istri ditalak karena memberikan ibra’ kepada suami

 (962) Seorang wanita membebaskan suaminya dari seluruh maskawin. Setelah itu suami bersaksi terhadap dirinya bahwa dia mentalak isterinya karena memberikan ibra’. Yakni membebaskan suami dari seluruh maskawin. Padahal ibra’nya sudah terjadi duluan. Apakah talak seperti ini sah? Jika talaknya sah, apakah itu talak raj’i atau bukan?

Jawab: Jika keduanya sudah menyepakati ketika sang isteri mengembalikan seluruh maskawin dan membebaskan suami dari tanggungan suami akan mentalaknya, kemudian sang wanita melakukan itu dan ia pun ditalak, maka talak ini adalah ba’in. Demikian pula jika suami berkata kepada isteri: “Bebaskan tanggungan saya dan saya akan mentalakmu.” Atau: “Jika kamu membebaskan saya dari tanggungan maka kamu tertalak.” Atau ungkapan-ungkapan lain yang darinya bisa dipahami jika suami meminta pembebasan tanggungan dari isteri maka suami mentalaknya.

Adapun jika isteri membebaskan tanggungan suami tanpa ada kaitan dengan talak kemudian suami mentalaknya, maka talaknya adalah raj’i. Tetapi apakah wanita bisa menarik kembali ucapannya ketika sudah memberikan ibra’ kepada suami jika ada kemungkinan bahwa ibra’ tidak akan muncul kecuali agar suami tidak mencerainya, karena takut ditalak, takut suami menikah dengan wanita lain, atau alasan-alasan lainnya? Dalam hal ini ada dua pendapat. Keduanya riwayat dari Imam Ahmad.

Sedangkan jika isteri secara mutlak lebih senang memberikan ibra’, misalnya ibra’ ini sejak awal memang datang dari pihak isteri bukan karena sebab suami dan ganti rugi, maka disini sang wanita tidak bisa menarik kembali perkataannya. Tidak ada keraguan dalam hal ini. Allahu a’lam. (Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah Rahimahullah)

Share This: