Nasihat ayah untuk anaknya

Nasihat Ayah untuk Anaknya. Anakku! Nasehat memang mudah diucapkan, tetapi menerima nasehat itu, sesuatu yang tidak mudah. Bagi orang yang tidak biasa mendengarnya, bakal mendapati nasehat, sebagai sesuatu yang sangat pahit.

Ketahuilah! Orang yang mendapat ilmu tapi tidak mempraktekkannya, tanggung jawabnya di hadapan Allah jauh lebih besar. Ingatlah hadits ini:

“Orang yang paling keras siksanya pada Hari Kiamat, adalah orang alim yang tidak mempraktekkan ilmunya.” (HR. Ath-Thabrani dan Ibnu Majah)

Anakku! Dalam beramal janganlah kamu seperti orang pailit, dan jangan sampai dirimu kosong dari gigih dalam berbuat ketaatan. Yakinlah! Bahwa semata-semata ilmu, jika tidak dibarengi pengamalan, ia tak akan berguna bagimu selamanya.

Ambil saja contoh, jika seseorang memiliki sepuluh pedang India saat berada di padang pasir, kemudian daatng kepadanya seekor singa yang besar, apakah pedang-pedang itu dengan sendirinya akan membela dirinya tanpa ia pergunakan?!

Seperti itulah ilmu yang dimiliki seseorang, yang pertama itu tidak berguna sama sekali tanpa dibarengi yang kedua.

Anakku! Jika engkau membaca ilmu selama seratus tahun, lalu engkau menyusun seribu kitab banyaknya, engkau tidak akan dirahmati Allah kecuali dengan amal perbuatan. Ingatlah firman Allah ini:

“Seorang manusia tiada memperoleh apa pun selain yang diusahakannya.” (QS. An-Najm: 39)

“Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, hendaklah ia mengerjakan amal saleh.” (QS. Al-Kahfi: 110)

Anakku! Selama tidak beramal, engkau tidak akan mendapat pahala. Ali bin Abi Thalib radhiyallahu anhu berkata:

“Barangsiapa menduga, tanpa usaha bakal mencapai keinginannya maka ia orang yang berangan-angan. Padahal angan-angan, adalah senjata andalan orang-orang bodoh.”

Sedangkan Hasan Al-Bashri rahimahullah berkata:

“Mencari surga tanpa beramal, adalah salah satu perbuatan dosa.”

Dan Rasulullah shallallahu `alaihi wasallam, jauh sebelum mereka berdua telah bersabda:

“Orang cerdas dialah yang selalu menghitung-hitung dirinya dan beramal untuk hidup sesudah mati. Sedangkan orang bodoh, ia selalu mengikuti hawa nafsu dan berangan-angan mendapat banyak bonus dari Allah.” (HR. Ahmad, Ibnu Majah, Al-Hakim dan At-Tirmidzi)

Anakku! Hiduplah sesukamu, engkau pasti meninggal dunia. Cintai siapa pun sesukamu, engkau pasti berpisah dengannya. Dan beramallah sesuka hatimu, karena kamu pasti dibalas dengannya.

Dengan berbekal ilmu saja, tak bakal menjauhkanmu dari maksiat di dunia, dan tidak akan menyelamatkanmu dari Neraka pada Hari Kiamat. Jika hari ini engkau tidak gigih beramal shalih, Hari Kiamat engkau pasti berkata:

“Kembalikanlah kami (ke dunia), agar kami mengerjakan amal shalih.” (QS. As-Sajdah: 12)

Lalu kamu akan dijawab dengan cercaan:

“Hai kamu! Engkau baru saja datang dari sana.”

http://qolam.net/nasihat-ayah-untuk-anaknya/

Share This: