Meruqyah mahasiswa bag. 2

Meruqyah mahasiswa bag. 2

Oleh: Wafi Ammar

Tentunya bacaan saya ini, saya tujukan pada dua mahasiswi itu. Anehnya, mahasiswi yang disodomi jin hanya diam tidak berkata apa pun dan terus memejamkan mata sejak saya memulai meruqyah. Akhirnya saya fokus pada mahasiswi PBA terlebih dahulu. Setelah itu kami tanyai jin yang ada dalam tubuhnya. Dia mengaku berjenis kelamin perempuan. (Allahu a’lam itu pengakuannya, saya juga tidak tahu KTPnya). Dia berada dalam tubuh itu karena senang kepada sang mahasiswi karena cantik, katanya.

Maka saya jelaskan kepada jin bahwa hal itu tidak boleh. Al-Hamdulillah sang jin menerima dan tanpa penolakan sedikit pun dia langsung mau masuk Islam ketika saya ajak masuk Islam. Memang ayat-ayat yang tadi saya bacakan, menjadikan jin itu mendapat hidayah Allah. Karena ketika membaca, saya meniatkan semoga ayat-ayat agung Al-Quran ini bisa menyampaikan hidayah Allah kepadanya. Tapi jika tidak mau masuk Islam maka sebagai pembakar.

Al-Hamdulillah jin itu mau bersyahadat dengan mudah, dia pun pamit keluar dan mengucapkan salam. Setelah keluar itu, saya kembali mendeteksi lagi dengan bacaan ruqyah karena khawatir jinnya berbohong. Saya juga membacakan surat Al-Baqarah ayat 148, rupanya tidak ada reaksi. Berarti Al-Hamdulillah, segala puji hanya bagi Allah, Dia-lah yang memberi hidayah kepada jin tersebut, dan berkat keagunganNya semata jin itu pun keluar. Sesuai pengakuan mahasiswi PBA ini, jin itu memang perempuan, seperti wanita China, dan masih kecil. Seperti anak-anak. Allahu a’lam.

Setelah selesai dari mahasiswi PBA, saya berpindah fokus pada mahasiswi yang disodomi jin. Setelah lama membacakan ayat-ayat ruqyah standar, juga ayat-ayat tentang azab dan Neraka, ia tidak bergeming sedikit pun. Ia terus memejamkan mata. Akhirnya mulut saya kecapekan juga membaca ayat-ayat Al-Quran. Saya berdoa kepada Allah agar diberi petunjuk. Maka saya teringat para Malaikat 19 yang menjaga Neraka pada surat Al-Muddatstsir ayat 26-31.

Saya membaca ayat-ayat tersebut dengan niat semoga jin dalam tubuh ini diperlihatkan Neraka Saqar dan para Malaikat penjaganya. Dia tetap diam memejamkan mata tidak ada reaksi sama sekali. Akhirnya kedua matanya saya buka dengan paksa dan saya suruh pasien ini melihat ke langit. Saat itu dia berteriak dan menangis: “Mmooo, mmoooo, takuutt.” Ketika ditanya, jinnya hanya membisu. Ketika disuruh masuk Islam, jinnya juga menolak, karena tidak berkata sepatah kata pun. Hanya saja setiap saya paksa memandang ke langit dengan membuka mata, dia ketakutan dan menjerit. Sesuai pengakuannya, dia melihat banyak orang besar dan sangat menakutkan lagi menyiksa orang-orang dalam kobaran api. Allahu a’lam, mungkin itu para Malaikat penjaga Neraka Saqar yang diperlihatkan Allah pada jin tersebut.

Sombongnya, jin itu meski melihat demikian. Ia masih mokong. Tidak mau keluar dan tidak mau masuk Islam. Waktu itu saya belum tahu teknik menyembelih, makanya tidak saya sembelih.

Akhirnya mahasiswi itu saya suruh memejamkan mata untuk mencari jin tersebut agar dia bunuh sendiri. Saya membaca Al-Baqarah: 148, dengan niat Allah menemukannya dengan jin yang selama ini menyodominya.

Benar!!! Jin itu berhasil ditemukan, tapi tidak bisa ditangkap katanya. Karena pandai berkelit. Setiap ketemu langsung hilang. Maka saya membaca surat Yasin ayat 9, dengan niat Allah menjadikannya terkotak sehingga tidak bisa berkelit. Benar sekali. Jin itu ketemu dan tidak bisa berkelit. Lalu saya perintahkan kepada mahasiswi itu untuk membayangkan seakan dia menggenggam jin itu sambil membaca ayat Kursi dengan niat semoga Allah membakarnya.

Al-Hamdulillah, menurut pengakuan sang mahasiswi jin tersebut bisa dihancurkan. Di alam khayalan itu ia berhasil menggenggam jin tersebut kemudian dia lumat hingga menjadi kecil dan terbakar menjadi debu.

Al-Hamdulillah sejak itu sang mahasiswi tidak pernah merasa disodomi oleh makhluk halus lagi. Segala puji hanya bagi Allah yang menjadikan jin bisa hancur terbakar seperti itu. Allahu a’lam.

Selesai ruqyah, mahasiswi itu bercengkerama dengan istri saya. Rupanya dia mengaku bahwa ayahnya adalah seorang tukang pijat yang memang mempunyai hubungan dengan jin. Maka menurut pemikiran saya, jangan-jangan mahasiswi ini adalah korban perbuatan ayahnya yang mempunyai hubungan kerja dengan jin.

Rep: samsul bahri

Editor: samsul bahri

Share This: