FAIDAH HARI INI, JUMAT 26 RAMADHAN 1440H/31 MEI 2019

Subhaanallaah… karena tidak bisa tidur, efek minum kopi tadi malam, akhirnya saya berusaha menulis sesuatu yang bisa memberi manfaat kepada ikhwah dan akhwat sekalian..

Tulisan itu sebagai berikut:

*Ridha Suami, Surgamu Wahai Saudariku*

Nabi Shallallaahu Alaihi Wasallam bersabda:

((وَنِسَاؤُكُمْ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ الْوَدُودُ الْوَلُوْدُ الْعَؤُوْدُ عَلَى زَوْجِهَا، الَّتِي إِذَا غَضِبَ جَاءَتْ حَتَّى تَضَعَ يَدَهَا فِي يَدِهِ، ثُمَّ تَقُولُ: لَا أَذُوقُ غَمْضًا حَتَّى تَرْضَى))

“Wanita-wanita kalian yang menjadi penghuni Surga, adalah yang sangat mencintai suami, sangat banyak anak, dan selalu kembali membawa manfaat kepada suami. Jika suami marah, dia (wanita) datang kepadanya meletakkan tangannya pada tangan suami, sambil berkata: ‘Saya tidak bisa tidur hingga engkau ridha’.” (HR. Al-Baihaqi dalam Syuabul Iman, 11/171, no. 8358 dan disahihkan Al-Albani dalam As-Sahihah, 1/515, no. 287)

Pada Hadis ini Nabi Shallallaahu Alaihi Wasallam hendak menjelaskan kepada kita semua bahwa:

*Penyebab masuknya wanita dalam Surga adalah ketika mendapat ridha dari suami. Maka berusahalah wahai para wanita untuk mendapat ridha suami-suami kalian.*

Maka ciri wanita-wanita penghuni Surga sebagaimana dijelaskan Nabi Shallallaahu Alaihi Wasallam adalah:

(1) Sangat mencintai suami. Maka berhati-hatilah jika dalam hati Anda wahai wanita ada rasa benci kepada suami Anda. Ini jelas bukan sifat penghuni Surga.

(2) Sangat banyak anak. Maksudnya, tidak malas hamil, dan tidak merasa terbebani ketika hamil, melahirkan, dan mendidik anak. Justru hal itu menjadi ladang ibadah untuk meraih pahala menurutnya.

(3) Sangat memberi manfaat kepada Suami. Jika suami salah maka diingatkan. Jika Suami melakukan kesalahan maka dimaafkan. Jika suami bodoh maka diajari. Jika suami hendak mengerjakan kebaikan maka dia membantu dan menyemangati. Serta banyak hal lainnya. Yang jelas, bukan ketika suami melakukan kesalahan maka dia tidak mau memaafkan dan selalu mengungkit-ungkit kesalahan tersebut.

(4) Jika suami marah, ia berusaha meminta keridhaannya hingga suami ridha. Yakni: Ketika suami marah, ia tidak ikut marah atau membantah dan membentak suami dengan suara keras.

Tentu ini bukan sifat wanita penghuni Surga. Karena Nabi Shallallaahu Alaihi Wasallam menegaskan, wanita penghuni Surga, jika suami marah, ia malah mendekat dengan meletakkan tangannya pada tangan suami dan berkata: _Iniloh tanganku ada pada tanganmu. Saya tidak bisa tidur hingga engkau ridha._

Memang keridhaan suami adalah perkara puncak yang harus diraih setiap wanita. Karena itu dalam Hadis lain, Nabi Shallallaahu Alaihi Wasallam bersabda:

((إِذَا صَلَّتِ الْمَرْأَةُ خَمْسَهَا ، وَصَامَتْ شَهْرَهَا ، وَحَفِظَتْ فَرْجَهَا ، وَأَطَاعَتْ زَوْجَهَا قِيلَ لَهَا : ادْخُلِي الْجَنَّةَ مِنْ أَيِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ شِئْتِ)).

_“Jika wanita mengerjakan shalat lima waktu, berpuasa bulan Ramadhan, menjaga kemaluannya, dan mentaati suami, dikatakan padanya: Masuklah dalam Surga melalui pintu manapun yang engkau kehendaki.”_ (Sahih Ibnu Hibban, no. 4163)

Ingat pula, bahwa Surga dan Nerakamu wahai saudariku, terletak pada kehebatanmu dalam membuat ridha suami. Camkan Hadis Nabi Shallallaahu Alaihi Wasallam berikut:

عَنِ الْحُصَيْنِ بْنِ مِحْصَنٍ، أَنَّ عَمَّةً لَهُ أَتَتِ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي حَاجَةٍ، فَفَرَغَتْ مِنْ حَاجَتِهَا، فَقَالَ لَهَا النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ” أَذَاتُ زَوْجٍ أَنْتِ؟ ” قَالَتْ: نَعَمْ، قَالَ: ” كَيْفَ أَنْتِ لَهُ؟ ” قَالَتْ: مَا آلُوهُ إِلَّا مَا عَجَزْتُ عَنْهُ، قَالَ: ” فَانْظُرِي أَيْنَ أَنْتِ مِنْهُ، فَإِنَّمَا هُوَ جَنَّتُكِ وَنَارُكِ ”

dari Hushain bin Mihshan, sesungguhnya bibinya datang kepada Nabi Shallallaahu Alaihi Wasallam untuk suatu keperluan. Setelah selesai dari keperluannya, Nabi Shallallaahu Alaihi Wasallam bersabda kepadanya: _“Apakah kamu memiliki suami?”_ Dia menjawab: _“Iya.”_ Nabi Shallallaahu Alaihi Wasallam bertanya kembali: _“Bagaimana perlakuanmu terhadapnya?”_ bibiku menjawab: _“Saya berbuat taat kepadanya semampu saya kecuali pada perkara yang saya tidak mampu melakukannya.”_ Nabi Shallallaahu Alaihi Wasallam bersabda: _“Lihatlah! Bagaimana sikapmu kepada suami, karena dia adalah Surga dan Nerakamu.”_ (Musnad Ahmad, no. dengan sanad sahih)

_“Lihatlah! Bagaimana sikapmu kepada suami, karena dia adalah Surga dan Nerakamu.”_

Tentang makna ungkapan di atas, Al-Munawi dalam _Faidhul Qadir_ berkata menafsirkan:

أي في أي منزلة أنت منه أقريبة من مودة مسعفة له عند شدته ملبية لدعوته أم متباعدة من مرامه كافرة لعشرته وإنعامه (فإنما هو) أي الزوج (جنتك ونارك) أي هو سبب لدخولك الجنة برضاه عنك وسبب لدخولك النار بسخطه عليك فأحسني عشرته ولا تخالفي أمره فيما ليس بمعصية[ فيض القدير (3/ 60)]

“Maksudnya: Dimanakah kedudukanmu daripadanya. Apakah kamu dekat dalam mencintainya, segera memenuhi kebutuhannya saat memanggilmu, ataukah menjauh dari apa yang dimintanya, mengingkari kebaikan dan nikmatnya?! Karena suami bagimu adalah penyebab dirimu masuk Surga dengan ridhanya padamu. Dan penyebab masukmu dalam Neraka, karena murkanya padamu. Karena itu perbaikilah pergaulanmu dengannya dan jangan menyalahi perintahnya selama tidak dalam maksiat.” (Faidhul Qadir, 3/60)

Mudah-mudahan tulisan ini bermanfaat bagi saya pribadi, istri saya, saudara-saudara perempuan saya, dan seluruh wanita yang bersuami. Dengan harapan, semoga semuanya nanti berkumpul kembali bersama-sama dalam SurgaNya. Aaamin

(wmafaj)

———————————————————————————————-
الفقير إلى رحمة ربه: وفي مرزوقي عمار-وافاه الله ورزقه بالجنة-

اللهم إني ظلمت نفسي ظلما كثيرا ولا يغفر الذنوب إلا أنت فاغفر لي مغفرة من عندك وارحمني إنك أنت الغفور الرحيم

Virus-free. www.avast.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *