Seruan Nabi SAW Kepada Para Wanita

Rasulullah SAW pernah memanggil para wanita, beliau menyuruh mereka untuk banyak berinfaq dan mengeluarkan sedikit perhiasan yang mereka miliki, beliau bersabda:

((تَصَدَّقْنَ ياَ مَعْشَرَ النِّساَءِ! وَلَوْ مِنْ حُلِيِّكُنَّ))

“Bersedekahlah wahai para wanita! Meski dari perhiasan kalian.”
Di suatu saat yang lain, beliau juga bersabda:

((يَا مَعْشَرَ النِّساَءِ، تَصَدَّقْنَ وَأَكْثِرْنَ اْلاِسْتِغْفَارَ، فَإِنِّي رَأَيْتُكُنَّ أَكْثَرَ أَهْلِ الناَّرِ))

“Wahai para wanita! Bersadaqahlah dan perbanyaklah istighfar, karena saya melihat kalian adalah sebagian besar penduduk neraka.”
Dari Aisyah radhiyallahu `anha ia berkata, Rasulullah SAW bersabda:

((إِذاَ أَنْفَقَتِ الْمَرْأَةُ مِنْ طَعاَمِ زَوْجِهاَ غَيْرِ مُفْسِدَةٍ، كاَنَ لَهَا أَجْرُهاَ بِماَ أَنْفَقَتْ وَلِزَوْجِهاَ أَجْرُهُ ِبمَا كَسَبَ، وَلِلْخاَزِنِ مِثْلِ ذَلِكَ، لاَ يَنْقُصُ بَعْضُهُمْ مِنْ أَجْرِ بَعْضٍ شَيْئاً))

“Jika seorang wanita menginfakkan makanan suaminya tanpa ada keinginan merusak, maka bagi wanita itu pahala infaq. Juga bagi suaminya pahala yang sama, karena dialah yang menghasilkan makanan itu. Demikian juga bagi orang yang menyimpan makanan tadi, ia mendapat pahala yang sama pula. Semua orang itu satu sama lain tidak mengurangi pahala lainnya.”

Saudaraku…..
Diantara sambutan yang diberikan para wanita di zaman Nabi SAW saat beliau memerintahkan suatu hal, adalah yang dikatakan Ummu Sinan radhiyallahu `anha ketika Rasulullah SAW menyuruh kaum muslimin membiayai Jaisyul `Usrah, yaitu sebuah peperangan yang saat itu kaum muslimin mengalami kesusahan yang sangat. Ummu Sinan Al-Aslamiyyah berkata,

“لَقَدْ رَأَيْتُ ثَوْباً مَبْسُوْطاً بَيْنَ يَدَيِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِيْ بَيْتِ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا، فِيْهِ مُسُكٌ، وَمَعَاضِدُ، وَخَلاَخِيْلُ، وَأَقْرِطَةٌ، وَخَوَاتِيْمُ، وَقَدْ مُلِئَ، مِماَّ بُعِثَ مِنَ النِّساَءِ يُعِنَّ بِهِ الْمُسْلِمِيْنَ فِيْ جِهاَدِهِمْ.”

“Sungguh! Saya melihat sebuah kain yang dibeber di hadapan Nabi SAW di rumah Aisyah radhiyallahu `anha, kain itu berisi berbagai macam perhiasan, ada gelang lengan, gelang kaki, anting-anting, cincin dan lain sebagainya. Kain itu penuh dengan perhiasan. Kain itu dikirim oleh para wanita, mereka ingin menolong kaum muslimin dalam jihadnya.”
Ajakan Nabi SAW untuk berinfaq ini bukan buat para wanita saja, tapi ajakan ini umum buat semua orang, laki-laki dan perempuan, Mari kita perhatikan firman Allah dibawah ini,

مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِائَةُ حَبَّةٍ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ (البقرة: 261)

“Perumpamaan nafkah yang dikeluarkan orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir ada seratus biji. Allah melipat gandakan ganjaran bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas kurnia-Nya lagi Maha Mengetahui.” (Qs. Al-Baqarah: 261)

Saudara…..
Pada ayat Diatas Allah SWT menjelaskan bahwa seseorang yang menginfaqkan hartanya di jalan Allah –apakah untuk berjihad atau untuk kebaikan lainnya- sama seperti seorang petani yang menabur benih di sawah. Setiap benih yang ditabur akan menumbuhkan tujuh bulir. Dalam setiap bulir itu terdapat seratus benih. Allah melipat gandakan nafkah tadi buat setiap orang yang dikehendakinya. Itu semua tergantung pada keimanan orang yang berinfaq, keikhlasan, ketepatannya dalam meletakkan harta itu, dan besarnya manfaat yang bisa Diambil orang lain dari harta tadi.
Karena pahala infaq ini berbeda-beda, tergantung pada keimanan, keikhlasan, dan keteguhan hati orang yang mengeluarkannya. Yang dimaksud dengan keteguhan hati disini; seorang munfiq, mengeluarkannya dengan hati yang teguh, lapang dada, keridhaan tinggi saat mengeluarkan, hatinya sudah terlebih dahulu mengeluarkan sebelum tangannya, dia mengeluarkannya tidak karena pujian, tidak ingin memperoleh barang dunia, dan tidak pula menyebut-nyebut kembali pemberiannya di waktu yang akan datang. Inilah yang dinamakan dengan keteguhan hati saat berinfaq.

Saudaraku…..
Renungkan firman Allah ini,

مَا عِنْدَكُمْ يَنْفَدُ وَمَا عِنْدَ اللَّهِ بَاقٍ وَلَنَجْزِيَنَّ الَّذِينَ صَبَرُوا أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ (النحل: 96)

“Apa saja yang ada di sisi kalian akan lenyap, dan apa yang ada di sisi Allah pastilah kekal. Dan Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik dari apa yang mereka kerjakan.” (Qs. An-Nahl: 96)
Saudaraku…..
Berbahagialah dengan kabar gembira yang dijanjikan Pencipta Langit dan bumi kepada anda, yaitu dalam firman-Nya,

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ (النحل: 97)

“Barangsiapa mengerjakan amal saleh -baik laki-laki maupun perempuan- dalam keadaan beriman, maka kami akan memberikan kepadanya kehidupan yang baik, dan akan Kami balas dengan pahala yang lebih baik dari apa yang mereka kerjakan.” (Qs. An-Nahl: 97)

Teman…..
Setelah anda mendengar seruan untuk berinfak dan tata cara infaq yang baik, janganlah anda seperti orang yang dikatakan Allah dalam firman-Nya,

هَاأَنْتُمْ هَؤُلَاءِ تُدْعَوْنَ لِتُنْفِقُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَمِنْكُمْ مَنْ يَبْخَلُ وَمَنْ يَبْخَلْ فَإِنَّمَا يَبْخَلُ عَنْ نَفْسِهِ وَاللَّهُ الْغَنِيُّ وَأَنْتُمُ الْفُقَرَاءُ وَإِنْ تَتَوَلَّوْا يَسْتَبْدِلْ قَوْمًا غَيْرَكُمْ ثُمَّ لَا يَكُونُوا أَمْثَالَكُمْ (محمد: 38)

“Ingatlah, kalian ini adalah orang-orang yang diajak untuk menafkahkan hartanya pada jalan Allah. Maka di antara kalian ada yang kikir, padahal siapapun yang kikir dia hanyalah kikir terhadap dirinya sendiri. Allah-lah yang Maha Kaya sedangkan kalian-lah orang-orang yang membutuhkan (Nya); Jika kalian berpaling niscaya Dia akan mengganti kalian dengan kaum yang lain, dan mereka tidak akan seperti kalian (ini).” (Qs. Muhammad ayat 38).

Saudaraku…..
Jangan pula anda seperti orang-orang yang lebih buruk dari golongan diatas. Mereka seperti yang difirmankan Allah ini,

الَّذِينَ يَبْخَلُونَ وَيَأْمُرُونَ النَّاسَ بِالْبُخْلِ وَيَكْتُمُونَ مَا ءَاتَاهُمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ وَأَعْتَدْنَا لِلْكَافِرِينَ عَذَابًا مُهِينًا (النساء: 37)

“Yaitu orang-orang yang kikir, dan menyuruh orang lain agar berbuat kikir, juga menyembunyikan karunia Allah yang telah diberikan kepada mereka. Sesungguhnya kami telah menyediakan bagi orang-orang kafir siksa yang sangat menghinakan.” (Qs. An-Nisa`: 37)

Saudaraku…..
Kita semua adalah orang-orang yang digambarkan Rabi` bin Khaitsam dalam ucapannya, yaitu;

“أَصْبَحْناَ ضُعَفَاءَ مُذْنِبِيْنَ، نَأْكُلُ أَرْزَاقَنَا وَنَنْتَـظِرُ آجَـالَنَا.”

“Pagi ini kita adalah orang-orang lemah yang banyak berbuat dosa, yang hanya memakan rizqi dan menunggu datangnya ajal.”
Atau bahkan seperti orang-orang yang dikatakan Mughirah ini,

“أَصْبَحْناَ مُغْرِقِيْنَ فِي النِّـعَـمِ، عاَجِزِيْنَ عَنِ الشُّكْرِ، يَتَحَبَّبُ إِلَيْناَ رَبُّناَ وَهُوَ غَنِيٌّ عَناَّ، وَنَـتَـمَـقَّـتُ إِلَيْهِ وَنَحْنُ إِلَيْهِ مُحْتاَجُوْنَ.”

“Pagi ini kita berada dalam banyak kenikmatan, tapi kita sangat lemah untuk mensyukurinya. Rabb kita selalu mengajak kita mendekatinya, padahal Dia tidak butuh kepada kita. Sedangkan kita berbenci-benci pada-Nya dengan mengerjakan banyak dosa padahal kita sangat butuh kepada-Nya.”

Wahai Muslim…..
Sesungguhnya harta kita, yang itu adalah nikmat yang didatangkan Allah, dan dititipkan-Nya kepada kita, bisa menjadi petaka jika kita tidak menggunakannya untuk ketaatan kepada Allah. Harta itu bisa menjadi bencana jika tidak digunakan menuju ke surga.

Saudaraku…..
Jangan sampai kita berdusta dan mengatakan bahwa harta yang kita peroleh ini; adalah hasil jerih payah, usaha dan peras keringat kita. Ingatlah! Qarun telah mengatakan hal itu, sehingga Allah menghabisinya. Ucapannya seperti yang difirmankan Allah ini,

قاَلَ إِنَّمَا أُوتِيتُهُ عَلَى عِلْمٍ عِنْدِي أَوَلَمْ يَعْلَمْ أَنَّ اللَّهَ قَدْ أَهْلَكَ مِنْ قَبْلِهِ مِنَ الْقُرُونِ مَنْ هُوَ أَشَدُّ مِنْهُ قُوَّةً وَأَكْثَرُ جَمْعًا وَلَا يُسْأَلُ عَنْ ذُنُوبِهِمُ الْمُجْرِمُونَ
(القصص: 78)

“Qarun berkata, “Sesungguhnya aku hanya diberi harta itu, karena ilmu yang ada padaku.” Apakah ia tidak mengetahui, bahwa Allah telah membinasakan umat-umat terdahulu yang lebih kuat daripadanya, dan lebih banyak mengumpulkan harta? Dan tidak perlu ditanyakan kepada orang-orang yang berdosa itu, tentang dosa-dosa mereka.” (Qs. Al-Qashash ayat 78).

Mestinya anda banyak bersyukur kepada Allah, karena Dia Menjadikan anda orang-orang yang menerima kebaikan ini dari-Nya. Jadi! Makanlah tapi jangan lupa memberi makan. Pakailah baju dan jangan lupa memberi baju kepada orang lain. Banyaklah berinfaq dan bersadaqah, bersiap-siaplah menghadapi hari yang mata semua orang di hari itu menjadi terbelalak ketakutan.
Banyaklah memuji Allah! Ucapkan Al-Hamdulillah berkali-kali, karena Dia Menjadikan anda orang yang memberi dan tidak diberi, dan senantiasa mengeluarkan sadaqah, tidak disadaqahi.

Saudaraku yang bijak…..
Sekarang anda berjalan di atas jalan Infaq, jangan sampai syetan berhasil memperdayai dan menghentikan anda dari mengerjakan kebaikan. Ingatlah selalu firman Allah dibawah ini, jangan sekalipun melupakannya!

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا أَنْفِقُوا مِمَّا رَزَقْنَاكُمْ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَ يَوْمٌ لَا بَيْعٌ فِيهِ وَلَا خُلَّةٌ وَلَا شَفَاعَةٌ وَالْكَافِرُونَ هُمُ الظَّالِمُونَ (البقرة: 254)

“Hai orang-orang yang beriman, belanjakanlah (di jalan Allah) sebagian dari rezki yang telah Kami berikan kepada kalian, sebelum datang hari yang pada hari itu tidak ada lagi jual beli dan tidak ada lagi persahabatan yang akrab dan tidak ada lagi syafa`at. Dan orang-orang kafir itulah orang-orang yang zalim.” (Qs. Al-Baqarah: 254)

sumber:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *