BERBUAT BAIK ITU MUDAH DAN TIDAK HARUS MAHAL

0000

Pagi ini, hari Selasa tanggal 11 Agustus 2015, habis subuh istri saya keluar belanja ke tukang sayur terdekat. Ketika pulang dia bilang bahwa motor mio miliknya, berat tarikan gasnya dan rasanya seperti bannya gembos ketika jalan.

Setelah tak periksa rupanya tidak ada masalah pada ban dan saya kira wajar-wajar saja. Kemudian saya periksa speedonya, rupanya sudah waktunya ganti oli. Yang seharusnya setiap satu bulan sekali atau paling tidak setiap KM 2000, ini kok rupanya melebihi 5000 KM. Wah ini penyebabnya, batin saya.
Singkat cerita, saya pergi ke bengkel sekitar jam 7.30 pagi. Pada saat menunggu mio diservis itu saya melihat seorang nenek-nenek berumur sekitar 60 an ke atas sedang berjalan dengan tatih-tatih melewati bengkel kami tidak tahu hendak kemana.
Pas di depan bengkel, tiba-tiba ada wanita muda berumur sekitar 25 tahunan, berhenti dan menyapa nenek tersebut. Saya kira dia itu anaknya atau kerabat dekatnya. Rupanya bukan. Wanita muda itu bukan apa-apanya.

“Buk, monggo kulo bonceng.” Katanya. Rupanya wanita muda itu menawarkan pada sang nenek agar naik di belakang untuk diboncengnya. Awalnya sang nenek menolak, mungkin karena tidak kenal atau takut apa, tapi wanita muda itu mengatakan: “Kulo lo buk, badhe ten TK, jenengan badhe kemana? Monggo.” Karena kalau terus ke timur ada TK, dan keduanya tadi dari arah barat.

Akhirnya nenek itu naik dan terus disampaikan sang wanita muda ke tempat tujuannya. Dari kisah ini saya teringat Hadis Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam yang berbunyi:

001

“Barangsiapa mempunyai kelebihan punggung (tumpangan) hendaknya diberikan kepada orang yang tidak punya tumpangan. Dan barangsiapa mempunyai kelebihan bekal, hendaknya diberikan kepada orang yang tidak mempunyai bekal.”

Abu Said Al-Khudri (perawi Hadis) berkata: “Kemudian Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam menyebutkan beberapa jenis harta, hingga kami meyakini bahwa tidak ada hak bagi kami pada setiap harta yang lebih. (HR. Muslim, no. 4614)
Akhil kariim, ukhtil kariimah… untuk berbuat baik, juga untuk masuk Surga dan terhindar dari Neraka, tidak harus mengeluarkan banyak uang. Tapi Allah yang Maha pemurah memberikan kepada kita banyak jalan untuk menuju kesana. Itu cukup mudah dengan sesuatu yang kita mampui. Sekarang silakan dilihat kemampuan anda.
Seperti wanita muda ini. Dia sudah menerapkan Hadis Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam, dengan memberi tumpangan kepada nenek yang berjalan jauh tidak mempunyai tumpangan. Padahal sebelumnya banyak orang berseliweran tapi tidak ada satu orang pun yang memberikan tumpangan kepada sang nenek.
Dengan berbuat sesuatu yang mudah dan sangat ringan, toh si wanita muda tidak harus menggendong sang nenek dan si nenek pun naik sendiri ke motornya, kemudian si wanita muda tinggal menarik gas motor, motor pun melaju dengan sendirinya, si wanita muda sudah memberikan manfaat kepada orang lain, yang menjadikannya orang paling dicintai Allah.
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda:

002

“Manusia yang paling dicintai Allah taala adalah yang paling bermanfaat bagi manusia. Dan perbuatan yang paling dicintai Allah ta’ala adalah rasa bahagia yang engkau masukkan dalam hati seorang muslim.” (HR. Ath-Thabrani dalam Al-Kabir, no. 13646 dan sahih Al-Jami’, no. 176)
Akhil Kariim, Ukhtil kariimah… silakan diperhatikan. Mudah bukan untuk menjadi orang baik?! Mudah bukan untuk masuk Surga?! Dan segala puji bagi Allah, sang Maha pemurah yang memberikan balasan mahal kepada kita dengan sekedar amalan ringan.
Ingat pula Hadis di bawah ini, Nabi shallallahu alaihi wasallam menegaskan bahwa ada seseorang bergelimpangan dalam Surga hanya karena ranting pohon di jalan yang dia tebang sebab mengganggu orang-orang yang menggunakan jalan. Beliau mengatakan:

003

“Sungguh saya melihat seorang lelaki bergelimpangan dalam Surga, gara-gara ranting pohon yang ditebangnya dari tengah jalan, yang mengganggu manusia.” (HR. Muslim, no. 6837)
Mari mulai saat ini, kita memperbanyak kebaikan. Tidak usah dengan perkara sulit yang di luar kemampuan kita. Cukup dengan sesuatu yang anda mampui. Tidak harus menjadi seorang Khalid bin Walid yang perang kemana-mana dan menang untuk masuk Surga. Tidak harus menjadi seorang Abdurrahman bin Auf yang mendermakan banyak hartanya buat Islam untuk masuk Surga. Tidak harus menjadi seorang Khadijah Ummul mukminin, yang menginfakkan seluruh hartanya demi menyokong dakwah Nabi untuk masuk Surga. Tapi cukup lakukan apa yang anda mampui.

Akhil kariim, ukhtil kariimah… bukanlah maksud tulisan ini untuk melarang anda menjadi seorang Khalid bin Walid, menjadi seorang Abdurrahman bin Auf, atau menjadi seorang manusia mulia seperti ummul Mukminin Khadijah. Jika anda bisa, lakukanlah. Tapi maksudnya, jika tidak bisa menjadi seperti mereka, tetap lakukan kebaikan sesuai yang anda mampui. Toh itu juga bisa menjadikan anda masuk Surga.
Jika anda hobi menulis, buat tulisan yang baik di facebook, di WA, di blog, atau di mana saja untuk memberi manfaat kepada kaum muslimin dan membela Islam.
Jika anda ahli komputer, buat website islami, atau blokir saja situs-situs yang suka menghina Islam.
Jika anda pintar meloby dan pintar menggerakkan orang, meski anda tidak bisa mengaji dan tidak ikut mengaji, ajak saja orang-orang untuk berinfak dengan hartanya untuk musolla, untuk TPA, untuk dakwah Islam, dan ajak mereka semangat untuk belajar Islam. Bukan malah mengompori mereka untuk meninggalkan kajian. Dan lain sebagainya.
Semoga bermanfaat, dan semoga Allah mengampuni saya, serta seluruh pembaca tulisan ini dari kaum muslimin dan muslimat. Dan jika anda belum muslim, saya doakan agar segera mendapat hidayah Allah dan bisa masuk Surga. Sehingga kita bersama-sama berjumpa dalam SurgaNya. Allaahumma aamiin.
Washallallahu ‘alaa Sayyidina Muhammad wa ‘alaa Aalihi wa shahbihi wasallam.

Anggaswangi, 11 Agustus 2015

Share This: