DIA BERNAMA CHRIST JHON

ruqyah000

Kisah ini berawal setelah saya selesai mengajar mata kuliah Quran Tafsir di Mustawa tamhidi Ma’had Umar bin Khattab, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo. Pelajaran selesai jam 20.30 WIB.

Pada akhir pelajaran, “pak Awik” salah satu mahasiswa sepuh yang mantan direktur bank BTN menawari kami semua untuk makan malam. Kebetulan suasananya lagi hujan rintik-rintik, jadi perut rasanya selalu keroncongan. Maka kami semua turun untuk mendatangi tempat yang sudah ditentukan oleh teman-teman mahasiswa.

Mungkin kalau di kampus lain, yang mentraktir adalah dosen, tapi untuk di kampus III Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, yang sering mentraktir adalah para mahasiswanya. Terkadang meski tidak mentraktir, biasanya mereka membawakan dunkin donut, roti spieko, anggur merah satu kardus, atau buah kelengkeng satu kranjang. Inilah yang menjadikan mahad Umar bin Khattab mempunyai kesan tersendiri dalam hati kami selaku para dosen.

Ketika para mahasiswa sudah pada turun, saya pergi ke ruang dosen untuk menaruh buku dan perangkat mengajar lainnya. Setelah itu saya pun turun dari lantai dua ke lantai bawah untuk meminta salah seorang dari mahasiswa membonceng saya.

Ketika bersiap berangkat ke tempat makan yang sudah ditentukan pak Awik, saya mendapati beberapa mahasiswa saya, di depan pos satpam lagi membetulkan sepeda “Seno” salah satu mahasiswa saya –yang semoga segera diberi jodoh istri yang shalihah oleh Allah-. Entah kenapa, yang jelas motor supra fitnya distater ndak bisa-bisa. Sampai agak lama hingga businya dikeluarkan dan dibersihkan baru motor bisa jalan. Yang tentu sebagian mahasiswa lain seperti “Mujiono” satpam Tunjungan Plaza, dan lainnya sudah pada menghabiskan makanannya. Karena kami di depan pos satpam itu ada sekitar 40 menitan.

Nah, di tengah ngobrol sambil nunggu dan bantuin pembetulan motor supra fit milik Seno itulah kisah ini berawal. Karena kami di depan pos satpam, otomatis “Jamal” satpam penjaga Mahad yang juga mahasiswa pagi mustawa tsalits bercerita.

Jamal berkata: “Ustad, di belakang pos iniloh saya sering mendengar suara taktaktaktaktaktak. Seperti lemparan kelereng. Ini sering sekali. Tapi ketika saya cari rupanya tidak ada apa-apa.” Kata Jamal.

Saya bilang: “Yah itu paling pas kamu ngantuk atau ada anak lagi main-main.”

“Tidak ustad! Wong itu sering sekali dan setiap saya cari tidak ada apa-apanya. Saat saya pergi, terdengar lagi suara: taktaktaktaktaktak. Ketika saya hampiri, suara berhenti dan tidak ada apa-apa.” Cetus Jamal.

Jamal melanjutkan: “Ketika saya tanyakan Hasdi –satpam lain yang shift pagi, juga mahasiswa mahad tapi fakultas syariah- dia juga mengaku hal yang sama. Sampek saya merinding ustad.” Kata Jamal.

Kebetulan ada “Indrad” di antara mahasiswa yang lagi bantuin memperbaiki motor Seno. Indrad adalah mahasiswa yang sangat akrab dengan Seno dan pulang pergi juga dibonceng sama Seno. Jadi mesti ada di sana.

Perlu anda ketahui, Indrad ini tergolong mahasiswa yang disebut orang sebagai “indigo”. Dia bisa melihat adanya makhluk halus karena memang di dalam dirinya ada jin. Itu saya katakan, karena dia pernah saya ruqyah ketika pelajaran Quran tafsir berlangsung, akhirnya dia merasa panas di daerah kepala, punggung, dan pundak, akhirnya muntah-muntah, sampek “Sulung” atau “Saiful” yang juga mahasiswa tamhidi turun ke bawah untuk mencari tas kresek. Karena kebetulan kelas tamhidi ada di lantai tiga. Ya mudah-mudahan saja jin jahatnya sudah keluar.

Cerita saya lanjutkan, Indrad pun tak panggil masuk ke dalam pos satpam. Saya bilang: “Ndrad, saya tak baca ayat nanti dengan memohon petunjuk Allah mudah-mudahan jinnya ketemu. Sekarang kamu cari jin sekitar sini. Jin yang mengganggu Jamal dan Hasdi.”

Saya pun membaca ayat di bawah ini dengan memohon kepada Allah agar didatangkan jin yang dimaksud itu:

{أَيْنَ مَا تَكُونُوا يَأْتِ بِكُمُ اللَّهُ جَمِيعًا} [البقرة: 148]

“Di mana pun kalian berada, niscaya Allah mendatangkan kalian semuanya.” (QS. Al-Baqarah: 148)

Seketika itu jin langsung masuk ke dalam tubuh Indrad. Perlu diketahui, manusia mana pun tidak bisa berbicara dengan jin. Kecuali lewat cara memasukkannya ke dalam tubuh seseorang. Itu pun tubuh seseorang yang pernah kesurupan, terkena gangguan jin, atau yang jiwanya terbuka, sehingga mudah dimasuki jin. Adapun jiwa yang penuh proteksi dari Allah lewat dzikir pagi petang, kemungkinan besar tidak bisa dimasuki jin.

Jadi, jangan dikira kita bisa dialog dengan jin secara langsung. Ini mustahil. Kecuali seseorang yang punya jin dalam tubuhnya baru bisa berkomunikasi dengan jin. Jika tidak maka tidak bisa.

Jin pun datang, itu kelihatan dari aura wajah indrad, yang kedua matanya mendelik, mulutnya menganga sambil menyeringai kayak menakuti gitu. Saya tanya: “Hai, kamu siapa?” dia hanya menjawab: “HHeem.” “Dari mana kamu?” tanya saya lagi. Dia hanya menjawab: “Hheem.” Saya tanya lagi: “Apa agamamu?” dia hanya menjawab: “Hheem.”

Akhirnya tanpa banyak kata, saya pun membacakan ayat-ayat berikut. Dan perlu diketahui, karena jinnya bukan jin sihir dan bukan jin yang ingin menyerang, hanya sekedar mengganggu saja, maka saya bacakan ayat yang isinya menunjukkan kepada mereka tentang Surga dan Neraka. Dengan harapan dia sadar dan mendapat hidayah. Saya pun membaca berulang-ulang ayat pada surat Al-Buruuj berikut:

{إِنَّ الَّذِينَ فَتَنُوا الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ ثُمَّ لَمْ يَتُوبُوا فَلَهُمْ عَذَابُ جَهَنَّمَ وَلَهُمْ عَذَابُ الْحَرِيقِ (10) إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَهُمْ جَنَّاتٌ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ ذَلِكَ الْفَوْزُ الْكَبِيرُ (11)} [البروج: 10، 11]

“Sesungguhnya orang-orang yang mendatangkan cobaan kepada orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan kemudian mereka tidak bertaubat, maka bagi mereka azab Jahannam dan bagi mereka azab (Neraka) yang membakar. Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, bagi mereka Surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Itulah keberuntungan yang besar.” (QS. Al-Buruuj: 10-11)

Saya baca sebanyak lima sampai tujuh kali. Pada saat itu jin meronta-ronta seakan kesakitan. Terus saya tanya: “Kamu pilih mana? Masuk Surga atau Neraka?” dia tidak menjawab. Tapi menunjuk kepada mulutnya. Saya paham, rupanya jin ini mulutnya dikunci. Ndak tahu dikunci pake apa. Yang jelas, saya kemudian memohon kepada Allah agar kunci mulutnya dibuka sambil membaca doa berikut:

))بِسْمِ اللَّهِ الَّذِيْ لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَىْءٌ فِي الأَرْضِ وَلاَ فِى السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ))

“Dengan menyebut nama Allah, yang dengan namaNya tiada sesuatu pun yang bisa memberi madharat baik di langit maupun di bumi, dan dia Maha mendengar lagi Maha mengetahui.”

Dia pun bisa berbicara. Saya Tanya: “Siapa namamu?” “Saya Christ Jhon.” Jawabnya. Saya bertanya: “Apa agamamu?” “Saya beragama Kristen.” Katanya. “Kamu berasal dari mana? Apa ada orang yang mengirim kamu?” Tanya saya.

“Saya berasal dari Belanda.” Jawabnya.
Saya bertanya lagi: “Terus ngapain kamu mengganggu dengan melempar-lempar batu?” dia menjawab: “Saya tidak suka dengan bacaan-bacaan Al-Quran yang dibaca anak-anak itu.”

Karena di masjid ma’had, banyak sekali mahasiswa-mahasiswa tahfidz yang lagi menghafal Al-Quran.

Kemudian jin ini saya tawari masuk Islam. Al-Hamdulillah dia mau masuk Islam dan mengucapkan dua kalimat syahadat yang saya tuntun. Setelah itu saya suruh dia berjanji untuk taat kepada Allah, membela agamanya, dan tidak pernah masuk serta menyakiti makhluk mana pun. Jika tidak maka dia akan terbakar oleh azab Allah. Dia pun menirukan itu.

Setelah itu dia bercerita, bahwa dirinya sedang dirantai oleh kepalanya. Dia dirantai dengan batu besi yang besar. Sehingga tidak bisa berjalan kemana-mana. Dia mendapat hukuman itu karena menyukai putri atasannya tapi tidak disetujui. Maka mulutnya dikunci dan dia pun dirantai sejak puluhan tahun yang lalu.

Inilah pengakuan dia. Untuk selebihnya, saya sebagai manusia yang tidak bisa melihat wujudnya, hanya mengiyakan. Saya bertanya: “Mana rantainya?” dia pun memegang rantai yang membelenggunya. Maka saya memegang rantai yang dipegangnya, dan dalam bayangan saya, saya menganggap itu sebagai rantai, lalu saya memohon kepada Allah agar menghancurkan rantainya sambil membaca:

))بِسْمِ اللَّهِ الَّذِيْ لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَىْءٌ فِي الأَرْضِ وَلاَ فِى السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ))

“Dengan menyebut nama Allah, yang dengan namaNya tiada sesuatu pun yang bisa memberi madharat baik di langit maupun di bumi, dan dia Maha mendengar lagi Maha mengetahui.”

Subhaanallah, menurut pengakuan Christ Jhon rantai itu putus dan dia pun menjadi bebas. Dan menurut pengakuan Indrad, Christ Jhon ini tinggi besar, persis seperti orang belanda dan menggunakan topi koboi. Tapi tidak setampan jin vampire yang juga dari Belanda yang bernama Jhon Fredric. Ini adalah jin lain yang mempunyai cerita lain pula. Saya mengganti namanya menjadi Muhammad Fredric. Tapi saya lupa tidak mengubah nama Christ Jhon dengan nama yang Islami.

Tapi ‘Alaa kulli haal, saya bergembira karena sudah menambah satu makhluk yang mau taat kepada Allah dan RasulNya, dengan mengerjakan shalat dan puasa Ramadhan. Kejadiannya terjadi sebelum puasa, dan Christ Jhon sudah berpuasa Ramadhan, bulan kemarin. Juga sudah bisa membaca Al-Quran dan menghafal beberapa surat pendek.

Itu saya ketahui, karena saya pada kesempatan lain, ketika Seno minta diruqyah, saya memanggil Christ Jhon kembali untuk melihat apakah sudah mengerjakan Islam dengan benar? Rupanya Al-Hamdulillah, dia sudah shalat, sudah puasa, dan sudah menghafal beberapa surat Al-Quran. Paling tidak seperti itulah pengakuannya. Dan ketika saya uji, memang demikian halnya.

Inilah pengalaman saya. Mungkin bagi orang yang tidak pernah mengalami hal ini, menganggap ini kejadian tidak masuk akal dan mustahil terjadi. Maka saya katakan: Tidak masalah jika seseorang menganggap demikian. Toh setiap orang berpikir sesuai pengetahuannya. Saya katakan: Sesungguhnya saya berbicara dan menulis ini adalah sesuai dengan yang saya ketahui. Bahkan bisa dibuktikan kebenarannya oleh Dimas, Seno, Jamal, dan beberapa mahasiswa lain yang turut hadir saat itu.

Saya bersyukur, karena paling tidak bisa mendapat bagian dari Hadis Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam berikut:

((فَوَاللَّهِ لأَنْ يُهْدَى بِكَ رَجُلٌ وَاحِدٌ خَيْرٌ لَكَ مِنْ حُمْرِ النَّعَم))

“Demi Allah! Jika satu orang saja diberi hidayah oleh Allah lewat perantara dirimu, itu lebih baik bagimu daripada onta-onta yang merah.” (Sahih Al-Bukhari, no. 2942)
Setelah itu Christ Jhon keluar, baru Indradnya yang kecapaian setelah dimasuki. Dia mengaku dirinya seperti habis berlari sangat jauh. Baru kemudian Indrad bertanya: “Ustad! Apa yang saya lihat tadi benar?” Saya bertanya: “Kamu lihat apa Ndrat?” Katanya: “Saya melihat taman-taman yang sangat indah dengan air mengalir di dalamnya. Saya juga melihat Neraka. Gerbangnya sangat besar tinggi, di dalamnya banyak orang digantung dengan terbakar… dan kebanyakannya adalah wanita.” Saya bilang ya itu memang benar Ndrat. Karena memang saya tadi membaca ayat-ayat yang membahas tentang itu.

Jadi Indrad ini rupanya melihat seperti apa yang dilihat oleh jin. Makanya jin disebut makhluk halus karena dengan sekedar dibacakan ayat Al-Quran, dia langsung paham, tahu, dan sadar, meski tidak mengerti bahasa arab.

Beda dengan makhluk kasar seperti kita yang disebut manusia. Terkadang sudah membaca Al-Quran tapi tetap saja tidak mengetahui apa yang dijelaskan Allah dalam firmanNya yang dia baca itu.

Setelah itu motor Seno pun sudah bisa distater dan bisa jalan. Akhirnya kita berangkat ke rumah makan yang sudah ditentukan pak Awik. Saat itu hujan mulai turun, saya dibonceng “Dimas” naik mio-nya. Sampai di sana rupanya makanan milik Mujiono sudah mentilas mangkoknya karena habis. Mie bagian saya juga sudah dingin. Akhirnya pak Awik minta kepada penjual agar mie anak-anak yang baru datang, termasuk saya dipanasi lagi airnya.

Inilah sedikit kisah saya di mahad umar bin khattab, setelah mengajar materi Quran Tafsir, pada hari Kamis malam yang saya lupa tanggalnya. Tapi yang jelas, ini terjadi sebelum bulan puasa Ramadhan tahun ini. Semoga Allah memberkati kita semua, dan menjadikan saya, serta semua pembaca artikel ini, sebagai orang-orang yang bermanfaat bagi orang lain, baik di dunia maupun di Akhirat. Aamiin.

Wa shallallahu ‘alaa sayyidina Muhammad, wa ‘alaa aalihi washahbihi wasallam.

Blawi, 08 Agustus 2015

Ditulis oleh: Wafi Marzuqi Ammar.

Share This: