PEMUDA YANG MENCARI ISTERI SANGAT CANTIK

Ia mendapatkan isteri cantik itu, setelah berusaha sebanyak dua puluh kali. Tetapi…

Saya seorang pemuda yang sudah menikah. Dulu syarat saya sebelum menikah, harus menikahi seorang gadis yang sangat cantik. Itu saja.

Saya tidak mengharap sesuatu apa pun, selain kecantikan. Maka saya mengetuk lebih dari dua puluh rumah hingga sempurnalah pernikahan saya.

Tetapi pada malam pernikahan, ketika saya melihatnya, sama sekali saya tidak mendapatkan kecantikan yang sangat saya elu-elukan itu. Bahkan sedikit pun tidak. Sungguh, saya hampir stress dibuatnya.

Bahkan ayah saya ketika melihatnya, dia berkata kepada saya, “Gadis ini sama sekali tidak cantik.” Kemudian dia menyebutkan padanya beberapa sifat yang kurang disenangi. Bahkan ia menyuruh saya untuk menceraikannya.

Saya tidak bisa berbuat apa-apa selain berusaha untuk bersabar sebentar.

Maka Allah I menaqdirkan suatu hal yang pasti terjadinya. Di tengah-tengah kesabaran saya itu, saya melihat betapa cantik batin gadis itu. Betapa mulia cara dia bergaul dengan suami. Betapa indah caranya berinteraksi. Betapa tulus cinta, ketaatan, kesucian diri, dan agamanya. Yang akhirnya itu semua membuat saya tidak rela mencari pengganti lain, meski dengan perempuan secantik apa pun di dunia ini.

Suatu hal yang sangat membuatku tertarik padanya, adalah dia selalu mengerjakan shalat tepat pada waktunya. Selalu shalat malam. Dan segera mengerjakan apa yang saya minta, dalam bentuk yang paling indah dengan hati yang lapang.

Tak perlu saya rahasiakan! Sekarang cinta saya kepadanya jauh lebih besar, dibanding cinta saya kepada kecantikan semu yang dulu saya dambakan sebelum menikah.

Sesungguhnya kecantikan hakiki, adalah kecantikan rohani bukan kecantikan wajah yang menipu. Apakah para remaja putera sudah memahami hal ini? Apakah para remaja puteri juga sudah memahaminya?!

Mudah-mudahan demikian!!!

Selesailah ucapan penulis surat, yang diceritakan oleh Syaikh Ibrahim Ad-Duwaisy dalam kasetnya.

Sumber: “Teknik-Teknik Malam Pertama”, hlm. 82-84

Penulis: Abdul Muththalib Hamd Utsman

Penerjemah: Wafi Marzuqi Ammar, Lc., M.Pd.i

Penerbit: Pustaka eLBA

Cetakan pertama: Dzulhijjah 1428 H/Desember 2007 M

ISBN: 978-979-26-6773-8

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *