Meruqyah Mahasiswa

Oleh: Wafi Ammar

Ketika mengajarkan materi tafsir I di Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, kebetulan saat itu membahas tentang surat An-Naas dan surat Al-Falaq. Rupanya kedua surat agung ini diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam, karena beliau terkena sihir. Ketika disihir, seakan beliau melakukan hal-hal yang sama sekali tidak beliau lakukan. Hadisnya dijelaskan secara detail dalam sahih Al-Bukhari, dan bisa anda baca juga pada tafsir Ibnu Katsir pada penafsiran dua surat tersebut.

Yang kemudian Jibril juga meruqyah Nabi shallallahu alaihi wasallam dengan doanya (Jibil) yang cukup terkenal dibacakan para peruqyah yaitu:

“Dengan menyebut nama Allah saya meruqyahmu. Dari setiap perkara yang mengganggumu. Dari setiap keburukan jiwa atau mata yang hasad (dengki). Semoga Allah menyembuhkanmu. Dengan menyebut nama Allah, saya meruqyahmu.” (HR. Muslim, no. 5829)

Ketika menjelaskan materi ini, ada satu mahasiswi dan seorang mahasiswa yang rupanya mempunyai masalah dengan jin. Untuk mahasiswinya, setiap malam ia didatangi seperti asap hitam, itu antara sadar dan tidak sadar. Kemudian –sesuai pengakuannya- jin itu menggaulinya lewat dubur, dan ia tidak bisa bergerak sama sekali. Hingga sering merasa sakit pada daerah dubur itu. Ini berlangsung setiap hari, setiap menjelang tidur. Sampai ia tidak berani tidur sendirian, ia meminta adik perempuannya menemani tidur, tapi hal itu masih saja terjadi, dan tanpa diketahui adiknya.

Untuk yang mahasiswa, ia mempunyai teman mahasiswi dari Pendidikan bahasa Arab yang katanya sering mendengar suara yang memanggil-manggil namanya. Maka saya pastikan, keduanya pasti terkena gangguan jin.

Saya pun berusaha membantu kedua mahasiswa tersebut. Mereka bertiga saya suruh datang ke rumah setelah selesai perkuliahan sekitar jam 21.00 malam. Sang mahasiswi yang disodomi jin, temannya yang mahasiswa, dan mahasiswi PBA yang namanya sering dipanggil-panggil itu.

Sampai di rumah, saya berwudhu dan saya perintah mereka semua untuk berwudhu. Kemudian istri saya panggil untuk memegangi sang mahasiswi bila ada hal-hal yang tidak diinginkan.

Sesuai pengakuan mahasiswi PBA, saat berjumpa saya, dadanya langsung terasa sesak. Ketika sampai di rumah saya, dadanya semakin sesak. Maka langsung saya bacakan muqaddimah ruqyah, yaitu taawwudz, a’udzu bikalimaatillaahit taammaati… dan lain sebagainya. Kemudian saya bacakan surat Al-Ahqaf: 29-32 dengan berulang-ulang. Jin itu kesakitan, meronta dan menangis keras, lalu kemudian saya bacakan ayat adzab pada surat jin ayat 14-16, juga dengan berulang-ulang. Jin semakin meronta dan istri saya semakin kuat memegangi sang mahasiswi biar tidak terpental ke tanah yang keras karena terbuat dari keramik. Setiap menangis, jin itu menutupi kedua matanya.

Bersambung ke bagian 2

http://qolam.net/mengeluarkan-jin-dari-tubuh-mahasiswa-dan-mahasiswi-2/

Share This: