Obat Serangan Jantung

Jantung selalu sibuk melakukan aktifitas penyaluran darah ke seluruh tubuh, di antara tugas terberatnya adalah mengalirkan darah ke kepala dan anggota tubuh yang di atas dada. Sebab ia harus mendorongnya melawan arus gravitasi bumi. Dan sujud di dalam shalat mempermudah jantung dalam mengalirkan darahnya ke otak, mata, hidung, telinga, dan lain-lain, sebab posisi kepala lebih rendah daripada posisi jantung. Dan tidak diragukan lagi bahwa melakukan sujud yang lama bisa membuat jantung terasa nyaman dan meringankan tugas-tugasnya.

Kemudian ketika kita duduk atau berbaring dengan meletakkan kepala di atas bantal, kepala berada di posisi lebih tinggi daripada jantung. Oleh karena itu, jantung tidak bisa beristirahat ketika seseorang dalam posisi duduk atau berbaring. Kemudian dalam kondisi tidur tanpa bantal, meskipun posisi kepala sejajar dengan jantung, jantung tetap membutuhkan tenaga untuk mengalirkan darah ke sana.

Di dalam sujud sajalah jantung mengalami kondisi seperti mobil yang berjalan menuju lokasi-lokasi yang menurun. Dalam kondisi ini darah mengalir deras dan jantung mengangkat darah hingga sampai ke pembuluh darah yang sangat penting yaitu arteri (pembuluh utama di bagian luar jantung yang berfungsi menyalurkan darah ke semua anggota tubuh). Ketika kepala diangkat dari sujud, darah mengalir darinya menuju ke seluruh pembuluh darah yang kemudian mengantarkannya ke seluruh tubuh. Begitu juga, dalam kondisi sujud darah mengalir dari jantung menuju bilik kanan, setelah itu darah mengalir dari sini menuju ruang kosong di bilik kiri jantung ketika kepala diangkat dari sujud. Dengan adanya aktifitas seperti ini, sujud telah membantu membersihkan darah di bilik kanan dengan membuang karbondioksida dan menggantinya dengan oksigen, serta membuka jalan aliran darah dari jantung ke bilik kanan atau sebaliknya.

Ketika sujud, jantung bisa sedikit beristirahat dengan memperingan tugas yang ia jalankan tanpa henti. Tidak aneh jika keringanan ini memperkecil potensi serangan jantung yang menjadi salah satu penyakit yang banyak tersebar dan belum ditemukan metode untuk menyembuhkannya secara total, oleh berbagai ilmu kedokteran maupun teknik-teknik kuno. Dan ketika seseorang sudah berusaha terus-menerus, tak jarang kemudian ia putus asa, lalu mengalami pusing-pusing, pening, sakit di dada, pingsan, dan susah bernafas. Kedokteran modern biasanya mengobati efek samping-efek samping ini dengan berbagai macam obat.

Adapun orang shalat yang senantiasa ruku’ dan sujud, baik pada malam hari atau di siang hari, jantungnya akan merasakan kenyamanan dan keringanan dalam banyak waktu, dan tidak diragukan bahwa istirahat seperti ini memperkecil resiko bahaya pada jantung.

Sumber:

Shalat memang ajaib, Ahmad bin Salim Baduwailan (terjemahan), hlm. 69-70

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *