*FAIDAH HARI INI, SABTU 4 AGUSTUS 2018*

Saya memohon kepada Allah ta’ala, semoga semua pembaca tulisan ini, senantiasa diberiNya keberkahan pada umur, ilmu, harta, kesehatan dan keluarga. Juga semoga semuanya senantiasa ditambah iman, istiqamah, ketaatan, dan kebaikan yang menyampaikannya ke dalam SurgaNya. Aamiin.

Akhi dan ukhti fillaah…

Pagi ini ada kiriman WA masuk Hape saya. Meskipun bukan Quran dan Hadis, tapi saya kira ada benarnya. Tulisannya berbentuk arab. Tulisan seorang anggota parlemen Sudan yang sudah almarhum. Bernama Muhammad Ibrahim. Begini teksnya:

(إِذَا حَكَمَنِيْ مُسْلِمٌ فَلَنْ يُدْخِلَنِيْ الْجَنَّةَ، وَإِذَا حَكَمَنِيْ مُلْحِدٌ فَلَنْ يُخْرِجِنَيِ مِنَ الْجَنَّةِ، وَإِذَا حَكَمَنِيْ مَنْ يُؤَمِّنُ لِيْ وَلِأَوْلَادِي الْعَمَلَ وَاْلُحرِّيَّةَ وَالْكَرَامَةَ وَعِزَّةَ النَّفْسِ فَسَأَقِفُ لَهُ اِحْتِرَامًا وَإِجْلَالاً، وَيَبْقَى دُخُوْلُ اْلجَنَّةِ مِنْ عَدَمِهِ رَهِيْنُ إِيْمَانِيْ وَأَعْمَاليِْ.

فَقِفُوْا عَنِ التَّنَازُعِ عَلى السُّلْطَةِ بِاسْمِ الدِّيْنِ، مُعْتَقِدِيْنِ أَنَّهَا طَرِيْقُكُمْ إِلَى الْجَنَّةِ، فَلَيْسَتْ وَظِيْفَةُ الْحُكُوْمَةِ إِدْخَالُ النَّاسِ الْجَنَّةَ، وَإِنَّمَا وَظِيْفَتُهَا أَنْ تُوَفِّرَ لَهُمْ جَنَّةً فِي الْأَرْضِ تُعِيْنُهُمْ عَلَى دُخُوْلِ جَنَّةِ السَّمَاءِ)

_Jika saya dipimpin seorang muslim, dia tidak akan memasukkanku dalam Surga. Jika saya dipimpin seorang atheis, dia tidak akan mengeluarkanku dari Surga. Dan jika saya dipimpin seorang yang memberikan saya dan anak-anak saya lapangan pekerjaan, kebebasan, kemuliaan, dan kewibawaan maka saya akan berdiri untuk memuliakan dan menghormatinya. Namun masuk dan tidaknya saya ke dalam Surga, tetap tergantung pada keimanan saya._

_Maka berhentilah bertikai dalam mencari kekuasaan atas nama agama. Sambil meyakini bahwa meraih kekuasaan adalah jalan kalian menuju Surga. Karena tugas pemerintah bukan memasukkan manusia dalam Surga. Tugas mereka hanya menyiapkan untuk rakyat, Surga di bumi, yang membantu mereka (pemerintah) masuk dalam Surga di langit._

Akhi dan ukhti fillah yang semoga selalu diberkati Allah ta’ala.

Tentunya tulisan ini tidak bermaksud melarang kaum muslimin berpolitik. Juga tidak bermaksud melarang kaum muslimin menjadi pemimpin. Karena upaya agar memiliki pemimpin muslim yang memberikan banyak fasilitas untuk Islam, juga diperintahkan.

Namun maksud utama tulisan ini, sesuai pemahaman saya yang pendek, adalah: Sekiranya kita diberi kemungkinan paling buruk. Yaitu dengan mendapat pemimpin yang atheis, tetap dia tidak bisa menjadikan kita masuk Neraka.

Karena urusan masuk Surga tergantung kepada masing-masing kita. Tergantung kepada iman dan amal shalih kita. Bergantung kepada diri kita sendiri.

Justru terkadang banyak orang masuk Surga gara-gara pemimpin dzalim. Lihat yang terjadi pada bani Israil saat ditindas Fir’aun. Dan rakyat, mayoritasnya masuk Surga seperti pada kisah Ashabul Ukhdud, semuanya menjadi masuk Surga karena dibakar hidup-hidup dalam parit besar.

Justru kondisi nyaman inilah yang menjadikan kaum muslimin berseteru sendiri. Dan malah lupa kepada Allah ta’ala.

*Namun jangan dipahami bahwa kita mengharap pemimpin yang dzalim dan atheis.*

Karena keberadaan pemimpin dzalim sangat berbahaya bagi para agamis. Mereka mengharamkan jilbab. Melegalkan perzinahan. Melegalkan miras. Dan mengintimadasi siapa pun yang rajin mengerjakan shalat berjamaah di masjid.

Mari kita semua memperbaiki hubungan kita dengan Allah ta’ala. kemudian berupaya mendapatkan pempimin muslim yang adil. Karena datangnya pemimpin dzalim, adalah karena dosa kita sendiri.

Memang wujud pemimpin dzalim sangat banyak keburukannya. Dan keburukan mereka jauh lebih banyak daripada kebaikannya. Tapi ingat, terkadang datangnya mereka adalah karena hukuman dari Allah ta’ala buat kita. Akibat perbuatan kita sendiri.

Nabi _Shallallaahu Alaihi Wasallam_ bersabda:

((وَلَمْ يَنْقُصُوا الْمِكْيَالَ وَالْمِيزَانَ إِلَّا أُخِذُوا بِالسِّنِينَ وَشِدَّةِ الْمَئُونَةِ، وَجَوْرِ السُّلْطَانِ عَلَيْهِمْ))

_“Tidaklah mereka mengurangi takaran dan timbangan kecuali akan dihukum dengan paceklik panjang, sulitnya bahan makanan, dan kedzaliman pemimpin atas mereka.”_ (Sunan ibnu Majah dengan sanad hasan, no. 4019)

Allah ta’ala berfirman:

{وَضَرَبَ اللَّهُ مَثَلًا قَرْيَةً كَانَتْ آمِنَةً مُطْمَئِنَّةً يَأْتِيهَا رِزْقُهَا رَغَدًا مِنْ كُلِّ مَكَانٍ فَكَفَرَتْ بِأَنْعُمِ اللَّهِ فَأَذَاقَهَا اللَّهُ لِبَاسَ الْجُوعِ وَالْخَوْفِ بِمَا كَانُوا يَصْنَعُونَ} [النحل: 112]

_“Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tenteram, rezkinya datang kepadanya melimpah ruah dari segenap tempat, tetapi (penduduk)nya mengingkari nikmat-nikmat Allah; karena itu Allah merasakan kepada mereka pakaian kelaparan dan ketakutan, disebabkan apa yang selalu mereka perbuat.”_ (QS. An-Nahl: 112)

Pakaian kelaparan dan ketakutan, adalah karena penduduk negeri mengingkari nikmat-nikmat Allah. Hal itu bisa berupa pemimpin dzalim yang banyak korupsi, sehingga mementingkan kenyamanan dirinya pribadi dan lupa terhadap rakyat, sedangkan ketakutan bisa juga dari mereka karena banyaknya kelaparan, akhirnya rakyat saling rampas merampas demi mengenyangkan perutnya. _Wallaahu a’lam._

Semoga Allah mengampuni kita semua dan menghindarkan kita semua dari petakaNya. Aamiin.

(wmafaj)

———————————————————————————————-
الفقير إلى رحمة ربه: وفي مرزوقي عمار-وافاه الله ورزقه بالجنة-

اللهم إني ظلمت نفسي ظلما كثيرا ولا يغفر الذنوب إلا أنت فاغفر لي مغفرة من عندك وارحمني إنك أنت الغفور الرحيم

Share This: