FAIDAH HARI RABU 22 AGUSTUS 2018

Siang hari ini, saya memohon kepada Allah semoga Allah mengampuni kita semua, merahmati kita, menjadikan kita mendapat hidayahNya, menjadikan kita semua istiqamah dalam ketaatan padaNya, kembali padaNya, dan tidak menurunkan azabNya untuk kita semua.

Juga semoga Allah senantiasa menghindarkan anak cucu kita dari perkara-perkara yang tidak baik. Menjaga mereka. Memberkati mereka. Dan menjadikan mereka semua kelak berkumpul kembali bersama kita dalam SurgaNya. Aamiin.

Akhil karim dan ukhtil kariimah…

*KEWAJIBAN KITA SEMUA UNTUK KEMBALI KEPADA ALLAH SECARA KAFFAH*

Ibnu Abid duniya dalam _Al-Uquubaat_ hlm. 96, no. 355 meriwayatkan sebuah Atsar bahwa Umar _radhiyallahu anhu_ berkata:

يَا أَهْلَ الْمَدِيْنَةِ، إِنَّكُمْ قَدْ رُجِفْتُمْ وَالرَّجْفُ مِنْ كَثْرَةِ الرِّبَا، وَإِنَّ قُحُوْطَ الْمَطَرِ مِنْ قُضَاةِ السُّوْءِ وَأَئِمَّةِ الْجُوْرِ، وَإِنَّ مَوْتَ الْبَهَائِمِ وَنُقْصَانَ الثَّمَرِ مِنْ قِلَّةِ الصَّدَقَةِ، فَهَلْ لَأَنْتُمْ مُنْتَهُوْنَ أَوْ لَيَخْرُجَنَّ عُمَرُ مِنْ بَيْنِ أَظْهُرِكُمْ

_“Wahai penduduk Madinah! Sesungguhnya gempa telah menimpa kalian. gempa tidak terjadi kecuali karena banyaknya riba. Tidak turunnya hujan disebabkan oleh para hakim yang buruk dan pemimpin yang zalim. Dan matinya binatang ternak, juga kurangnya buah-buahan karena sedikitnya sedekah. Tidakkah kalian berhenti atau Umar pasti keluar dari antara kalian semua.”_

Kemudian dalam kitab yang sama, _Al-Uquubaat_, hlm. 5 no. 17, Ibnu Abid duniya meriwayatkan Atsar dari Anas _radhiyallahu anhu_:

أَنَّهُ دَخَلَ عَلَى عاَئِشَةَ وَرَجُلٌ مَعَهُ، فَقَالَ لَهَا الرَّجُلُ: يَا أُمَّ الْمُؤمِنِيْنَ، حَدِّثِيْنَا عَنِ الزَّلْزَلَةِ، فَقَالَتْ: إِذَا اسْتَبَاحُوا الزِّنَا وَشَرِبُوا الْخَمْرَ وَضَرَبُوْا بِالْمَغَانِيْ وَغَارَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ فِيْ سَمَائِهِ فَقَالَ لِلْأَرْضِ: تَزَلْزَلِيْ بِهِمْ. فَإِنْ تَابُوْا وَنَزَعُوْا وَإِلَّا هَدَمَهَا عَلَيْهِمْ.

_Sesungguhnya Anas masuk kepada Aisyah bersama seorang lelaki. Lelaki itu bertanya kepada Aisyah: “Wahai Ummul Mukminin! Ceritakan kepada kami tentang gempa.” Aisyah menjawab: “Jika manusia menghalalkan zina, minum khamar, dan memukul alat-alat musik. Saat itu Allah murka di langit dan berfirman kepada bumi: ‘Guncangkan mereka’. Jika mereka bertaubat dan berhenti dari dosanya, maka gempa berhenti. Jika mereka tidak berhenti maka gempa menghancurkan mereka semua.”_

Juga dalam _Al-Uquubbaat_, hlm. 5 no. 18 dari Muhammad bin Abdil Malik bin Marwan berkata:

أَنَّ اْلأَرْضَ زُلْزِلَتْ عَلَى عَهْدِ رَسُوْلِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَوَضَعَ يَدَهُ عَلَيْهَا ثُمَّ قَالَ: ((اُسْكُنِيْ فَإِنَّهُ لَمْ يَأْنِ لَكَ بَعْدُ)) ثُمَّ اِلْتَفَتَ إِلَى أَصْحَابِهِ فَقَالَ: ((إِنَّ رَبَّكُمْ يَسْتَعْتِبُكُمْ فَاعْتِبُوْهُ))، ثُمَّ زُلْزِلَتْ بِالنَّاسِ فِيْ زَمَنِ عُمَرِ بْنِ الْخَطَّابِ فَقَالَ: أَيُّهَا الناَّسُ، مَا كَانَتْ هَذِهِ الزَّلْزَلَةُ إِلَّا عَنْ شَيْءٍ أَحْدَثْتُمُوْهُ، وَالَّذِيْ نَفْسِيْ بِيَدِهِ، لَئِنْ عَادَتْ لَا أُسَاكِنُكُمْ فِيْهَا أَبَدًا.

_Sesungguhnya bumi terjadi gempa pada zaman Rasulullah Shallallaahu Alaihi Wasallam. Maka beliau meletakkan tangannya di atas bumi dan berkata: “Tenanglah wahai bumi! Belum tiba waktunya.” Kemudian beliau menoleh kepada para sahabat sambil berkata: “Sesungguhnya Rabb kalian sedang menegur kalian maka perhatikan teguranNya.”_

_Kemudian gempa terjadi lagi pada zaman Umar bin Al-Khattab. Dia berkata: “Wahai manusia! Gempa ini tidak terjadi kecuali karena dosa yang telah kalian perbuat. Demi Rabb yang jiwaku dalam tanganNya! Jika terjadi gempa susulan saya tidak akan tinggal bersama kalian selamanya.”_

Syaikh Athiyyah Muhammad Salim dalam _Syarah Bulughul Maram_, no. 414 berkata:

فَالْحَوَادثُ الْكَوْنِيَّةُ يَجِبُ عَلَى اْلعَالَمِ كُلِّهِ أَنْ يَرْجِعَ إِلَى اللَّهِ فِيْهَا؛ لِأَنَّهُ لَا طَاقَةَ لَهُ بِهَا، سَوَاءٌ فِي الزِّلْزَالِ أَمْ فِيْ غَيْرِهِ مِنَ الْحَوَادِثِ الْكَوْنِيَّةِ، فَإِنَّهُ لَا قُدْرَةَ لَهُ بِهَا، فَهَذِهِ مَسَائِلُ تَدُلُّ عَلَى الْقُدْرَةِ الْإِلَهِيَّةِ، وَلَيْسَ لِلْخَلْقِ فِيْهَا طَاقَةٌ إِلَّا بِالرُّجُوْعِ إِلَيْهِ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى، وَاللَّهُ تَعَالَى أَعْلَمُ.

_Musibah-musibah alam ini, menjadi kewajiban bagi seluruh penghuni dunia, kembali kepada Allah. Karena tiada kemampuan bagi siapa pun untuk menolaknya. Baik berupa gempa bumi atau musibah-musibah lainnya. Tiada seorang manusia pun kuasa menolaknya. Musibah-musibah ini menunjukkan kebesaran Ilahi. Tiada kuasa atas makhluk menolaknya kecuali dengan taubat kepada Rabb yang Maha suci dan Maha tinggi. Wallaahu ta’aala a’lam._

Syaikh Asy-Syinqithi berkata:

مَا نَزَلَ بَلَاءٌ إِلَّا بِذَنْبٍ وَلَا رُفِعَ إِلَّا بِتَوْبَةٍ

_“Tidak turun balak kecuali karena dosa dan tidak dihilangkan kecuali dengan taubat.”_

Mari secara bersama-sama kita semua bertaubat kepada Allah, beristighfar, menegakkan segala perintahNya dan meninanggalkan seluruh laranganNya. Tentunya kita tidak berhapa jika musibah dalam bentuk apa pun mendatangi kita. _Wallaahu a’lam bish shawaab._

*Wmafaj*

———————————————————————————————-
الفقير إلى رحمة ربه: وفي مرزوقي عمار-وافاه الله ورزقه بالجنة-

اللهم إني ظلمت نفسي ظلما كثيرا ولا يغفر الذنوب إلا أنت فاغفر لي مغفرة من عندك وارحمني إنك أنت الغفور الرحيم

Share This: