Memilih pemimpin Kafir

al maidah

Saudara…

Tentang haramnya memilih pemimpin kafir ini, sangat banyak ditegaskan Allah dalam Al-Quran. Di antaranya surat Al Maidah di atas, juga surat An-Nisa’ di bawah ini. Allah Berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا الْكَافِرِينَ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُونِ الْمُؤْمِنِينَ أَتُرِيدُونَ أَنْ تَجْعَلُوا لِلَّهِ عَلَيْكُمْ سُلْطَانًا مُبِينًا (144) إِنَّ الْمُنَافِقِينَ فِي الدَّرْكِ الْأَسْفَلِ مِنَ النَّارِ وَلَنْ تَجِدَ لَهُمْ نَصِيرًا

“Wahai orang-orang beriman! Kalian jangan memilih orang-orang kafir sebagai pemimpin kalian dan meninggalkan memilih orang-orang mukmin. Apakah kalian hendak menjadikan bagi ALlah hujjah yang nyata untuk menyiksa kalian?! Sesungguhnya orang-orang munafiq itu berada dalam bagian paling bawah dari Neraka, dan engkau tiada akan mendapati seorang penolong pun untuk mereka.” (QS. An-Nisa’: 144-145)

pada At-Tafsir Al-Muyasar disebutkan:

يا أيها الذين صدَّقوا الله ورسوله وعملوا بشرعه، لا توالوا الجاحدين لدين الله، وتتركوا موالاة المؤمنين ومودتهم. أتريدون بمودَّة أعدائكم أن تجعلوا لله تعالى عليكم حجة ظاهرة على عدم صدقكم في إيمانكم؟

إن المنافقين في أسفل منازل النار يوم القيامة، ولن تجد لهم -أيها الرسول- ناصرًا يدفع عنهم سوء هذا المصير.

Wahai orang-orang yang membenarkan Allah, Rasulullah, dan mengerjakan syariatNya, kalian jangan memberikan loyalitas dengan memilih orang-orang yang mengingkari agama ALlah, dan meninggalkan memilih orang-orang mukmin serta tidak berbuat loyal kepada mereka. Apakah dengan mencintai musuh-musuh kalian, kalian hendak menjadikan bagi ALlah suatu bukti yang nyata bahwa kalian tidak benar dalam keimanan kalian?!

Sesungguhnya orang-orang munafik berada dalam tingkatan paling bawah dari Neraka pada Hari Kiamat. engkau tidak akan mendapati bagi mereka -wahai Rasul- seorang penolong pun yang melindungi mereka dari buruknya kesudahan ini.

saudara… dari dua ayat ini kita mendapat banyak pelajaran, di antaranya:

1- Ayat ini disampaikan secara khusus kepada orang-orang mukmin. maka bagi yang tidak mukmin tidak usah mendengar ayat ini. karena diawali dengan firmanNya: “Wahai orang-orang beriman.”

2-Kita diharamkan memimilih pemimpin kafir. karena orang kafir jelas durhaka kepada ALlah dan tidak mengikut perintah ALlah. itu jika tidak ada calon dari pemimpin muslim. Kalau semua calon adalah kafir maka kita memilih mana yang paling kecil madharatnya bagi kaum muslimin.

3-Kewajiban memilih pemimpin mukmin dan tidak memilih orang kafir. demikian itu karena orang kafir tidak akan menghendaki kebaikan untuk kita. Mereka selalu menginginkan kita murtad seperti mereka. ini disebutkan dalam ayat lain:

وَدُّوا لَوْ تَكْفُرُونَ كَمَا كَفَرُوا فَتَكُونُونَ سَوَاءً فَلَا تَتَّخِذُوا مِنْهُمْ أَوْلِيَاءَ

“Orang-orang kafir itu sangat berharap jika kalian kafir seperti mereka telah kafir. sehingga kalian menjadi sama-sama kafir. Maka jangan menjadikan mereka-mereka sebagai pemimpin.” (QS. An-Nisa’: 89)

4- Setiap perintah dalam AL-Quran dan Al-Hadis menunjukkan kewajiban dan larangan menunjukkan pengharaman. Jika dalam ayat di atas kita dilarang memilih pemimpin kafir maka berarti hal itu haram dilakukan. sebaliknya kalau kita diperintah memilih yang mukmin, maka itu adalah kewajiban.

5-Siapa pun yang tetap memilih pemimpin kafir padahal sudah mendengar ayat ini maka dia menjadi munafik dan bagi Allah sudah terdapat bukti yang sangat nyata bahwa dia bukan orang mukmin. karena itu pada ayat 145, Allah langsung menjelaskan bahwa pelaku adalah munafik yang tempatnya berada dalam tingkatan paling bawah dalam Neraka.

6-Jika ada orang mengaku mukmin, mengaku beriman kepada Allah dan Rasulullah, tapi memilih selain Quran dan Hadis, memilih hukum lain, lebih mencintai orang kafir dari orang mukmin, dan malah membantu orang-orang kafir untuk memerangi orang muslim maka dia adalah seorang munafik yang sangat jelas kemunafikannya.

7-Munafik yang disebutkan dalam ayat adalah munafik dengan nifak akbar. yaitu nifak yang mengeluarkan seseorang dari Islam. jadi pelaku telah murtad seperti murtadnya Abdullah bin Ubay bin Salul. meski masih shalat, zakat, puasa, dan haji. karena dia melakukan itu hanya secara lahir sementara batinnya adalah kufur.

8-Pada Hari Kiamat orang-orang munafik pasti masuk Neraka bahkan berada dalam tingkatan paling bawah dari neraka dan mereka tiada akan mendapati seorang penolong pun. Kecuali mereka bertaubat dan  memperbaiki keburukan yang sudah mereka perbuat.

9- Peringatan bagi setiap yang mengaku beriman untuk memenuhi ayat ini dan meninggalkan memilih pemimpin kafir, kalau tidak mau menjadi munafik di mata Allah.

Semoga Allah meneguhkan iman kita dan menganugerahkan kepada kita semua husnul khatimah. Aaamin. semoga bermanfaat.

Artikel terkait:

silakan baca di sini.

juga baca di sini

dan juga di sini.

 

 

 

 

 

Share This: