkata: Kalian tidak ada jalan melalui saya. Karena dia biasa membaca surat Al-Mulk. Kemudian ia didatangi melalui kepalanya. Kepala berkata: Kalian tidak ada jalan melalui saya. Sebab dia biasa membaca surat Al Mulk denganku.”

Ibnu Masud berkata melanjutkan: “Surat Al Mulku adalah penghalang yang menghalangi seseorang dari azab kubur. Surat Al Mulk ini dalam Taurat dikatakan: Barangsiapa membacanya pada suatu malam maka dia telah memperbanyak pahala dan memperbagusnya.” (HR. Al-Hakim dia berkata: sanadnya sahih dan disetujui oleh Adz-Dzahabi)

Dalam riwayat lain Ibnu Mas’ud berkata:


مَنْ قَرَأَ تَبَارَكَ الَّذِيْ بِيَدِهِ الْمُلْكُ كُلَّ لَيْلَةٍ مَنَعَهُ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ بِهَا مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، وَكُنَّا فِيْ عَهْدِ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نُسَمِّيْهَا الْمَانِعَةَ، وَإِنَّهاَ فِيْ كِتَابِ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ، سُوْرَةٌ مَنْ قَرَأَ بِهَا فِيْ كُلِّ لَيْلَةٍ فَقَدْ أَكْثَرَ وَأَطَابَ . رواها النسائي، وحسنه الألباني.

“Barangsiapa membaca tabarakalladzi biyadihil mulk setiap malam, maka Allah menghalanginya dari azab kubur. Kami dahulu pada zaman Nabi shallallahu alaihi wasallam biasa menyebut surat Al-Mulku dengan Al-Mani’ah. Sesungguhnya ia benar-benar berada dalam kitab Allah. Ia adalah satu surat barangsiapa membacanya setiap malam maka dia telah memperbanyak pahala dan memperbagusnya.” (HR. An-Nasa’i dan dihasankan Al-Albani)


Dari Abdullah bin Abbas radhiyallahu anhuma dia berkata:


ضرب بعض أصحاب النبي صلى الله عليه و سلم خباءه على قبر ـ وهو لا يحسب أنه قبر ـ فإذا فيه إنسان يقرأ سورة تبارك الذي بيده الملك حتى ختمها، فأتى النبي صلى الله عليه و سلم فقال: يا رسول الله إني ضربت خبائي على قبر ـ وأنا لا أحسب أنه قبر ـ فإذا فيه إنسان يقرأ سورة تبارك الملك حتى ختمها. فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم: هي المانعة، هي المنجية تنجيه من عذاب القبر. رواه الترمذي، وقال الشيخ الألباني: ضعيف، وإنما يصح منه قوله: هي المانعة.

“Salah seorang sahabat Nabi shallallahu alaihi wasallam mendirikan kemah di atas kuburan. Ia tidak tahu kalau di bawahnya adalah kuburan. Rupanya dalam kuburan itu terdapat seseorang sedang membaca surat Tabarakalladzi biyadihil mulku hingga selesai. Maka orang itu datang kepada Nabi shallallahu alaihi wasallam sambil berkata: Wahai Rasulullah! Saya tadi malam mendirikan kemah di atas kuburan. Saya tidak tahu itu adalah kuburan. Rupanya di dalamnya terdapat seseorang sedang membaca surat Al-Mulku hingga selesai. Maka Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: Al-Mulku adalah surat yang menghalangi. Dia menyelamatkan pelaku dari azab kubur.” (HR. At-Tirmidzi, Al-Albani berkata: Hadis ini dhaif. Yang sahih darinya adalah lafadz “Al-Mani’ah” yakni yang menghalangi)


Al-Mubarakfuri rahimahullah berkata dalam Tuhfatul Ahwadzi:


المانعة ـ أي تمنع من عذاب القبر، أو من المعاصي التي توجب عذاب القبر ـ هي المنجية ـ يحتمل أن تكون مؤكدة لقوله: هي المانعة ـ وأن تكون مفسرة، ومن ثمة عقب بقوله: تنجيه من عذاب القبر. اهـ.

Al-Mani’ah maksudnya: menghalangi dari azab kubur. atau menghalangi perbuatan maksiat yang mendatangkan azab kubur. Al-Mulku juga Al-Munjiyah (yang menyelamatkan). Yakni bisa berarti sebagai penegasan dari kata “Al-Mani’ah”. Berarti dari sisi ini ia adalah tafsirannya. Karena itu dikatakan pada kalimat berikutnya: Menyelamatkan pelaku dari azab kubur.


Az-Zarqani berkata: Abdu bin Humaid, Ath-Thabrani, dan Al-Hakim meriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa dia berkata kepada seseorang:


اقرأ تبارك الذي بيده الملك فإنها المنجية والمجادلة يوم القيامة عند ربها لقاريها، وتطلب له أن ينجيه من عذاب الله وينجو بها صاحبها من عذاب القبر.

“Bacalah surat tabarakalladzi biyadihil mulku. Karena ia menyelamatkan dan mendebat (untuk pembacanya) pada Hari Kiamat di sisi Rabbnya. Surat ini meminta agar pembacanya diselamatkan dari azab Allah. Dan pembacanya juga selamat dengannya (Al-Mulk) dari azab kubur.”


Said bin Manshur meriwayatkan dari Amru bin Murrah dia berkata:

كان يقال: إن من القرآن سورة تجادل عن صاحبها في القبر تكون ثلاثين آية فنظروا فوجدوها تبارك، قال السيوطي: فعرف من مجموعها أنها تجادل عنه في القبر وفي القيامة لتدفع عنه العذاب وتدخله الجنة. اهـ.

“Biasa dikatakan: Dalam Al-Quran terdapat satu surat yang bakal membela pembacanya dari azab kubur. ia ada tiga puluh surat. Mereka mencarinya. Mereka mendapati surat itu adalah surat Tabarak.”As-Suyuthi berkata: “Maka jelaslah jika seluruh riwayat ini digabungkan bahwa surat AL-Mulku memang membela pembacanya dalam kuburan. Dan pada Hari Kiamat ia juga akan melindunginya dari azab dan memasukkannya dalam Surga.”

Semoga Allah memberi kemudahan kepada kita semua untuk mengerjakan amalan sunnah ini, yaitu membaca surat Al-Mulk pada setiap malam.

Sepatutnya amalan-amalan yang sunnah inilah yang kita lestarikan. Adapun amalan-amalan yang tidak ada tuntunannya, atau bersumber dari Hadis tidak sahih, maka hendaknya ditinggalkan.

Allahu A’lam.

selengkapnya silakan lihat di sini.

Share This: