FAIDAH HARI INI, KAMIS 23 AGUSTUS 2018

Semoga pada seluruh hari ini, Allah memberi kelimpahan rizqi kepada saya dan seluruh yang membaca tulisan ini. Mengampuni saya dan seluruh pembaca tulisan ini. Juga merahmati, melindungi, dan memberikan keberkahan pada seluruh kondisi saya dan semua pembaca tulisan ini. Aamiin.

Pada kesempatan yang lalu kita membahas tentang _Nawaqidhul Islam_. Yaitu perkara yang membatalkan keislaman seseorang meski dirinya masih shalat, zakat, dan mengamalkan syariat-syariat Islam lainnya. Kesempatan lalu kita membahas pembatal yang ketiga. Sekarang kita membahas pembatal yang kedelapan.

Yaitu: *Terang-terangan membela orang-orang musyrik dalam memerangi kaum muslimin.*

Siapa pun yang melakukannya maka telah batal islamnya. Berdasarkan firman Allah ta’ala:

{ وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ مِنْكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ }.

_“Barangsiapa dari kalian menjadikan mereka sebagai wali maka dia dari golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi hidayah kaum yang dzalim.”_ (QS. Al-Maidah: 51)

Wali yang dimaksud adalah menjadikan mereka sebagai pemimpin, teman dekat, atau kita mempunyai kecenderungan mencintai mereka, dan melindungi mereka.

Membantu orang-orang musyrik dalam menyerang kaum muslimin adalah fitnah sangat berbahaya. Banyak yang melakukannya karena buta. Buta karena tidak tahu perbuatan tersebut sangat membatalkan keislaman.

Pada zaman ini hal tersebut banyak terjadi karena kejahilan di antara kaum muslimin. Sedikitnya ilmu agama. Dan kecintaan mendalam kepada dunia, sehinga banyak kalbu yang terfitnah dengan mencintai orang-orang musyrik. Demi mendapat kenyamanan hidup di dunia.

Maka siapa pun yang datang ke Israel atau tidak datang kesana, dan mengatakan yahudi-yahudi itu berada dalam kebenaran; sementara Hamas dikatakan sebagai teroris, padahal penduduk asli Palestina maka dia telah melakukan pembatal kedelapan yang menjadikannya murtad meski masih mengaku muslim.

Siapa pun yang mendahulukan orang kafir atas orang islam dalam pemilu, mengatakan lebih baik orang kafir yang adil daripada muslim tapi dzalim, maka telah melakukan pembatal kedelapan ini. Meski berstatus pak Haji dan rajin shalat lima waktu.

Siapa pun yang memiliki kecintaan kepada orang kafir, sehingga mengistimewakannya atas muslim dalam hal apa pun, berarti dalam hatinya terdapat kecintaan kepada orang kafir. Maka Allah menyebutnya dia tidak beriman. Dia berifirman:

{لَا تَجِدُ قَوْمًا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ يُوَادُّونَ مَنْ حَادَّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَلَوْ كَانُوا آبَاءَهُمْ أَوْ أَبْنَاءَهُمْ أَوْ إِخْوَانَهُمْ أَوْ عَشِيرَتَهُمْ} [المجادلة: 22]

_“Kamu tak akan mendapati kaum yang beriman pada Allah dan hari akhirat, saling berkasih-sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka.”_ (QS. Al-Mujadilah: 22)

Berkasih sayang saja tidak boleh, maka bagaimana dengan menjadikan mereka sebagai pasangan hidup, atau menjadikan mereka sebagai pemimpin tertinggi. Apakah masih tersisa sedikit pun iman pada kalbu mereka?!

Akhil kariim/ukhtil kariimah!

Ini semua terjadi sebabnya karena berpaling dari menuntut ilmu syar’i. dan malah menuntut ilmu-ilmu yang diadopsi dari kaum filsafat Yunani.

Sebabnya juga karena menganggap apa pun yang datang dari Arab adalah buruk, kuno, dan tidak sesuai perkembangan zaman, sementara yang datang dari Amerika dan Eropa adalah suatu kehebatan dan kebanggaan meski itu adalah perbuatan zina misalnya.

Yang makruf menjadi mungkar dan yang mungkar menjadi makruf. Hampir anak-anak kaum muslimin tumbuh dewasa dalam keburukan ini. kemudian menjadi tua dengan pemikiran yang sangat buruk tersebut dan meninggal dalam kondisi keislamannya telah batal tanpa disadarinya. Kecuali siapa pun yang dirahmatiNya.

Sungguh berbahaya. Ketika anak kaum muslimin menyukai artis-artis Barat dan Korea, karena suka menonton film mereka. Siapa pun yang menyukai orang kafir secara lahir, sudah barang tentu secara batin mereka juga menyukainya. Itulah hikmahnya, mengapa Rasulullah Shallallaahu Alaihi Wasallam melarang kita menyerupai suatu kaum. Dan barangsiapa menyerupai suatu kaum dia termasuk golongan mereka.

Wahai para orang tua, perhatikan anak kalian baik-baik. Hindarkan mereka semua dari seluruh perkara buruk ini, ajarkan pada mereka akidah islam yang sahih. Bukan akidah islam liberal yang sudah menghalalkan segala macam kekufuran.

Ini jika Anda memang hendak menyelamatkan diri dan anak cucu Anda dari api Neraka.

_Wallaahu a’lam bish shawaab_.

*wmafaj*

———————————————————————————————-
الفقير إلى رحمة ربه: وفي مرزوقي عمار-وافاه الله ورزقه بالجنة-

اللهم إني ظلمت نفسي ظلما كثيرا ولا يغفر الذنوب إلا أنت فاغفر لي مغفرة من عندك وارحمني إنك أنت الغفور الرحيم

Share This: