FAIDAH HARI INI, SABTU 11 SYAWAL 1440H/15 JUNI 2019

Dia bernama *Dhamrah bin Jundub* _Radhiyallahu anhu_

أَنْتَ مُكَلَّفٌ بِالسَّيْرِ لَا بِالْوُصُوْلِ

“Anda hanya diperintah untuk bergerak bukan tiba pada tempat yang dituju.”

Setelah Nabi Shallallaahu Alaihi Wasallam dan para sahabat berhijrah dari Makkah ke Madinah (dulunya Yatsrib), tiada tersisa di Makkah kecuali sebagian kecil kaum muslimin yang tidak berhijrah karena sakit yang menimpa mereka atau umurnya yang sudah sangat tua.

Di antara sahabat yang tidak mampu berhijrah karena sakit dan umur tua, adalah sahabat mulia yang bernama Dhamrah bin Jundub.

Dirinya tidak mampu mengemban beratnya perjalanan dari Makkah ke Madinah, juga tidak kuat terhadap panasnya padang pasir yang membakar. Maka dengan penuh kekecewaan, ia pun tetap tinggal di Makkah.

Namun sahabat mulia ini tidak sanggup hidup lama-lama di antara orang-orang musyrik, dia memutuskan untuk memaksa dirinya berhijrah sambil melupakan penyakit yang menimpanya, juga umurnya yang sudah sangat tua.

Akhirnya Dhamrah bin Jundub keluar menuju kota Yatsrib, di tengah perjalanan antara Makkah Madinah, penyakitnya semakin menjadi-jadi, ia yakin dirinya pasti meninggal dan selamanya tidak akan pernah mencapai tujuan. Yakni kota Madinah.

Dhamrah pun berhenti, kemudian menepukkan telapak tangannya pada telapak tangan yang lain. Saat tepukan pertama dia berkata: _“Wahai Allah! Ini adalah baiatku terhadapMu.”_

Kemudian pada tepukan kedua dia berkata: _“Adapun ini maka baiat kepada NabiMu.”_ Setelah itu dia terjatuh dan meninggalkan dunia untuk selamanya.

Maka Jibril alaihissalam turun kepada Nabi Shallallaahu Alaihi Wasallam menceritakan peristiwa yang terjadi pada Dhamrah, sekalian menurunkan firman Allah yang berbunyi:

{وَمَنْ يَخْرُجْ مِنْ بَيْتِهِ مُهَاجِرًا إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ ثُمَّ يُدْرِكْهُ الْمَوْتُ فَقَدْ وَقَعَ أَجْرُهُ عَلَى اللَّهِ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا} [النساء: 100]

_”Barangsiapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka sungguh telah tetap pahalanya di sisi Allah. Dan adalah Allah Maha pengampun lagi Maha penyayang.”_ (QS. An-Nisa’: 100)

Nabi Shallallaahu Alaihi Wasallam segera mengumpulkan para sahabat, memberitahu mereka akan kisah Dhamrah. Beliau pun mengucapkan Hadisnya yang sangat terkenal, yaitu Hadis pertama pada kitab Arbain Nawawi:

((إِنَّمَا اْلأَعْمَالُ بِالنِّياَّتِ…إلخ))

_“Sesungguhnya setiap amal pasti ada niatnya… dst.”_

Dhamrah telah mendapat kemuliaan yang belum didapat siapa pun. Allah telah menurunkan wahyu berkenaan dengan dirinya, demikian pula Rasulullah Shallallaahu Alaihi Wasallam menyampaikan sabdanya berkenaan dengan dirinya. Meski dia tidak pernah sampai di kota Madinah.

Akhil Karim/Ukhtil kariimah….

*اَلطَّرِيْقُ إِلَى اللهِ طَوِيْلٌ لَا يُشْتَرَطُ أَنْ تَصِلَ إِلَى آَخِرِهِ، اَلْمُهِمُّ أَنْ تَمُوْتَ وَأَنْتَ فِيْهِ*

*_“Jalan menuju Allah sangatlah panjang. Tidak harus engkau sampai pada tujuan akhirnya. Yang penting engkau meninggal di atas jalan tersebut.”_*

Bekerja untuk Allah tidak harus sampai pada tujuan akhir. Cukup bagi anda untuk meninggal saat bekerja dan berjalan menuju kepadaNya selama niat hanya untukNya.

Terus jaga langkah Anda di jalan Allah, karena hati sangat lemah dan fitnah sangat menyesatkan.

*Jadilah orang yang dijadikan lentera penerang dalam qudwah.* _Wallaahu a’lam bishshawaab_. Semoga bermanfaat. (wmafaj)

———————————————————————————————-
الفقير إلى رحمة ربه: وفي مرزوقي عمار-وافاه الله ورزقه بالجنة-

اللهم إني ظلمت نفسي ظلما كثيرا ولا يغفر الذنوب إلا أنت فاغفر لي مغفرة من عندك وارحمني إنك أنت الغفور الرحيم

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *