Antara Pastur dan Kyai

pastur dan kyai

 

Di pesawat ada Pastur dan Kyai duduk sebaris. Lalu datang pramugari.
Pramugari: “Hallo tuan-tuan, ada yang mau sampanye?”
Pastur: “Iya, terima kasih, nona. Tolong beri dua gelas ya?
Ayo pak kyai, kita rayakan pertemuan ini dengan minum sampanye.”
Kyai : “Saya teh hangat saja.”
Pastur : “Waaah.. pak kyai jangan sungkan2. Jarang2 kita bisa minum sampanye bareng-bareng.”
Kyai : “Maaf, agama saya melarang minum alkohol.” (Pastur
terdiam sambil menenggak sampanye).
Pastur : “Waaah.. Sayang sekali pak kyai, barang enak begini
sampean kok malah tidak suka.” (Pak Kyai hanya menghela nafas).
Sampai di bandara, mereka berjalan ke tempat penjemputan.
Dari kejauhan, datang 4 orang wanita muda nan ayu, manis, humoris dan agamis, sambil memanggil-manggil pak kyai.
4 orang wanita: “Abah.. Abaaah.. Selamat dataaang.. Mmmuah.. Mmmuuuuah….” (sambil cium tangan satu per satu).
Pastur: “Putrinya cantik-cantik pak kyai. Kuliah semua?”
Kyai: “Ooh.. Mereka itu istri-istri saya. Lho, pastur tidak ada istri
yang jemput?”
Pastur: “Hmmm.. Saya tidak punya istri, agama saya melarang saya menikah.” (sambil menghela nafas).
Kyai: “Waaah.. Sayang sekali, barang enak begini, pastur tidak suka.”

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *