GADIS ITU PURA-PURA KESURUPAN PADA MALAM PERTAMANYA

Barangkali selaput dara sang isteri sudah robek karena berbagai sebab apa pun. Atau bisa jadi dia menginginkan talak (cerai). Atau mungkin karena takut ketahuan aibnya, maka ia memilih untuk menentang dan menolak disetubuhi. Dan meski sesuatu terjadi, dia tidak ingin hal itu terjadi pada malam pertama.

Kami akan menceritakan kisah berikut ini. Yaitu:

Ada seorang pemuda yang melamar gadis untuk dinikahinya. Namun pada malam pertama, gadis itu menolak disetubuhi, dan justru pura-pura kesurupan atau ketempelan jin.

Akhirnya keluarga gadis itu membawanya kepada seorang tukang ruqyah untuk meruqyahnya. Keluarganya menyebutkan bahwa gadis ini tertimpa sesuatu yang sangat mirip dengan kesurupan.

Sang tukang ruqyah membacakan ayat-ayat ruqyah atas sang gadis. Tapi tidak nampak tanda-tanda apa pun. Justru sesuai pengalaman sang tukang ruqyah, gadis ini hanya berpura-pura kesurupan, karena ia tidak tertempeli jin apa pun.

Dan terkadang sebagian orang berpura-pura sakit, karena ingin menarik perhatian manusia atau mendapat cinta mereka, untuk merealisasikan tujuan yang dikehendakinya.

Yang jelas, tukang ruqyah itu meminta kepada keluarga sang gadis, agar ia diperbolehkan menanyai gadis tersebut dengan beberapa pertanyaan yang bakal membantunya dalam proses pengobatan.

Ketika tukang ruqyah berbicara dengan gadis itu tanpa ada seorang pun yang mendengar pembicaraan mereka, sang gadis berterus terang bahwa selaput daranya telah robek.[1] Karena itu ia tidak memberi kesempatan kepada suaminya untuk menyetubuhi. Dia takut suaminya akan mengerti rahasianya sehingga terjadi problem yang besar, atau bisa jadi sang suami malah membongkar aibnya.

Maka, sang tukang ruqyah bertindak dengan sangat cerdas dan bijaksana. Dan betapa penting tindakan cerdas dan bijak itu, jika diperlukan untuk perbaikan dan kebahagiaan.

Sang tukang ruqyah pun berkata kepada keluarga sang gadis, “Gadis ini kesurupan karena ketempelan jin. Jin yang berada dalam tubuhnya berjanji akan keluar dari tubuh sang gadis. Tapi dia memberikan syarat, ia harus keluar lewat mata yang bakal membutakannya, atau lewat telinga yang bakal membuatnya tuli, atau lewat kemaluan, yang bakal membuat selaput daranya robek.”

Keluarga gadis itu menjawab, “Suruh jin itu keluar lewat kemaluannya saja. Itu lebih baik daripada ia keluar lewat mata atau telinga. Apalagi selaput dara mau tidak mau pasti akan robek. Baik lewat jin atau pun suaminya.”

Maka tukang ruqyah membacakan ayat-ayat kepada sang gadis. Ia membuat sandiwara seakan-akan jin telah keluar dari kemaluannya.

Setelah itu sang gadis bangkit. Dan selesailah masalahnya dengan aman tanpa ada seorang pun yang mengetahui. Akhirnya air kembali kepada salurannya dengan sempurna, dan mempelai pria pun dengan nikmatnya berhubungan dengan mempelai wanita.

 

Sumber: “Teknik-Teknik Malam Pertama”, hlm. 84-86

Penulis: Abdul Muththalib Hamd Utsman

Penerjemah: Wafi Marzuqi Ammar, Lc., M.Pd.i

Penerbit: Pustaka eLBA

Cetakan pertama: Dzulhijjah 1428 H/Desember 2007 M

ISBN: 978-979-26-6773-8


[1] Selaput dara bisa robek, akibat suatu penyakit tertentu.

Share This: