FAKTOR-FAKTOR YANG MENDATANGKAN BANYAK RIZQI

Berikut ini beberapa perkara yang mendatangkan banyak rizqi, di antaranya:

Pertama: Istigfar dan taubat kepada Allah ta’ala. Keduanya sangat mendatangkan rizqi, anak, dan kenikmatan. Dia berfirman:

فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّاراً ﴿١٠﴾ يُرْسِلِ السَّمَاء عَلَيْكُم مِّدْرَاراً ﴿١١﴾ وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَل لَّكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَل لَّكُمْ أَنْهَاراً ﴿١٢﴾

“Maka aku katakan kepada mereka: Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia Maha pengampun. Niscaya Dia mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat. Dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.” (QS. Nuh: 10-12)

Kedua: Giat dan pagi-pagi dalam mencari rizqi. Berdasarkan doa Nabi shallallahu alaihi wasallam kepada umatnya dengan keberkahan:

((اللَّهُمَّ بَارِكْ لأُمَّتِي فِي بُكُورِهَا)) أخرجه أبو داود والترمذي.

“Ya Allah! berkahilah untuk umatku pada waktu paginya.” (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi)

Ketiga: Banyak berdoa kepada Allah. Karena Allah berjanji bahwa siapa pun yang berdoa kepadaNya pasti akan dikabulkan. Dia berfirman:

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ [البقرة: 186]

“Apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo`a apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah) Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (QS. Al-Baqarah: 186)

Di antara doa yang diucapkan untuk meminta rizqi adalah:

((اللَّهُمَّ اكْفِنِي بِحَلاَلِكَ عَنْ حَرَامِكَ، وَأَغْنِنِي بِفَضْلِكِ عَمَّنْ سِوَاكَ))

“Ya Allah! Cukupkan saya dengan halalMu dari yang haram. Dan jadikan saya kaya dengan keutamaanMu sehingga tidak butuh kepada selainMu.” (Sahih At-Tirmidzi, 1/89)

((اَللَّهُمَّ أَكْثِرْ مَالِيْ وَوَلَدِيْ، وَبَارِكْ لِيْ فِيْمَا أَعْطَيْتَنِيْ، وَأَطِلْ حَيَاتِيْ عَلَى طَاعَتِكَ وَأَحْسِنْ عَمَلِيْ وَاغْفِرْ لِيْ))

“Ya Allah! perbanyaklah harta dan anak saya. Berkahilah pada apa yang Engkau berikan pada saya. Panjangkan hidup saya untuk berbuat taat kepadaMu. Perbaguslah amal saya. Dan ampunilah saya.”

Keempat: Menghindari maksiat dan dosa. Karena keduanya penyebab kerusakan. Termasuk hilangnya rizqi. Allah berfirman:

{ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ} [الروم: 41]

“Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” (QS. Ar-Ruum: 41)

Kelima: Beribadah dengan khusyu’ serta menghadirkan hati saat beribadah. Terutama shalat. Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda: Allah berfirman:

((يَا ابْنَ آدَمَ تَفَرَّغْ لِعِبَادَتِي أَمْلاَ قَلْبَكَ غِنًى وَأَمْلاَ يَدَيْكَ رِزْقًا، يَا ابْنَ آدَمَ لاَ تَبَاعَدْ مِنِّي فَأَمْلاَ قَلْبَكَ فَقْرًا وَأَمْلأَ يَدَيْكَ شُغْلاً)).

“Wahai anak Adam! Konsentrasilah untuk ibadah kepadaKu niscaya kuberi kekayaan pada kalbumu dan Saya penuhi kedua tanganmu dengan rizqi. Wahai anak Adam! Jangan menjauh dari Saya maka saya penuhi kalbumu dengan kemiskinan, dan saya penuhi kedua tanganmu dengan kepenatan.” (HR. Al-Hakim, no. 7926)

Keenam: Banyak berinfak dan sadaqah karena keduanya sangat mendatangkan rizqi. Allah berfirman:

وَمَا أَنفَقْتُم مِّن شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُ وَهُوَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ ﴿٣٩﴾

“Barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia-lah pemberi rezki yang sebaik-baiknya.” (QS. Saba’: 39)

Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda: Allah berfirman:

((يَا ابْنَ آدَمَ أَنْفِقْ أُنْفِقْ عَلَيْكَ))

“Wahai anak Adam! Berinfaklah, niscaya saya akan berinfak kepadamu.” (HR. Muslim, no. 2355)
Juga berfirman:

مَّثَلُ الَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنبُلَةٍ مِّئَةُ حَبَّةٍ وَاللّهُ يُضَاعِفُ لِمَن يَشَاءُ وَاللّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ ﴿٢٦١﴾

“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir terdapat seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (kurnia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 261)

Share This: