larangan bertanya kepada Nabi SAW

Ust, mhn maaf,sy sdg membaca ada hadits ini:

Disebutkan dlm hadits shahih,dari Rasulullah SAW bhw beliau bersabda :”Janganlah kalian bertanya kpdku mengenai apa yg aku diamkan pd kalian.Sesungguhnya binasanya org2 sebelum kalian,krn mereka byk bertanya dan menyalahi Nabi2 mereka”…mhn pencerahannya ust :

1) apakah jika Rasulullah mendiamkan sesuatu perbuatan/perkataan sahabat bisa dikategorikan beliau menyetujui hal tsb utk dilakukan/dikatakan ?

2) apakah yg dimaksud dg hadits ini sbg “banyak bertanya “, pertanyaan yg spt apa njih ust?

Mhn pencerahannya ust,ngapunten, sy msh belum jelas,maturnuwun sanget njih.

Jawab:

Segala puja dan puji hanya milik Allah semata, dan semoga shalawat beriring salam senantiasa tersampaikan kepada Rasulullah… amma ba’du:

Pertama: Hadis tersebut adalah sahih. Dan bunyinya seperti dalam riwayat Muslim, no. 6259 sebagai berikut:

maa nahaitukum“Apa pun yang saya larang atas kalian maka tinggalkan. Dan apa yang saya perintahkan maka kerjakan semampu kalian. Karena binasanya orang-orang sebelum kalian adalah karena banyak bertanya dan menyelisihi para Nabi mereka.”

Kedua: Setiap perkara yang didiamkan oleh syara’, apakah itu oleh Allah maupun Rasulullah shallallahu alaihi wasallam maka itu dimaafkan. Karena merupakan rahmat dari Allah ta’ala. Kita tidak wajib mengerjakan atau meninggalkannya. (Al-Utsaimin, Syarah riyadhush shalihin, 2/274)

Ketiga: Pertanyaan yang tidak boleh ditanyakan, sebagaimana dikatakan imam Asy-Syaukani dalam Fathul Qadir, 2/92, pada Al-Maidah: 101, adalah perkara-perkara yang tidak kita butuhkan baik dalam masalah dunia maupun Akhirat.

Keempat: Jika sahabat melakukan sesuatu kemudian Nabi shallallahu alaihi wasallam mendiamkan maka termasuk persetujuan jadi tidak masalah dilakukan, meski beliau tidak mengerjakan. Seperti memakan dhabb (bukan biawak), mengerjakan shalat dua rakaat fajar setelah shalat fajar, ketika ada udzur, dan lain sebagainya. Tapi ini khusus ketika Nabi shallallahu alaihi wasallam masih hidup. Sehingga bisa dikatakan perkara ini beliau setujui atau tidak. Sehingga tidak bisa ada seseorang di zaman ini mengerjakan sesuatu dengan alasan itu boleh karena tidak ada dalil. Allahu a’lam.

gambar dhab adalah sebagai berikut:

dhab 1dhab 2dhab 3dhab 4

 

 

Share This: