Shalat di Masjid yang ada kuburannya dan bekerja di lembaga dengan sistim riba, bagaimana hukumnya?

Asslmkm,,
Ustd mhon djlaskn hkum shlt dmsjid yg jga da mkam dlm 1 kmpleks. Mhn jga dlngkapi dg dalil2 yang shahih..
Jga mhon djlaskn bgaimna jka qt bkrja dtmpat pminjaman uang yg jlas ada bungax??
Trimaksh sblumnya?

Jawab:

Segala puji hanya milik Allah dan semoga shalawat beriring salam senantiasa tersampaikan kepada Rasulillah Muhammad SAW dan para sahabat. Amma ba’du:

Untuk jawaban pertama: Silakan anda menyimak jawabannya pada tulisan yang sudah dimuat di bawah ini:

http://wafimarzuqi.wordpress.com/2013/03/29/mengerjakan-shalat-di-kuburan-bukan-shalat-jenazah/

Sedangkan untuk pertanyaan kedua, meskipun jawaban di bawah ini berkaitan dengan bank, tapi insya Allah mempunyai hukum yang sama dengan praktek apa pun yang berhubungan dengan riba:

(3) Bagaimana hukum bekerja di bank-bank yg terdapat riba dan bekerjasama dengannya?

Jawab:

Bekerja di bank-bank riba hukumnya haram karena termasuk membantu amalan riba. Dan ini termasuk golongan yang mendapatkan laknat. Dalam Hadis disebutkan:

((لَعَنَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ آكِلَ الرِّبَا وَمُؤْكِلَهُ وَكَاتِبَهُ وَشَاهِدَيْهِ وَقَالَ: هُمْ سَوَاءٌ))

“Rasulullah SAW melaknat orang yang memakan riba, yang memberi makan riba, yang mencatatnya, dan kedua saksinya. Beliau bersabda: Mereka semua sama (dalam dosa).” (HR. Muslim, no. 2995)

Apabila seseorang tidak termasuk golongan yang membantu, tetapi ridha dan menyetujui perbuatan riba maka hukumnya haram pula. Adapun menyimpan uang di bank karena kebutuhan keamanan maka boleh hukumnya apabila tidak ada tempat yang aman kecuali bank tersebut tetapi dengan syarat tidak mengambil bunganya. Apabila mengambil bunganya maka hukumnya haram. (Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin).

 

(4) Bagaimana gaji yang diterima para pegawai bank secara umum?

Jawab:

Tidak boleh bekerja di bank-bank yang bertransaksi dengan riba karena hal itu berarti membantu mereka dalam melakukan dosa dan pelanggaran. Sementara Allah telah berfirman:

وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ [المائدة: 2]

 “Dan tolong menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran.” (QS. Al-Ma’idah: 2)

Dan terdapat pula Hadis sahih bahwasanya: “Rasulullah SAW melaknat pemakan riba, pemberi makan riba, penulisnya dan kedua saksinya. Beliau mengatakan: Mereka itu sama saja. (HR. Muslim)

Selanjutnya,  Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin mengatakan: Bekerja di sana diharamkan karena dua alasan.

Pertama: Membantu melakukan riba. Bila demikian, maka jelas termasuk dalam laknat yang diarahkan kepada individunya secara langsung. Sebagaimana disebutkan dalam Hadis di atas.

Kedua: Bila tidak membantu, berarti setuju dengan perbuatan itu dan mengakuinya. Oleh karena itu, tidak boleh hukumnya bekerja di bank-bank yang bertransaksi dengan riba. (Fatwa-fatwa terkini, 2/25-26, cetakan darul Haq.)

Allahu a’lam.

Share This: