Tanda lemahnya iman (bag. 1)

lemah-iman

Saudaraku… lemahnya keimanan seseorang memiliki beberapa ciri. Di antaranya: Jika anda terjerumus dalam maksiat dan suka mengerjakan perkara haram.

Di antara orang bermaksiat, ada yang mengerjakan dosa dan terus-terusan mengerjakannya. Dan di antara mereka ada yang mengerjakan berbagai macam bentuk kemaksiatan.

Padahal banyak mengerjakan perbuatan maksiat, menyebabkan kemaksiatan menjadi suatu kebiasaan dan lumrah dikerjakan. Akhirnya buruknya maksiat, sirna dari kalbu secara bertahap, hingga seseorang berani terang-terangan mengerjakan dosa tanpa takut dan malu. Jika sudah seperti ini maka ia telah masuk dalam mujaaharah. Yaitu terang-terangan mengerjakan dosa.

Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda:

كُلُّ أُمَّتِي مُعَافًى إِلَّا الْمُجَاهِرِينَ وَإِنَّ مِنْ الْمُجَاهَرَةِ أَنْ يَعْمَلَ الرَّجُلُ بِاللَّيْلِ عَمَلًا ثُمَّ يُصْبِحَ وَقَدْ سَتَرَهُ اللَّهُ عَلَيْهِ فَيَقُولَ يَا فُلَانُ عَمِلْتُ الْبَارِحَةَ كَذَا وَكَذَا وَقَدْ بَاتَ يَسْتُرُهُ رَبُّهُ وَيُصْبِحُ يَكْشِفُ سِتْرَ اللَّهِ عَنْهُ

Setiap umatku terlindungi kecuali orang-orang mujahirin. Dan termasuk mujaharah, jika seseorang mengerjakan suatu dosa pada waktu malam, kemudian di pagi hari ia menceritakannya kepada orang lain, padahal Allah telah menutupi dosanya. Ia berkata: “Wahai fulan! Tadi malam saya telah mengerjakan ini dan itu.” Padahal tadi malam Allah sudah menutupi dosanya, tapi di pagi hari ia membuka tutupan Allah atas dirinya. (Sahih Al-Bukhari, no. 6069)

 

 

Share This: