HAKIKATNYA BUKAN KITA YANG BAIK TAPI ALLAH TUTUP AIB-AIB KITA

tutupi

 

Saudaraku, pujian dan acungan jempol boleh jadi bertebaran mengitari diri kita.

Orang boleh jadi berkata : “Sungguh luar biasanya engkau.” atau “Sungguh dirimu penuh dengan kebaikan.”

Ketahuilah, apa yang dikatakan oleh mereka tak lebih berdasar apa yang mereka lihat.

Ketahuilah, masih banyak aib dan keburukan kita yang belum mereka lihat atau mereka ketahui.

Saudaraku, usahlah kita berbangga hati hanya karena pujian-pujian itu.

Ikhlaskanlah diri kita. Jangan sampai hanya karena beberapa patah kata kita merasa menjadi orang yang baik.

Padahal kalau saja aib-aib kita itu dibuka niscaya orang-orang akan menjauhi kita.

Muhamad bin Waasi’ rahimahullah berkata ;

لَوْ كَانَ لِلذُّنُوْبِ رِيْحٌ مَا جَلَسَ إِلَيَّ أَحَدٌ

“Seandainya dosa-dosa itu ada baunya maka tidak ada seorang pun mau duduk bersamaku.

Muhammad bin Shalih Al-Qahthani rahimahulllah berkata:

وَاللهِ لَوْ عَلِمُوْا قَبِيْحَ سَرِيْرَتِيْ … لَأَبىَ السَّلَامَ عَلَيَّ مَنْ يَلْقَانِيْ

وَلَأَعْرَضُوْا عَنِّيْ وَمَلُّوْا صُحْبَتِيْ … وَلَبُؤْتُ بَعْدَ كَرَامَةٍ بِهَوَانِ

“Demi Allah! Sekiranya mereka tahu buruknya batinku… niscaya orang yang berjumpa denganku menolak untuk mengucap salam padaku.”

“Mereka pasti berpaling dariku dan bosan bergaul denganku… dan pastilah saya pulang membawa kehinaan setelah mendapat kemuliaan.”

Masih banyak orang-orang yang jauh lebih baik dari kita dan jauh lebih pantas menerima apa yang telah kita terima.

Maka dari itu, marilah kita merendahkan hati dan terus mencoba menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

 

Share This: