Orang meninggal masih punya masalah

Orang meninggal masih punya masalah

Sehabis memberikan materi surat Al-Qaari’ahkepada jamaah ibu-ibu di ISC (Islamic short course), Masjid Baitul Haq, Ketintang Madya, saya melanjutkan perjalanan ke kampus III Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, yang terletak di perum. IKIP Gunung Anyar, baratnya UPN.

Di tengah perjalanan itu, saya melihat lyn hijau jurusan pasar Wonokromo- Sedati-Rungkut, sedang melaju. Yang mendorong saya membuat tulisan ini adalah catatan “RA USAH SAMBAT, PODO WAE” yang tertulis di kaca belakang mobil Carry hijau itu.

Sepanjang perjalanan naik motor, saya merenungkan perkataan tersebut. Memang terkadang kita sebagai manusia, setiap ada masalah menimpa kita, kita langsung menyampaikannya kepada orang. Katanya: Kalau tidak disampaikan uneg-uneg ini maka bisa strees. Seperti itulah perkataan banyak orang.

Saudara… memang seseorang bisa strees saat punya masalah kalau tidak disampaikan kepada orang lain. Atau dicurhatkan dalam bahasa kita. Namun perlu digaris-bawahi, ini jika tipe orangnya bisanya mendapat ketenangan hanya dari makhluk. Tapi jika hamba senantiasa mendapat ketenangan dari Rabb alam semesta, tidak bakalan dia menyampaikan masalahnya kepada orang lain. Karena itu supir ini menulis: “Ra Usah Sambat, Podo Wae”. Maksudnya: Tidak usah mengeluh. Karena kita sama-sama juga punya masalah. Meskipun engkau sampaikan masalahmu kepadaku, itu juga tidak akan membuat masalah hilang.

Kalau kita perhatikan, masalah dalam hidup ini memang tidak pernah berhenti. Masalah melunasi cicilan rumah, bagi yang punya rumah belum lunas. Masalah melunasi cicilan motor bagi yang punya motor juga belum lunas. Masalah melunasi hutang, bagi yang banyak hutang kepada teman-teman dan kopersai. Masalah melunasi SPP anak, apalagi ini awal bulan yang harus segera membayar. Masalah untuk kebutuhan sehari-hari, makan, minum, ke dokter, dan banyak hal lainnya.

Bahkan terkadang orang meninggal pun masih juga mendapat masalah. Karena di sebagian tempat, ada beberapa warga perumahan yang tidak boleh dikuburkan di kuburan kampung, dengan alasan bukan asli warga situ, meski sudah berKTPkan daerah tersebut, meski juga sama-sama Muslim, dan meski kedatangannya malah membawa berkah kepada penduduk setempat.

Saudara… hidup memang tidak pernah lepas dari masalah. Sesungguhnya ketika orang meninggal, baru semua masalah terselesaikan dengan sendirinya, meski terkadang yang menyelesaikan adalah orang yang masih hidup.

Itu pun khusus bagi orang-orang shalih yang banyak amal sehingga bisa tenang dan nyaman di sana. Tapi bagi yang tidak memiliki amal, maka hanya penyesalan tidak berkesudahan yang bakal didapat. Karena itu di antara doa yang mesti kita ucapkan adalah:

Allāhumma ashlih lī dīnīyal laddzi huwa `ishmatu amrī wa ashlih li dunyāyal latī fīha ma`āsyi wa ashlih lī ākhiratīl lati fīhā ma`ādī waj`alil hayāta ziyādatan lī fī kulli khairin waj`alil mauta rāhatan lī min kulli syarrin”.

‘Ya Allah! Perbaikilah agamaku, yang menjadi inti segala urusanku. Perbaikilah duniaku, yang menjadi sumber penghidupanku. Perbaikilah Akhiratku, yang menjadi tempat kembali bagiku. Jadikanlah masa hidupku sebagai penambah amal baik dan jadikan kematianku sebagai istirahat dari segala keburukan buruk’ (HR.Muslim, no. 2720)

http://qolam.net/orang-meninggal/

Share This: